Sebuah trofi coding gratis baru saja berubah menjadi sekitar US$20.000 setelah seorang siswa SMA di Amerika Serikat menjual Telegram Gift NFT miliknya seharga 15.000 Gram. Pavel Durov menganggap hasil penjualan itu sebagai modal awal startup.
Harga ini sekitar 40 kali lipat dari rata-rata nilai hadiah yang dijamin oleh Telegram. Durov membagikan hasil ini di kanalnya dan mendorong pemenang lain untuk membangun sesuatu juga.
Bagaimana Sebuah Hadiah Gratis Menjadi US$20.000
Jonathan He meraih medali emas di International Olympiad in Informatics (IOI) 2026. Durov menempatkan dia di peringkat ketujuh dunia.
Sebagai ganti medali atau cek seperti biasa, hadiahnya adalah Algorithm Cup, sebuah koleksi digital yang ada di TON, blockchain yang mendukung Gram. Para pemenang bisa menjual koleksi mereka ke siapa pun.
Jonathan He bertanding untuk Tim USA dan magang sebagai engineer di perusahaan trading Liquid. Dia menempati posisi kelima setelah Hari 1 dengan 246 poin dari 300, ujar co-founder Franklyn Wang.
Telegram menjanjikan kombinasi hadiah sebesar US$117.000 dalam bentuk Algorithm Cup kepada 235 peraih medali. Rata-rata, tiap cup bernilai hampir US$500. Namun, salah satu trofi itu terjual 40 kali lipat dari nilai rata-rata tersebut.
Gram (GRAM), token yang berganti nama dari Toncoin pada Juni, diperdagangkan di kisaran US$1,36 pada hari Minggu. Jadi, 15.000 Gram setara sekitar US$20.400.
Durov Menyebutnya Sebagai Modal Awal
Pavel Durov menyoroti penjualan ini lewat postingan di Telegram pada hari Minggu, dan mengajak pemenang lain menggunakan Gram mereka dengan cara serupa.
“…20 tahun lalu, US$20.000 sudah cukup untuk saya meluncurkan perusahaan pertama. Dalam beberapa bulan, perusahaan itu mendapatkan 1 juta pengguna dan berhasil menghimpun US$12 juta dengan valuasi US$60 juta,” tulis dia.
Nama perusahaan itu adalah VKontakte. Durov meninggalkan jejaring sosial Rusia tersebut pada 2014, lalu membangun Telegram, perusahaan yang membagikan Algorithm Cup tahun ini.
Sekarang, Durov sendiri yang membeli koleksi digital seperti ini. Pada bulan Juni, dia membayar 7.500 Gram untuk Plush Pepe NFT, pembeliannya yang ketiga sejak Desember 2025. Trofi remaja ini bahkan laku dua kali lipat Gram dari koleksi yang dibeli Durov.
Gram sudah kehilangan 56% nilainya selama setahun terakhir. Tapi, koleksi Telegram satu ini tetap laku lebih dari US$20.000. Penjual dan marketplace-nya masih belum diumumkan ke publik.









