Kembali

CZ di Davos: Kripto Akan Menjadi Alat Bayar untuk Agen AI

author avatar

Ditulis oleh
Oihyun Kim

editor avatar

Diedit oleh
Bey

23 Januari 2026 15.45 WIB
  • Blockchain akan menjadi antarmuka teknis paling alami untuk agen AI, dengan aset kripto sebagai native currency mereka.
  • binance melayani 300 juta pengguna dan memproses penarikan sebesar US$14 miliar dalam satu minggu tanpa gangguan.
  • Mayoritas meme coin tidak akan bertahan jangka panjang, CZ memperingatkan, kemungkinan mengikuti pola boom-and-bust seperti yang terjadi pada NFT.
Promo

Changpeng Zhao, pendiri exchange aset kripto terbesar di dunia, Binance, memprediksi bahwa aset kripto akan menjadi mata uang default untuk agen artificial intelligence pada sebuah diskusi panel di World Economic Forum di Davos.

Bersama para eksekutif dari ING Group, BNY Mellon, dan Primavera Capital Group, CZ memaparkan visinya mengenai bagaimana teknologi blockchain dan AI akan bersatu untuk mengubah lanskap keuangan global.

Sponsored
Sponsored

AI Agents Akan Transaksi dengan Aset Kripto

CZ menyebutkan artificial intelligence sebagai salah satu dari tiga sektor baru yang akan benar-benar mengubah dunia keuangan.

“Mata uang native dari AI agents adalah aset kripto,” ujar CZ. “Blockchain akan menjadi antarmuka teknologi paling alami untuk AI agents.”

Ia mengakui bahwa teknologi AI sekarang masih terbatas dalam penerapan sehari-hari. “AI saat ini masih jauh dari agen yang benar-benar cerdas—AI belum bisa memesan penerbangan atau membayar makan siang Anda,” terang dia. “Tapi nanti kalau sudah sampai di tahap itu, semua pembayaran pasti akan lewat aset kripto.”

Prediksi tersebut mencerminkan minat industri yang makin besar pada persilangan AI dan blockchain, karena sistem otonom semakin membutuhkan infrastruktur pembayaran yang mulus dan bisa diprogram.

Tokenisasi dan Pembayaran Lengkapi Tiga Besar

Di luar AI, CZ juga menyoroti tokenisasi dan pembayaran sebagai area pertumbuhan utama. Terkait tokenisasi, ia mengungkapkan dirinya sedang aktif berdiskusi dengan beberapa pemerintah.

Sponsored
Sponsored

“Saya sedang berdiskusi dengan lebih dari selusin pemerintah mengenai strategi tokenisasi aset, di mana pemerintah bisa mendapatkan keuntungan finansial lebih awal dan mempercepat upgrade di sektor penambangan, perdagangan, dan sektor lainnya,” ucapnya.

Pembayaran, menurutnya, masih menjadi tantangan yang belum terpecahkan. “Kami sudah mencoba, tapi memang belum menemukan solusinya,” aku CZ. “Lebih tepatnya, aset kripto belum benar-benar masuk ke ranah pembayaran.”

Meskipun begitu, ia melihat kemajuan di solusi hybrid yang menggabungkan sistem pembayaran konvensional dengan infrastruktur kripto—konsumen tetap menggesek kartu, tapi saldo kripto terpotong dari wallet mereka, dan merchant menerima pembayaran dalam fiat. “Setelah jembatan-jembatan itu terbangun, dunia pembayaran akan mengalami perubahan besar,” prediksinya.

Binance dalam Angka

CZ juga memberi gambaran tentang skala Binance saat ini, dengan data yang menunjukkan bahwa aset kripto sudah masuk ke arus utama.

Sponsored
Sponsored

Exchange tersebut melayani 300 juta pengguna di seluruh dunia—angka yang menurut CZ, “sepertinya lebih besar dari bank mana pun yang saya ketahui.” Volume trading tidak hanya melampaui Bursa Saham Shanghai, tetapi juga melebihi Bursa Saham New York tahun lalu.

Dia juga menyoroti ketahanan platform tersebut di tengah gejolak pasar. Pada Desember 2023, setelah kejatuhan FTX dan kekacauan lain di industri, Binance berhasil memproses penarikan sebesar US$7 miliar dalam satu hari tanpa gangguan. Total penarikan minggu itu pun menembus US$14 miliar dan platform tetap berjalan normal.

“Dalam sistem perbankan, saya belum pernah mendengar ada bank yang bisa bertahan menghadapi penarikan besar seperti itu,” tutur CZ, dengan menekankan perbedaan antara model full-reserve kripto dan perbankan tradisional yang menggunakan sistem fractional reserve.

Yang Tidak Akan Bertahan

CZ juga memberi penilaian jujur tentang hal-hal yang mungkin tidak akan bertahan lama.

Pembayaran Bitcoin, meski sudah diupayakan selama sepuluh tahun, nyatanya belum menunjukkan banyak kemajuan. “Kalau sepuluh tahun lalu Anda menanyakan hal ini ke saya, saya pasti bilang pembayaran Bitcoin. Tapi hari ini, satu dekade kemudian, kita masih sangat jauh,” papar CZ.

Sponsored
Sponsored

Meme coin juga mendapat keraguan yang sama. “Saya punya firasat kuat bahwa meme coin akan mengalami nasib serupa” dengan NFT, yang “sempat sangat populer—lalu sekarang menurun drastis.” Meski proyek yang punya nilai budaya seperti Dogecoin mungkin tetap eksis, “saya yakin sebagian besar meme coin tidak akan bertahan.”

Kantor cabang bank fisik juga akan terus menurun. “Permintaan untuk kantor cabang bank fisik akan turun tajam,” prediksi CZ, dengan menyebut elektronifikasi KYC dan layanan keuangan digital yang terus berkembang.

Lanskap Regulasi

Soal regulasi, CZ menjelaskan bahwa aturan kripto sangat bervariasi di setiap negara. Binance memegang 22-23 lisensi secara global, tapi kebanyakan negara masih belum punya kerangka hukum resmi.

Dia mendorong adanya “paspor” regulasi, yang memungkinkan lisensi diakui antar negara—langkah yang dianggap lebih realistis daripada membentuk regulator global baru.

“Aset kripto pada dasarnya sama di mana-mana. Kita seharusnya tidak perlu menyesuaikan dengan setiap yurisdiksi,” tegasnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang pendapat CZ di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori