Cina mungkin akan mengizinkan Alibaba dan ByteDance untuk membeli chip Nvidia terbaru, menurut laporan The Information pada hari Minggu. Saham NVDA ditutup pada Jumat di harga US$225,07 dan akan punya kesempatan pertama untuk bereaksi saat Wall Street buka hari Senin.
Chip ini adalah kartu grafis canggih untuk komputer profesional. Ini bukan perangkat keras data center yang dulu pernah Nvidia jual secara massal ke Cina.
Apa yang Cina Sedang Pertimbangkan
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) Cina, yang mengawasi sektor teknologi, bertanya kepada kedua perusahaan tersebut berapa banyak kartu RTX PRO 5500 yang mereka inginkan dan alasannya. Hal itu menurut The Information, yang mengutip dua sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Perusahaan AI asal Cina kekurangan daya komputasi untuk chatbot dan agen AI mereka, papar laporan tersebut tersebut. Baik Beijing maupun kedua perusahaan belum mengonfirmasi rencana ini.
Nvidia memasarkan kartu grafis ini untuk agen AI, inferensi AI, dan simulasi. Kartu ini punya memori 84 GB dan membutuhkan daya hingga 600 watt. Karena merupakan perangkat workstation, kartu grafis ini di luar kategori chip data center yang dikenakan pembatasan ekspor AS.
Bagaimana Saham NVDA Merespons Berita Chip Cina Sebelumnya
Prediksi pendapatan Nvidia untuk kuartal ini sebesar US$108 miliar diasumsikan tanpa pemasukan dari penjualan chip data center di Cina, jelas perusahaan. Setiap penjualan di wilayah tersebut akan meningkatkan proyeksi tersebut.
Judul berita terkait Cina sebelumnya justru berdampak sebaliknya. Pada September 2025, Beijing meminta perusahaan-perusahaan untuk berhenti membeli RTX Pro 6000D dari Nvidia, dan hari itu harga sahamnya turun 2,6%.
“Saya rasa kami hanya bisa melayani pasar jika negara tersebut memang menginginkan kehadiran kami,” ujar CEO Nvidia Jensen Huang saat itu.
Laporan hari Minggu ini muncul setelah Presiden Donald Trump menjamu Xi Jinping di Washington. Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, mengatakan kontrol ekspor terkait keamanan nasional sudah “tidak jadi pembahasan,” terang Korea Times melaporkan.
Sementara itu, Huawei dan Cambricon menguasai hampir 80% pasar server AI di Cina, ujar para analis yang dikutip oleh media tersebut. Pesaing lokal terus berkembang, seperti yang diperlihatkan oleh debut Enflame di Shanghai bulan ini.
Apa yang Trader Akan Pantau Hari Senin
Pelaku pasar Wall Street sudah cenderung optimistis. Semua 31 analis yang dipantau oleh TipRanks memberikan rekomendasi beli terhadap saham ini, dengan target rata-rata di angka US$324,32.
Laporan tersebut tidak menyebutkan berapa banyak kartu grafis yang akan diizinkan Cina atau kapan waktunya. Tidak tampak juga tanda-tanda bahwa chip data center yang lebih besar akan menyusul. Harga saham Nvidia sebelumnya memang sering berfluktuasi terkait berita dari Cina, termasuk setelah pembicaraan Trump dengan Huang bulan ini.









