Citi sedang menawarkan exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot dan Ethereum spot kepada klien wealth-nya. Dalam dua sesi perdagangan terakhir, investor menarik sekitar US$1 miliar dari ETF Bitcoin di AS.
Pada hari Senin, ETF Bitcoin dan Ethereum di AS kehilangan total US$538 juta. Dana ini, yang memungkinkan investor memiliki aset kripto melalui akun broker, menampung US$111,3 miliar pada hari itu, menurut SoSoValue.
Apa Isi Laporan Kripto Citi untuk Kliennya
Citi Wealth menerbitkan “Expanding the Investable Universe: Introduction to Crypto ETFs” pada bulan Oktober. Laporan itu menjelaskan bahwa investor yang sesuai mencari aset baru untuk melengkapi portofolio saham dan obligasi mereka.
Laporan tersebut menyebutkan kejelasan regulasi, adopsi institusional, serta korelasi jangka panjang yang rendah dengan aset tradisional, artinya aset kripto biasanya tidak bergerak seiring dengan aset tersebut. Laporan ini juga mencantumkan risiko dan batasan kecocokan.
Berapa Banyak Dana yang Keluar dari ETF?
Spot ETF Bitcoin di AS kehilangan US$398,62 juta pada 2 November, menurut data SoSoValue. Investor menarik US$643 juta pada 30 Oktober, sehari setelah peretas mencuri US$6,3 miliar dari Binance.
Saat investor menukarkan saham ETF, penerbit akan menjual atau mengembalikan Bitcoin yang jadi dasar ETF tersebut. Penarikan dana bisa menambah suplai Bitcoin di pasar.
ETF Ethereum kehilangan US$139,80 juta pada 2 November, memperpanjang arus keluar yang terjadi di sebagian besar sesi sejak awal Oktober.
Meski begitu, arus keluar Bitcoin terbaru ini setara sekitar 0,4% dari total US$98,12 miliar aset yang dimiliki ETF tersebut. IBIT milik BlackRock saja kehilangan US$405,3 juta dalam satu hari, tutur laporan BeInCrypto.
Mengapa Peluncuran Bitcoin Custody Citi Belum Punya Tanggal
Bulan Agustus lalu, Citi menyampaikan bahwa platform Custody+ miliknya akan mulai menyimpan Bitcoin untuk institusi pada akhir tahun ini.
Menurut hitungan Sigel, ini menjadikan Citi sebagai bank keenam dari 29 bank penting dunia secara sistemik, yaitu bank yang dipandang regulator terlalu besar untuk gagal, yang sudah mengumumkan atau menjalankan layanan Bitcoin custody. JPMorgan menyatakan untuk sementara layanan custody tidak masuk rencana mereka, papar Sigel.
Sigel juga membagikan dugaan alasan di balik sikap diam Citi.
“Peretasan Binance minggu lalu bisa jadi salah satu alasan mengapa Citi memilih diam soal jadwal peluncuran. Saya dengar layanannya sebenarnya sudah siap diluncurkan minggu lalu,” ujar dia dalam unggahan di X.
Citi belum membenarkan cerita itu, dan panduan resminya masih tetap “akhir tahun ini.” BeInCrypto pertama kali melaporkan rencana custody Citi pada bulan Agustus.
Apakah Citi akan mengumumkan tanggal sebelum 31 Desember, dan apakah arus keluar ETF mulai mereda, akan memperjelas apakah ekspansi Wall Street dan permintaan investor bisa kembali sejalan.











