Dango akan menutup platform trading beserta blockchain miliknya setelah menyimpulkan bahwa proyek ini tidak memiliki jalan menuju kesuksesan komersial yang berkelanjutan. Tim Dango meminta pengguna untuk menutup posisi serta menarik dana mereka.
Penutupan ini terjadi hanya beberapa bulan setelah Dango membuka trading perpetual Futures pada bulan April. Penutupan serupa telah berulang kali terjadi di sektor ini hingga tahun 2026.
Dango Tetapkan 2 Tenggat Waktu bagi Pengguna untuk Keluar
Dango menjalankan blockchain layer-1 (L1) serta decentralized exchange (DEX). Keduanya kini sedang menghitung mundur menuju penutupan.
Trading akan berhenti pada Rabu, 29 Juli, pukul 12 siang UTC. Posisi tersisa akan ditutup pada harga oracle, dan deposit di vault penyedia likuiditas juga akan terbuka. Tim Dango menerangkan bahwa semua saldo akan dikembalikan dalam bentuk USDC ke akun spot pengguna.
L1 kemudian akan berhenti beroperasi pada Rabu, 13 Agustus, pukul 12 siang UTC. Deposit yang belum diambil pada waktu itu akan dikembalikan ke alamat Ethereum (ETH) asalnya.
“Dana Anda aman. Batas penarikan akan segera dicabut. Kami menganjurkan Anda untuk menutup posisi lalu menarik dana Anda. Harap berhati-hati terhadap slippage, karena likuiditas diperkirakan akan tipis,” tulis Dango di X.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Pendiri Dango, Larry, mengungkapkan bahwa ada banyak tekanan yang melatarbelakangi hal ini, bukan hanya satu faktor kegagalan.
“Sejak peluncuran di bulan April, tim kami menghadapi banyak tantangan besar: dana menipis, masalah hukum/komplian yang menyebabkan penundaan besar dalam meluncurkan fitur-fitur baru, sehingga pertumbuhan pun terhenti, kehilangan talenta tim, serta kondisi pasar yang secara keseluruhan sangat kurang mendukung,” terang dia lewat X.
Dango bukan satu-satunya yang tutup. CryptoRank mencatat ada 17 penutupan dan kebangkrutan besar di sektor kripto sampai 23 Juli, termasuk Loopring DEX, Movement Labs, dan Bitcoin Depot.
Subscribe ke channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis memberikan wawasan ahli








