Cardano sedang mencoba untuk stabil setelah masa sulit. ADA naik sekitar 1,8% dalam 24 jam terakhir, namun gambaran secara umum masih lemah. Token ini masih turun hampir 9% selama tujuh hari terakhir, dan harga Cardano masih diperdagangkan di bawah level tren jangka pendek yang penting.
Sekilas, pergerakan ini nampaknya hanya kelanjutan tren bearish yang sederhana. Tapi jika dilihat dari partisipasi, perilaku holder, dan posisi derivatif secara bersamaan, ceritanya menjadi lebih kompleks. Penurunan harga ini sepertinya punya cerita yang lebih berlapis.
Cardano Kehilangan Tren karena Minat Spot Turun Tajam
Kelemahan dimulai dari partisipasi, bukan hanya dari harga.
SponsoredPada 6 Januari, volume perdagangan spot Cardano di decentralized exchange mencapai puncak mendekati US$1,49 juta seperti yang diidentifikasi oleh analis BeInCrypto. Pada hari yang sama, ADA juga mencetak harga tertinggi di 2026 sejauh ini. Dari titik itu, harga dan aktivitas turun bersamaan.
Pada 22 Januari, volume perdagangan spot turun drastis menjadi sekitar US$68.552 (masih belum final), penurunan lebih dari 95% hanya dalam waktu lebih dari dua minggu. Data ini hanya mencerminkan perdagangan spot, artinya benar-benar jual beli (swap), bukan taruhan dengan leverage. Jika volume spot turun sedalam ini, biasanya menandakan partisipasi ritel sudah menyingkir.
Catatan: Volume spot DEX mencerminkan permintaan token yang organik, karena perdagangan dilakukan langsung di on-chain tanpa leverage, likuidasi paksa, atau adaptasi harga oleh market maker.
Penurunan aktivitas itu selaras dengan perubahan teknikal.
Cardano kehilangan exponential moving average (EMA) 20-hari pada pertengahan Januari. EMA memberikan bobot lebih pada harga terbaru dan sering digunakan untuk mengukur arah tren jangka pendek. Jika EMA 20 hari hilang, biasanya menandakan momentum telah beralih dari pembeli ke penjual.
Pola ini sudah pernah berpengaruh pada ADA sebelumnya.
Pada awal Oktober, kehilangan EMA 20-hari mendahului penurunan 55% sampai Desember. Kerugian serupa antara 11 Desember sampai 31 Desember menyebabkan koreksi 25%.
Ingin insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.
Kali ini, setelah ADA jatuh di bawah EMA 20-hari, partisipasi spot tidak kunjung stabil. Malah memburuk. Karena makin sedikit pembeli spot yang masuk, harga makin gampang jatuh, dan membuka jalan untuk posisi bearish yang semakin agresif.
Di sinilah lapisan kedua cerita ini dimulai.
Whale Menambah di Tengah Pelemahan dan Banyak Short Trader Masuk Pasar
Ketika trader spot keluar, holder besar justru bertahan.
Alamat yang memegang lebih dari 1 miliar ADA mulai akumulasi sekitar 14 Januari, bahkan ketika harga Cardano terus turun. Klaster ini meningkatkan kepemilikan gabungannya dari 1,92 miliar ADA menjadi 2,93 miliar ADA, menambah sekitar 1,01 miliar ADA selama koreksi ini. Pada harga sekarang, nilainya kira-kira US$360–US$380 juta terkumpul ketika momentum harga masih negatif. Yang paling penting, mereka tetap memegang token mereka meski terjadi breakdown.
Kelompok crypto whale kedua menyusul tak lama kemudian. Wallet dengan kepemilikan antara 10 juta hingga 100 juta ADA mulai menambah pada 17 Januari, di hari yang sama Cardano benar-benar kehilangan EMA 20-hari. Kepemilikan mereka naik dari 13,61 miliar ADA ke 13,64 miliar ADA, penambahan sekitar 30 juta ADA, atau sekitar US$11 juta pada harga sekarang.
SponsoredWaktunya sangat penting. Para whale ini tidak membeli saat harga kuat. Kedua kelompok itu masuk setelah tren jebol, setelah minat spot ambruk, dan setelah struktur bearish sudah jelas. Perilaku ini memberi sinyal akumulasi di tengah kelemahan yang jelas, bukan mengejar momentum.
Sementara itu, trader derivatif bergerak ke arah sebaliknya.
Kehilangan support tren dan ambruknya volume spot membuat skenario bearish semakin jelas. Posisi short menumpuk di perpetual futures, dengan leverage short mencapai US$22,12 juta. Di Binance, ADA kini sangat didominasi short, dengan risiko likuidasi short sekitar 2,5 kali lebih besar daripada posisi long.
Ketidakseimbangan ini sangat penting.
Ketika trader spot meninggalkan pasar dan posisi short semakin ramai, harga bisa bergerak tajam meski hanya ada sedikit aksi beli. Crypto whale yang akumulasi di fase ini biasanya sedang mempersiapkan posisi untuk merebut kembali tren dengan cepat atau mendorong harga naik akibat tekanan likuidasi.
Sponsored SponsoredItu sebabnya, fokus pun beralih ke struktur dan level harga.
Level Harga Cardano yang Menentukan apakah Bear akan Terjebak
Pada grafik 12 jam, Cardano memang ter-breakdown dari pola head-and-shoulders sekitar 20 Januari. Breakdown ini kemungkinan memicu gelombang terakhir aksi jual spot dan mendorong lonjakan posisi short.
Tapi, momentum sekarang sudah tidak lagi mengonfirmasi penurunan berlanjut.
Money Flow Index (MFI) mulai naik sementara harga bertahan di sekitar level terendah terbaru. MFI memantau tekanan beli dan jual dengan memakai harga sekaligus volume. Jika naik saat harga stabil, biasanya itu menandakan aksi beli di penurunan, bukan panic selling. Ini bisa menjadi sinyal kembalinya pembeli spot ketika MFI menembus garis tren turun, sehingga hanya posisi short yang masih berisiko.
Tekanan likuidasi short mulai muncul di dekat US$0,37. Jika harga bergerak di atas level ini, posisi short akan mulai terpaksa ditutup. Melewati US$0,39, tekanan likuidasi akan semakin besar. Jika Cardano didorong ke US$0,42, maka hampir seluruh short jangka pendek akan terancam likuidasi.
Skenario bearish akan mengambil alih sepenuhnya jika ADA menembus dan bertahan di bawah US$0,34. Jika ini terjadi secara konsisten, artinya potensi stabilisasi batal dan risiko penurunan ke level terendah sebelumnya kembali terbuka.
Sampai saat itu, Cardano masih terjebak di antara partisipasi retail yang makin mengecil dan keyakinan whale yang makin besar. Trader spot memang seolah-olah sudah mundur, tapi posisi yang terbentuk di bawah permukaan mengisyaratkan pergerakan harga belum selesai.