Terkait topik iniLaporan GBA

2 Alasan CEO Custodia Menilai Peretasan Binance Senilai US$6 Miliar Mengubah Aset Kripto

  • FBI mengatakan hacker Korea Utara mencuri lebih dari US$6 miliar dari Binance.
  • Membekukan dana terkunci senilai US$2,85 miliar. Sebanyak US$3,21 miliar lainnya berada di luar jangkauan.
  • Caitlin Long mengatakan aturan pembekuan bisa saja berpindah ke dalam stablecoin itu sendiri.
Promo

Hacker asal Korea Utara mencuri lebih dari US$6 miliar dari Binance, ujar FBI, menjadi pencurian kripto terbesar sepanjang sejarah. Hampir setengah dananya kini sudah dibekukan, mayoritas oleh perusahaan di balik dua stablecoin dolar.

CEO Custodia Bank, Caitlin Long, menjelaskan kalau kejadian ini mengubah dunia kripto dalam dua hal. Aksi peretasan kini punya taruhan geopolitik, dan regulator mungkin ingin aturan pembekuan diterapkan langsung di dalam token tersebut.

1. Peretasan Kripto Kini Memiliki Taruhan Geopolitik

FBI menyalahkan serangan 29 Oktober pada TraderTraitor, sebutan untuk unit hacker negara Korea Utara. FBI meminta perusahaan kripto memblokir dana apa pun yang terhubung ke hacker tersebut.

Long menulis bahwa aksi peretasan ini “pasti akan berdampak besar secara geopolitik.” Pada 2023, pejabat siber Gedung Putih menyampaikan bahwa pencurian semacam ini membiayai sekitar setengah dari program rudal Korea Utara, terang sebuah surat dari senator AS.

Disponsori
Disponsori

Rampasan dari Binance ini lebih dari empat kali rekor sebelumnya, yakni kerugian Bybit senilai US$1,46 miliar di tahun 2025.

Long menyebut serangan ini “level selanjutnya,” sambil menyoroti pelanggaran bersamaan di Chainalysis, perusahaan pelacak kripto. Dia berpendapat serangan itu bertujuan memperlambat proses pembekuan, meski klaim tersebut masih belum terkonfirmasi.

2. Aturan Freeze Bisa Masuk ke Dalam Stablecoin Sendiri

Saat ini, keputusan membekukan stablecoin, yaitu token kripto yang nilainya dipatok pada dolar AS, ada di tangan perusahaan. Tether membekukan 1,18 miliar token USDT miliknya 37 menit setelah dana curian masuk, menurut Elliptic. Circle pun membekukan 823 juta USDC tiga menit setelahnya.

Long memperkirakan regulator menghendaki kekuatan itu tertanam di dalam kode token.

“Itu akan berdampak pada regulasi, sebab regulator AS pasti ingin kepatuhan dimasukkan langsung ke dalam smart contract stablecoin (bukan sekadar fitur tambahan di luar chain, seperti saat ini),” tambah Long .

Para hacker justru sudah menemukan celah agar bisa melewati tombol freeze. Chainalysis mengamati mereka menyimpan stablecoin ke pool pinjaman Tron, yang lalu memberikan token bukti kepemilikan (receipt token) yang tak bisa dibekukan oleh perusahaan mana pun.

Kode juga punya batasan. Sekitar US$3,21 miliar hasil curian ada dalam Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan aset kripto lain yang tidak mungkin dibekukan, menurut Elliptic.

Hukum AS sebenarnya sudah mewajibkan penerbit stablecoin menyediakan tombol freeze berdasarkan GENIUS Act 2025, papar Komite Perbankan Senat.

Binance menyatakan telah mengganti 95% dari token yang dicuri. Perusahaan ini berencana membuka kembali penarikan untuk 15 aset kripto pada 1 November, tulis co-founder Yi He . Pendiri dan mantan CEO Binance, CZ, membenarkan bahwa penarikan kini sudah dibuka.

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori