Sekitar US$856 juta stablecoin keluar dari peredaran minggu lalu, menurut data mingguan Lookonchain.
Trading di decentralized exchange juga melambat pada waktu yang sama, namun ada satu kelompok trader yang justru bertindak sebaliknya.
Ke Mana Perginya Dana Stablecoin?
Trader biasanya menyimpan uang di stablecoin sebelum membeli Bitcoin atau koin lain. Jadi, jika pasokan stablecoin berkurang, artinya dana siap belanja pun ikut berkurang.
Sebagian besar arus keluar berasal dari Ethereum dan Solana. Masing-masing blockchain ini kehilangan US$726 juta dan US$619 juta dalam bentuk Tether (USDT) dan USD Coin (USDC), menurut data Lookonchain menunjukkan.
Tron justru bergerak sebaliknya, dengan menambah US$526 juta.
Apakah Trader Pergi atau Bertaruh dengan Uang Pinjaman?
Menariknya, penurunan mingguan secara total hanya sekitar 0,3% dari seluruh stablecoin yang beredar, menurut DefiLlama.
Jadi, dengan penurunan kurang dari 0,5%, apakah ini sudah cukup membuktikan bahwa investor keluar dari aset kripto?
Decentralized exchange (DEX) adalah aplikasi di mana pengguna bisa menukar koin langsung lewat wallet mereka sendiri tanpa perantara perusahaan. Volume trading spot di sana turun 19,34% secara mingguan menjadi US$47,84 miliar. Volume Uniswap sendiri anjlok 25,8%.
Perpetual futures justru naik. Kontrak ini memungkinkan trader bertaruh pada harga naik atau turun, sering kali menggunakan dana pinjaman. Volume DEX untuk instrumen ini naik 8,2% menjadi US$149,39 miliar.
Data volume ini tidak menunjukkan ke arah mana para trader bertaruh.
Perusahaan publik, di sisi lain, mengurangi kepemilikan mereka secara bersih sebanyak 89 BTC atau sekitar US$7,37 juta. Bitcoin miner CleanSpark menjual 173 BTC, dan Silvia, Inc. menjual 165 BTC.
MicroStrategy tetap menambah 250 BTC, seperti yang perusahaan Saylor mulai perlahan membeli lagi. Secara terpisah, BitMine membeli 12.532 ETH senilai US$31,75 juta, walaupun perusahaan itu mendekati batas ETH mereka.
Bitcoin diperdagangkan di US$82.859 pada waktu publikasi, turun hampir 5% dibandingkan minggu sebelumnya. Harga juga masih berada di bawah ambang US$85.000 selama beberapa hari di tengah trading yang sepi.
Meski begitu, tidak semua indikator melemah. Biaya yang dikumpulkan aplikasi kripto naik 4,44% dari minggu sebelumnya, dipimpin oleh Tether dengan US$122,06 juta. Angka stablecoin pekan depan akan menunjukkan apakah dana yang keluar bakal kembali.









