Chainlink (LINK) telah keluar dari Binance selama 18 hari berturut-turut, yang biasanya menjadi pertanda positif untuk para bull. Tapi, harganya justru tidak mengikuti, LINK sudah turun 20,8% sepanjang Oktober ini.
Jika dilihat lebih dekat, tren ini terlihat kurang meriah, karena sebelumnya ada setoran besar ke Binance yang mungkin menjadi bagian penyebabnya. Para pembeli di exchange-traded fund (ETF) Chainlink spot AS juga sepi sejak pertengahan Oktober.
Setoran Awal Membuat Sinyal Outflow Chainlink Kurang Jelas
Analis MorenoDV_ menyoroti tren ini dan menyebut akumulasi secara perlahan sebagai salah satu kemungkinan. Ia juga menuturkan penarikan LINK yang terus-menerus menyebabkan semakin sedikit LINK yang tersimpan di exchange.
Arus keluar ini juga muncul setelah sekitar 8,7 juta LINK masuk ke Binance secara arus bersih. Analis tersebut menjelaskan bahwa outflow ini bisa mencerminkan distribusi ulang dari setoran besar itu. Ia juga mengingatkan agar tidak menganggap penarikan LINK ini sebagai bukti adanya pembelian.
“Untuk Binance, arus bersih negatif yang konsisten menunjukkan berkurangnya ketersediaan token. Tapi harga tetap turun, sehingga perubahan suplai ini belum menunjukkan adanya kekuatan beli yang bertahan lama,” bunyi unggahan tersebut.
Di seluruh exchange, cadangan LINK kini telah turun ke 124,2 juta, mendekati level sebelum setoran besar, menurut data CryptoQuant.
Dana Chainlink di AS Sudah Tidak Menarik Dana Baru Lagi
Exchange-traded fund (ETF) Chainlink spot AS memperlihatkan setiap hari apakah ada pembeli baru yang masuk. Selama 8 hari perdagangan berturut-turut, tidak ada arus dana masuk bersih tercatat, menurut data SoSoValue.
Pergerakan terakhir adalah arus keluar sekitar US$397.000 pada 16 Oktober. Masuknya dana terbesar selama Oktober terjadi pada 9 Oktober, yaitu sebesar US$9,48 juta. Total aset bersih ETF ini turun menjadi US$209,5 juta pada 28 Oktober, dari US$249,4 juta di 28 September.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Apa yang Pernah Mendorong Chainlink Sebelumnya
Karena belum ada pembeli baru dalam data, pergerakan LINK pada awal tahun ini menunjukkan apa yang dibutuhkan agar altcoin ini naik. Data CryptoQuant menunjukkan cadangan LINK di exchange juga sempat melonjak lalu turun tajam pada April dan Juni. Reli yang terjadi setelah Juni berbarengan dengan adanya katalis eksternal.
Pada Agustus, Standard Chartered memasang target US$200 untuk LINK di tahun 2030. Pada akhir September, Chainlink merilis upgrade Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) 2.0, lalu harga LINK sempat naik di atas US$15.
Tanpa katalis yang sejenis, kalender tidak banyak menawarkan harapan. Data CryptoRank mencatat kerugian LINK di Oktober sebesar 20,8%, dan rata-rata imbal hasil pada November juga di -10,5%.
Peta Harga Chainlink Menjelang November
Dengan harga LINK di US$11,34 di BeInCrypto Markets, ada beberapa level penting di dekatnya yang bisa menentukan arah LINK untuk November.
- Resistance di US$12,30 menjadi hambatan di sisi atas, menurut analis Crypto Tice.
- Support berada di US$10,87, di mana analis Crypto Patel ujar bullish flip telah terkonfirmasi.
- Zona beli analis CryptoBullet di US$9,50 sampai US$10,50 menjadi area selanjutnya.
- Zona re-entry Patel di US$9,45 hingga US$8,00 menandai level terdalam.
MorenoDV_ menuturkan, jika withdraw terus berlanjut, harga lebih stabil, dan permintaan spot makin kuat, maka sinyal ini bisa jadi konstruktif. Namun bila penurunan harga ke level lebih rendah tetap terjadi, dia menjelaskan divergence akan terus jadi sinyal awal suplai, kecuali ada pembalikan tren.
Subscribe ke channel YouTube kami untuk menyaksikan wawasan ahli langsung dari para pemimpin dan jurnalis











