Kembali

Musim Dingin Kripto Bisa Kembali pada 2026, Motley Fool Peringatkan

sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Oihyun Kim

01 Januari 2026 08.15 WIB
Tepercaya
  • Bitcoin alami kerugian tahunan pertama sejak 2022, turun 6% setelah tarif Oktober picu likuidasi rekor US$19 miliar.
  • Analis peringatkan musim dingin aset kripto bisa kembali di 2026, mengikuti pola siklus empat tahun seperti penurunan pada 2018 dan 2022.
  • Strategi treasury Bitcoin mendapat sorotan karena sebagian besar pengadopsinya adalah perusahaan small-cap yang belum terbukti dan merugi serta punya daya beli terbatas.
Promo

Bitcoin menutup tahun 2025 dengan kerugian tahunan pertamanya sejak 2022, dan beberapa analis memperingatkan bahwa masa sulit ini mungkin belum berakhir. Dengan pemicu utama yang sudah habis dan tekanan ekonomi makro yang terus meningkat, pasar aset kripto bisa menghadapi tahun penuh tantangan lagi ke depan.

Sean Williams dari Motley Fool mengingatkan bahwa kripto winter bisa kembali terjadi pada 2026, mengikuti pola penurunan tajam setiap empat tahun sekali seperti yang terjadi pada 2018 dan 2022.

Sponsored
Sponsored

Musim dingin bisa membuat XRP turun ke US$1

Ia menyoroti bahwa peristiwa halving Bitcoin, terpilihnya Trump, dan pengesahan Genius Act semuanya sudah menjadi “masa lalu”, sehingga investor tidak memiliki pegangan yang nyata lagi.

“Bitcoin sudah turun lebih dari 30% dari harga tertinggi 52 minggunya,” terang Williams. “Masalah utama bagi aset kripto saat ini adalah tidak ada pemicu besar untuk tahun baru.”

Williams juga memprediksi tren Strategic Bitcoin Reserve, yang pertama kali dijalankan oleh Michael Saylor melalui perusahaan Strategy (sebelumnya MicroStrategy), akan “berubah menjadi salah satu kegagalan terbesar di Wall Street pada 2026.” Kebanyakan perusahaan yang mengikuti langkah Strategy ini “belum terbukti dan justru membukukan kerugian,” serta punya daya beli terbatas untuk menopang permintaan Bitcoin.

“Selain itu, perusahaan yang mengadopsi Strategic Bitcoin Reserve terus diperdagangkan pada kelipatan signifikan dibanding nilai aset bersih digital mereka,” tulis Williams. “Membayar premi dua digit atau bahkan tiga digit dari NAV benar-benar tidak masuk akal saat exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot telah membuat investasi jadi jauh lebih mudah.”

Terkait XRP, Williams justru memberikan prediksi sangat bearish, memperkirakan harganya turun kembali ke US$1. Ia beralasan bahwa pemicu positif seperti terpilihnya Trump, berakhirnya kasus Ripple-SEC, serta persetujuan ETF spot sudah tercermin di harga. Ia juga menyebut bahwa hanya sekitar 300 institusi keuangan yang memakai XRP, sedangkan lebih dari 11.000 institusi memakai SWIFT untuk pembayaran lintas negara.

Satu-satunya harapan cerah yang diakui Williams yaitu kemungkinan “banyaknya persetujuan ETF kripto spot” di 2026. Dengan 125 ETF aset kripto yang masih menunggu persetujuan regulator per pertengahan Desember, ia memperkirakan persetujuan untuk Avalanche, Cardano, Polkadot, dan lainnya. Hal ini bisa membuat beberapa altcoin mengungguli Bitcoin.

Sponsored
Sponsored

Rekap 2025: Tekanan Ekonomi Makro Dorong Kerugian Tahunan Pertama

Kinerja Bitcoin sepanjang 2025 menegaskan betapa tidak pastinya pasar menghadapi tahun baru. Kripto ini turun lebih dari 6% sepanjang tahun, ditutup di harga US$87.474—ini menjadi kerugian tahunan pertama sejak 2022.

Awal tahun sempat berjalan baik, di mana Bitcoin melejit setelah kemenangan Trump di pemilu dan bahkan mencatat rekor tertinggi di atas US$126.000 pada awal Oktober. Tapi pada 10 Oktober, pasar anjlok ketika Trump mengumumkan tarif baru untuk impor Cina serta mengancam pengendalian ekspor software penting, sehingga memicu lebih dari US$19 miliar likuidasi—terbesar dalam sejarah kripto.

Analis menyebut pergerakan Bitcoin sepanjang 2025 makin mengikuti sentimen pasar saham karena semakin banyak investor ritel dan institusi masuk ke aset kripto. Korelasi ini bisa semakin kuat pada 2026, karena kripto makin terikat pada faktor yang mempengaruhi saham dan aset risiko lainnya, seperti perubahan kebijakan moneter serta kekhawatiran atas valuasi saham terkait AI yang dinilai sudah sangat tinggi.

Dari sisi regulasi, industri kripto berhasil mencatat beberapa kemenangan di bawah pemerintahan Trump, termasuk dihentikannya tuntutan SEC era Biden terhadap Coinbase dan Binance, serta pengesahan Genius Act yang menetapkan aturan federal untuk stablecoin. tapi, legislasi terkait struktur pasar dan pengecualian aturan SEC yang bisa mengatasi masalah inti industri masih tertunda dan mengancam meredupkan euforia pelaku industri.

Bulls Melihat Gambaran Berbeda

Tidak semua orang sepakat dengan pandangan bearish ini. Beberapa analis justru menilai bahwa 2026 akan melahirkan reli dan altcoin season yang gagal terjadi di 2025, dengan alasan Gedung Putih yang ramah terhadap kripto, adopsi institusional yang berlanjut, pertumbuhan stablecoin, dan potensi pemangkasan suku bunga sebagai pemicu utama. Para analis juga memperkirakan teknologi blockchain akan digunakan di lebih banyak sektor selama 2026.

Untuk sudut pandang optimistis tentang 2026, simak laporan kami di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori