Strategy (dulu MicroStrategy) ingin menjadi bank Bitcoin terbesar di dunia. Michael Saylor kembali menegaskan tujuan tersebut pada 6 November.
Pada hari yang sama, seorang peneliti on-chain menunjukkan bahwa seluruh blockchain Bitcoin masih dapat disimpan di satu hard drive 1TB. Ini memungkinkan pengguna biasa untuk memeriksa jaringan sendiri, tanpa perlu bank.
MicroStrategy Tawarkan Bank Bitcoin di Money20/20
CEO Strategy, Phong Le, memaparkan rencananya di konferensi fintech Money20/20. Di sana, ia membahas Bitcoin sebagai modal digital, saham preferen STRC milik perusahaan, dan penggabungan antara keuangan tradisional dan decentralized finance.
Menurut Le, Strategy telah berkembang dari perusahaan perangkat lunak menjadi holder 845.000 BTC.
Saylor membagikan wawancara Le di X tak lama kemudian.
Gagasan ini sebenarnya bukan hal baru. Pada bulan September, Saylor sudah mengajak bank untuk memegang dan memberikan pinjaman dengan jaminan Bitcoin.
Blockchain Masih Bisa Disimpan di Satu Drive, untuk Saat Ini
Pada hari itu, seorang peneliti on-chain membagikan data ukuran blockchain dari tahun ke tahun. Ukuran blockchain ini bertambah dari 0,3 GB di tahun 2011 menjadi 780 GB di tahun 2026. Artinya, siapa saja dengan drive 1TB masih dapat menjalankan full node, yang merupakan inti janji Bitcoin sebagai “bank sendiri”.
Pengembang Bitcoin Knots, Luke Dashjr, memberikan tanggapan bahwa “16 GB/tahun adalah batasnya untuk saat ini.” Namun, peneliti tersebut tidak setuju. “Antara Juli sampai September 2026, chain ini bertambah sekitar 85 GB per tahun,” terang peneliti tersebut.
“Bahkan batas lama 1 MB menghasilkan sekitar 52 GB/tahun, jadi 16 GB/tahun bukan batas untuk apa pun,” tambah unggahan itu.
Dashjr sudah lama mendorong agar ukuran blok diperkecil supaya pengguna rumahan bisa tetap menjalankan node. Pada bulan September, sang pengembang menyuruh seorang pendukung fork-nya untuk menggunakan komputer sungguhan, setelah Raspberry Pi milik pendukung tersebut harus melakukan resync.
Pengguna lain bahkan menyarankan untuk menghapus seluruh riwayat chain sebelum tahun 2020.
Sementara itu, Strategy terus membangun bank Bitcoinnya dari sisi keuangan, dimana saham dividen 12% miliknya sudah mulai pulih dari posisi terendah di bulan Juni.
Meskipun demikian, perdebatan soal data chain menandakan masih banyak pengguna yang ingin tetap menjadi bank mereka sendiri. Awal tahun ini, sengketa yang sama membuat pendukung Knots mengklaim jaringan sedang mendapat serangan.









