Dogecoin (DOGE) nyaris tidak bergerak setelah testnet DogeOS dibuka untuk publik pada 30 September. Jaringan ini memungkinkan pengembang menjalankan aplikasi smart contract yang menggunakan DOGE sebagai biaya.
Tim di balik wallet MyDoge yang membangun DogeOS. Untuk para holder, peluncuran ini menambah kegunaan DOGE, bukan hanya sekedar pembayaran dan tipping.
Apa yang Berubah Pada DOGE Dengan Testnet DogeOS
DOGE hampir tidak bergerak sejak peluncuran, dan harga Dogecoin masih berada di bawah puncaknya pada akhir September.
DogeOS berfungsi sebagai zero-knowledge (ZK) rollup, yaitu layer-2 yang menggabungkan transaksi dan membuktikannya dengan kriptografi. Pada dokumentasinya disebutkan bahwa data akan disimpan di Ethereum dan bergantung pada Dogecoin untuk finalitas.
DogeOS juga mendukung Ethereum Virtual Machine (EVM). Jadi, para pengembang Ethereum bisa memindahkan aplikasi mereka dengan sedikit perubahan saja.
DOGE memang sudah dipakai untuk membayar biaya di main chain Dogecoin. Pada DogeOS, DOGE juga digunakan untuk biaya menjalankan smart contract, seperti yang tertera pada dokumentasi mereka.
Tim DogeOS menyebut beberapa proyek awal di antaranya adalah Barkswap (mesin likuiditas), Derps (perpetual exchange), dan Snag (agregator pasar prediksi).
Mengapa Harga DOGE Tidak Bergerak Usai Peluncuran
Meski begitu, DOGE di testnet hanya berasal dari faucet dan tidak memiliki nilai nyata. Karena itu, peluncurannya belum menciptakan permintaan langsung untuk koin ini.
Bahkan di mainnet, biaya rollup biasanya kecil. DOGE yang dijembatani dan dikunci di aplikasi justru bisa lebih penting bagi para holder.
Pendukung ekosistem melihat ini sebagai titik balik. Timothy Stebbing, seorang direktur Dogecoin Foundation, berharap DogeOS jadi gerbang untuk 100 startup selanjutnya di Dogecoin.
“L1 ledger purity must stay intact while we introduce utility one layer above, and that is what DogeOS represents to me.”
ujar Timothy Stebbing, Sumber
Akun resmi Dogecoin di X menyebut peluncuran ini sebagai tonggak besar dan memberi petunjuk akan ada kabar ekosistem lain.
Sementara itu, ETF Dogecoin mencatat arus masuk mingguan rekor pada akhir September, meski Bitwise bergerak untuk menutup ETF Dogecoin-nya.
namun, Shiba Inu menjadi contoh peringatan. Penggunaan Shibarium merosot tajam walau sudah bertahun-tahun menjadi layer-2 di ekosistemnya sendiri.
DogeOS belum membagikan tanggal mainnet di dokumentasinya. Penggunaan nyata setelah peluncuran sepertinya akan menentukan apakah peran baru DOGE ini bisa menggerakkan harga.









