Terkait topik iniDewan Hukum & Regulasi

Lummis Sebut Clarity Act Akan Membantu Sanksi Kripto terhadap Lazarus Group

  • Cynthia Lummis mengatakan Clarity Act menutup celah sanksi yang dimanfaatkan Lazarus Group.
  • RUU tersebut akan memberi wewenang baru kepada Treasury dan perlindungan safe harbor untuk pembekuan dana.
  • Thune meragukan pemungutan suara di Senat akan terjadi sebelum reses Agustus.
Promo

Senator Cynthia Lummis menjelaskan bahwa Clarity Act menutup celah keuangan yang sering dimanfaatkan oleh Lazarus Group asal Korea Utara untuk mencuci dana hasil curian. Ia berpendapat bahwa RUU ini memberikan alat sanksi baru bagi Treasury dan perlindungan hukum bagi exchange yang membekukan dana mencurigakan.

Digital Asset Market Clarity Act adalah RUU utama tentang struktur pasar di industri aset kripto. RUU ini sudah lolos di House pada 2025 dan di komite Senat tahun ini, namun masih menunggu pemungutan suara di tingkat pleno.

Posisi Terbaru RUU Ini

RUU ini, secara formal bernama H.R. 3633, lolos di House awal bulan ini dengan dukungan bipartisan. Komite Perbankan Senat menyetujui RUU ini pada Mei, lalu Partai Republik di Senat merilis draft gabungan pada 22 Juli yang menambahkan aturan etika dan bahasa terkait pendanaan ilegal.

Disponsori
Disponsori

Lummis menyoroti tiga bagian khusus untuk menjawab kritik. Senator Elizabeth Warren, misalnya, menyebut RUU ini sebagai celah sanksi.

Bagian 201 menerapkan aturan Bank Secrecy Act (BSA) dan anti-money-laundering (AML) pada perusahaan kripto. Bagian 303 menambah kewenangan sanksi yang ditujukan pada Iran. Bagian 305 memungkinkan exchange membekukan dana yang terhubung ke aktivitas mencurigakan, asalkan berkoordinasi dengan penegak hukum.

Sementara itu, Senate Majority Leader John Thune menyampaikan pada Kamis bahwa ia tidak memperkirakan voting final akan digelar sebelum reses bulan Agustus. Ia tetap ingin perdebatan di lantai Senat segera dimulai. Partai Republik menguasai 53 kursi dan masih membutuhkan sekitar tujuh suara Senator Demokrat agar bisa mencapai ambang batas 60 suara.

Trader di Polymarket kini memperkirakan peluang RUU ini lolos pada 2026 sebesar sekitar 33% hingga 37%, turun dari sebelumnya lebih dari 80% pada Februari. Penundaan voting mendorong pembahasan RUU ini ke kalender pemilu paruh waktu, yang membuat waktu pembahasan dan kemauan politik semakin kecil.

Sejarah Perampokan Besar-Besaran Lazarus

Lazarus Group sudah lama memakai pencurian aset kripto untuk mendanai program senjata Korea Utara. Kelompok ini pernah mencuri sekitar US$625 juta dari Ronin Bridge pada 2022, yang merupakan infrastruktur game Axie Infinity. Mereka kembali mencuri US$1,5 miliar dari Bybit pada Februari 2025, menjadi aksi pencurian aset kripto terbesar hingga kini.

Kementerian Keuangan AS memperkirakan bahwa Lazarus sudah mencuri setidaknya US$3,4 miliar dalam aset kripto sejak 2007. Para hacker ini juga sempat menyamar sebagai pekerja IT jarak jauh untuk langsung menyusup ke perusahaan aset kripto.

Langkah Berikutnya

Kelompok industri terus mendorong agar voting dilakukan sebelum masa reses. Tapi, beberapa anggota Demokrat tetap menuntut aturan etika yang lebih tegas terkait kepemilikan aset kripto pejabat sebelum mereka memberi dukungan.

Lummis menekankan bahwa bagian terkait pendanaan ilegal ini merupakan respon nyata terhadap ancaman yang ada, bukan sekadar jargon politik. Dukungan terhadap langkah ini, atau penundaan hingga September nanti, bisa jadi sangat menentukan apakah Kongres akan mengesahkan regulasi aset kripto pada 2026.

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori