Kembali

Pembelaan Binance pada 10 Oktober di Consensus Hong Kong Nampaknya Gagal

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Lockridge Okoth

editor avatar

Diedit oleh
Mohammad Shahid

13 Februari 2026 04.02 WIB
  • binance menyalahkan kejutan ekonomi makro atas crash sebesar US$19 miliar.
  • Richard Teng menyebut ketegangan AS-Cina, menyangkal kegagalan platform.
  • Trader mempertanyakan transparansi dan menolak pembelaan “shock makro”.
Promo

Co-CEO Binance Richard Teng membela exchange tersebut dari tuduhan bahwa Binance bertanggung jawab atas “crash” kripto 10/10 pada 10 Oktober 2025, yang menyebabkan sekitar US$19 miliar posisi terlikuidasi.

Berbicara di konferensi Consensus Hong Kong oleh CoinDesk pada 12 Februari 2026, Teng menegaskan aksi jual tersebut dipicu oleh faktor lain, bukan semata-mata akibat kegagalan di Binance.

Sponsored
Sponsored

Richard Teng Jelaskan Sisi Cerita Binance pada Crash 10 Oktober

Co-CEO Binance menyebut guncangan ekonomi makro dan geopolitik antara AS dan Cina sebagai penyebab utama. Khususnya, ia menyoroti:

  • Ancaman tarif baru dari AS, termasuk kemungkinan bea masuk hingga 100% untuk produk impor asal Cina, dan
  • Pembatasan ekspor rare earth oleh Cina.

Menurut dia, kombinasi faktor-faktor ini membalikkan sentimen risiko global dan memicu aksi likuidasi massal di semua exchange, baik yang terpusat maupun decentralized exchange.

“Nilai pasar saham AS anjlok sebesar US$1,5 triliun pada hari itu,” ujar Teng. “Pasar saham AS sendiri mencatat likuidasi sebesar US$150 miliar. Pasar kripto jauh lebih kecil ukurannya. Sekitar US$19 miliar. Dan likuidasi kripto terjadi di semua exchange.”

Sebagian besar likuidasi (sekitar 75%) terjadi sekitar pukul 21.00 waktu ET, bersamaan dengan rilis berita ekonomi makro.

Teng mengakui adanya sedikit kendala di platform saat kejadian, seperti depegging stablecoin (USDe) dan keterlambatan sementara dalam transfer aset.

namun, dia menegaskan masalah tersebut tidak berkaitan dengan kejatuhan pasar secara keseluruhan. Ia juga menyoroti bahwa Binance mendukung para pengguna terdampak, termasuk memberikan kompensasi kepada sebagian dari mereka.

Sponsored
Sponsored

“…data perdagangan menunjukkan tidak ada bukti penarikan massal dari platform,” tambahnya.

Tahun lalu, Binance dilaporkan memfasilitasi volume perdagangan senilai US$34 triliun dan melayani lebih dari 300 juta pengguna.

Perlu dicatat, crash pada 10 Oktober tersebut terus menjadi alasan utama munculnya FUD seputar Binance dalam beberapa bulan terakhir. Exchange ini menerima banyak kritikan, terutama dari exchange saingan OKX dan CEO-nya, Star Xu.

Trader Tolak Penjelasan Shock Ekonomi Makro Teng di Tengah Likuidasi US$19 Miliar 10/10

Meskipun penjelasan Teng sudah sangat detail, trader di media sosial langsung merespons dengan nada kritis. Di X (Twitter), pengguna menuding Binance mengunci API dan merekayasa kondisi sehingga terjadi likuidasi besar-besaran, lalu mengalihkan tanggung jawab dengan dalih “guncangan makro”.

Sponsored
Sponsored

“Menyalahkan guncangan makro sudah seperti alasan baru, ‘itu hanya glitch’. US$19 miliar terlikuidasi dan entah kenapa tidak ada satu pun pihak di Binance yang bertanggung jawab lol,” tantang seorang pengguna.

Pihak yang menentang pun melangkah lebih jauh, dengan beberapa pengguna membandingkan klaim Teng dengan ungkapan sarkasme yang menohok.

“‘Bukan kami, itu ulah makro’ adalah versi exchange kripto dari alasan ‘anjing saya makan PR saya’. US$19 miliar terlikuidasi dan tiap platform saling tunjuk pihak lain,” ucap pengguna lain.

namun, sebagian besar komentar masih berfokus pada dugaan respons API palsu dan mempertanyakan koordinasi internal di Binance. Sentimen umumnya, pengguna merasa exchange kurang transparan.

Reaksi keras tersebut menunjukkan masih adanya ketegangan antara exchange terpusat dan trader leverage saat peristiwa volatilitas tinggi.

Walau permintaan ritel telah menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya, Teng menyoroti partisipasi institusi dan perusahaan dalam dunia kripto tetap kuat.

Sponsored
Sponsored

“Institusi masih terus masuk ke sektor ini,” tutur Teng. “Artinya, uang pintar masih terus bergerak di sini.”

Teng juga menggambarkan peristiwa 10/10 sebagai bagian dari pola siklus yang lebih besar di pasar kripto. Ia menjelaskan meski terjadi gejolak jangka pendek, pengembangan di sektor ini tetap berjalan, dengan modal institusi menciptakan optimisme untuk jangka panjang.

Meski begitu, Binance menghadapi dua tantangan besar:

  • Binance harus membela perannya dalam tekanan pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya
  • Binance juga wajib memulihkan kepercayaan komunitas trader yang skeptis.

Walau US$19 miliar posisi dilikuidasi di seluruh pasar, perdebatan soal siapa atau apa yang layak disalahkan terus memanas di dunia maya. Hal ini wajar mengingat rapuhnya kepercayaan dalam trading kripto yang penuh leverage tinggi.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori