Bybit telah mendapatkan persetujuan prinsip (IPA) dari Securities & Commodities Authority (SCA) Uni Emirat Arab untuk mendirikan dirinya sebagai Operator Platform Aset Virtual di wilayah tersebut.
Perkembangan ini menandai langkah besar menuju Bybit mendapatkan lisensi operasional penuh.
Bybit Akan Mendirikan Platform Aset Virtual di UEA
Otorisasi ini membawa Bybit lebih dekat untuk menawarkan berbagai layanan aset digital kepada klien ritel dan institusional di UEA. Ini mengikuti persetujuan regulasi yang sudah ada di Timur Tengah, semakin memperkuat komitmennya terhadap kepatuhan di pusat keuangan utama.
Co-founder dan CEO Bybit, Ben Zhou, menyatakan optimistis mengenai IPA dan menunjukkan optimisme untuk persetujuan operasional penuh dari SCA dalam pernyataannya.
“Kami merasa terhormat telah menerima IPA dari SCA. Persetujuan ini menandai langkah penting dalam perjalanan kami untuk menyediakan solusi perdagangan kripto yang aman dan transparan,” Zhou ujar dalam pengumuman tersebut.
Sementara itu, perkembangan ini mencerminkan upaya berkelanjutan UEA untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin inovasi kripto dan blockchain. Kemajuan regulasi Bybit sejalan dengan sikap maju UEA terhadap aset digital, memastikan lingkungan perdagangan yang patuh dan aman bagi investor ritel dan institusional.
Ekspansi Bybit di UEA mengikuti perkembangan serupa di India awal bulan ini. Exchange tersebut berhasil terdaftar di Unit Intelijen Keuangan (FIU) India. Ini memungkinkannya untuk melanjutkan operasi penuh setelah penangguhan sementara karena masalah kepatuhan.
“Berita Besar! Bybit resmi terdaftar di FIU-IND dan membuat kemajuan di pasar India! Kami sangat senang memperluas kehadiran kami di India, dan pendaftaran ini menandai pencapaian besar,” pengumuman tersebut terang.
Dilaporkan, Bybit Exchange membayar denda US$1,06 juta karena sebelumnya beroperasi tanpa pendaftaran yang tepat. Sejak itu, mereka telah menyesuaikan diri dengan standar regulasi India.
Perusahaan tersebut mengonfirmasi bahwa semua layanan untuk pengguna yang ada di India akan dipulihkan mulai 25 Februari. Selain itu, pendaftaran pengguna baru akan dilanjutkan secara bertahap.
Meski mengalami kemajuan regulasi di UEA dan India, Bybit menghadapi pengawasan di Jepang. Pada bulan Februari, Badan Jasa Keuangan Jepang (FSA) mendesak toko aplikasi utama untuk menghapus Bybit dan exchange kripto lainnya yang tidak terdaftar.
FSA menyebutkan kekhawatiran tentang operasi tanpa lisensi dan potensi risiko bagi investor, memperkuat pendekatan ketat Jepang terhadap regulasi kripto.
Di luar perkembangan regulasi, Bybit tetap menjadi berita utama setelah pelanggaran keamanan yang signifikan. Seperti yang dilaporkan beInCrypto, lebih dari US$1,4 miliar ditarik dari platformnya. Penyelidikan menunjukkan bahwa Grup Lazarus dari Korea Utara bertanggung jawab atas serangan tersebut, semakin meningkatkan kekhawatiran tentang kerentanan keamanan di centralized exchanges (CEXs).
Meski terjadi pelanggaran, Bybit meyakinkan pengguna bahwa semua dana tetap aman dan sepenuhnya didukung. Exchange tersebut meluncurkan strategi manajemen krisis, menawarkan hadiah US$140 juta untuk melacak pelaku dan memulihkan aset yang dicuri. Namun, laporan selanjutnya menunjukkan bahwa sistem Safe Wallets adalah titik lemah, bukan sistem internal Bybit.
Insiden ini menyoroti pentingnya memahami risiko keamanan wallet kripto, terutama bagi perusahaan yang menangani dana pelanggan dalam jumlah besar.
Penyangkalan
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.
