Kembali

Bitcoin Rontok di Bawah US$67.000, CEO Coinbase Terlempar dari 500 Orang Terkaya Dunia

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Lockridge Okoth

editor avatar

Diedit oleh
Zummia Fakhriani

12 Februari 2026 16.52 WIB
  • Kekayaan CEO Coinbase Brian Armstrong menyusut lebih dari US$10 miliar sejak Juli 2025, turun dari US$17,7 miliar menjadi sekitar US$7,5 miliar dan membuatnya terdepak dari daftar global Bloomberg.
  • Para miliarder kripto kehilangan lebih dari US$60 miliar, seiring Bitcoin merosot 52% dari puncak US$126.000 ke US$60.000, menghapus nilai pasar sebesar US$2 triliun.
  • JPMorgan memangkas target harga saham Coinbase sebesar 27% setelah investor institusional menarik lebih dari US$12 miliar dari ETF Ethereum spot dalam tiga bulan terakhir.
Promo

Brian Armstrong, co-founder dan CEO Coinbase, telah terlempar keluar dari daftar 500 orang terkaya di dunia versi Bloomberg.

Kekayaan bersih Armstrong amblas lebih dari US$10 miliar sejak Juli 2025. Menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaannya anjlok dari puncak US$17,7 miliar menjadi sekitar US$7,5 miliar.

Kekayaan Brian Armstrong Anjlok karena Saham Coinbase dan Harga Bitcoin Melemah

Penurunan terbaru ini terjadi setelah JPMorgan Chase & Co. memangkas target harga saham Coinbase sebesar 27% pada 10 Februari. Langkah itu diambil akibat “harga aset kripto yang melemah”, penurunan volume trading, dan adopsi stablecoin yang melambat.

Disponsori
Disponsori

Saham Coinbase mencerminkan volatilitas Bitcoin, turun 60% dari level tertinggi 18 Juli. Sedangkan Bitcoin sendiri sudah jatuh hampir 50% dari rekor tertinggi awal Oktober 2025 di sekitar US$126.000 menjadi di bawah US$63.000 pada awal Februari 2026.

Performa Harga Saham Coinbase (COIN) dan Bitcoin (BTC)
Performa Harga Saham Coinbase (COIN) dan Bitcoin (BTC) | Sumber: TradingView

Adapun kekayaan Armstrong sangat terikat pada kepemilikan saham 14% di Coinbase, platform trading kripto yang berbasis di New York dan ia dirikan bersama Fred Ehrsam pada 2012 silam.

Ia juga memiliki investasi di NewLimit, startup bioteknologi yang fokus pada bidang longevity, dan selama ini ia secara bertahap menjual sebagian kepemilikan di Coinbase.

Meski mengalami kerugian besar di atas kertas, Armstrong masih berstatus miliarder, dengan kekayaan diperkirakan sekitar US$7,5 miliar.

Dampak penurunan pasar kripto tidak hanya dirasakan Armstrong. Cameron dan Tyler Winklevoss, co-founder Gemini, melihat kekayaan bersih mereka turun menjadi masing-masing US$1,9 miliar dari US$8,2 miliar pada Oktober 2025.

Gemini baru-baru ini mengumumkan rencana untuk memangkas sekitar 25% karyawan dan mengurangi sebagian operasi internasionalnya.

Disponsori
Disponsori

Michael Novogratz, CEO Galaxy Digital, melihat kekayaannya merosot dari US$10,3 miliar menjadi US$6,2 miliar setelah kerugian lebih besar dari perkiraan senilai US$500 juta pada Q4 2025.

Co-founder Strategy Inc. Michael Saylor juga kehilangan sekitar dua pertiga dari kekayaannya, sehingga kekayaan bersihnya menjadi US$3,4 miliar.

Coinbase Menghadapi Tekanan Pasar, Armstrong Tetap Bullish

Coinbase sendiri menghadapi tantangan operasional di tengah penurunan pasar. Volume trading anjlok tajam, dan pendapatan transaksi kuartal 4 2025 diperkirakan turun 33,5% dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, para bettor di Polymarket menilai ada peluang 29% bahwa GAAP EPS Coinbase Global untuk kuartal terkait akan melampaui US$0,61.

Proyeksi Pendapatan Coinbase
Proyeksi Pendapatan Coinbase | Sumber: Polymarket

Selama aksi jual ini, “Coinbase premium”—yaitu selisih harga BTC di Coinbase dibanding exchange lain—menjadi negatif. Ini menunjukkan permintaan institusi AS yang lebih lemah dan potensi arus keluar dana.

Exchange ini juga menghadapi tekanan dari regulasi dan persaingan dari platform kripto lain seperti Hyperliquid.

Meski pasar sedang gonjang-ganjing, Armstrong tetap mempertahankan pandangan bullish jangka panjang. Ia secara terbuka menyebut aset kripto “menggerogoti layanan keuangan dengan kecepatan luar biasa” dan melihat penurunan pasar sebagai peluang untuk menciptakan produk baru.

Armstrong juga pernah memprediksi bahwa Bitcoin bisa mencapai US$1.000.000 pada tahun 2030. Ia menempatkan aset digital ini sebagai alat pemerataan kekayaan dan inovasi keuangan.

Kendati begitu, meskipun kekayaan Armstrong sangat terdampak, posisinya sebagai pendiri dan pemegang saham utama bisa semakin menguat di masa depan.

Secara historis, penurunan pasar telah memperkuat posisi platform yang bertahan, dan Coinbase berpotensi muncul lebih efisien serta semakin dominan jika adopsi dari ritel dan institusi kembali meningkat.

Meski begitu, pelemahan pasar yang berkepanjangan atau kondisi “crypto winter” penuh bisa memberikan tekanan pada pertumbuhan dan menguji strategi para pemimpin.

Gelombang kerugian baru-baru ini menunjukkan tingginya volatilitas pasar kripto. Walaupun Armstrong terdepak dari daftar 500 teratas Bloomberg karena kekayaan kertasnya menyusut tajam, para pionir aset kripto jangka panjang seperti dirinya sudah terbiasa menghadapi berbagai siklus pasar sejak 2012.

Bagaimana pendapat Anda tentang anjloknya kekayaan Brian Armstrong dan dampaknya bagi Coinbase serta pasar kripto secara keseluruhan di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori