Kripto Sudah Memperkirakan: Bagaimana Penurunan Hari Minggu Menandai Anjloknya Pasar Hari Senin

  • Pasar aset kripto turun pada hari Minggu setelah pembicaraan antara AS dan Iran di Islamabad gagal
  • Futures saham AS turun lebih dari 1% pada hari Senin saat harga minyak melonjak melewati US$105 per barel.
  • CENTCOM mengumumkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran mulai hari Senin.
Promo

Bursa dibuka hari Senin dengan aksi jual yang sudah diperkirakan oleh investor aset kripto. Gagalnya perundingan damai antara AS dan Iran di Islamabad dan blokade laut baru oleh AS memberikan dampak pada kelas aset utama.

Kegagalan akhir pekan tersebut memunculkan kekhawatiran baru terkait potensi gangguan pasokan dan menambah keraguan pada kesepakatan gencatan senjata dua minggu yang rapuh dan akan berakhir pada 22 April.

Penurunan Kripto di Hari Minggu Menjadi Sinyal Konfirmasi Jual di Bursa Saham Senin

Bitcoin (BTC) turun dari level tertinggi akhir pekan mendekati US$74.000 ke titik terendah harian di US$70.570 kemarin, setelah Wakil Presiden JD Vance memastikan bahwa 21 jam negosiasi berakhir tanpa kesepakatan. Total kapitalisasi pasar aset kripto merosot sekitar 1,8%.

Aksi jual makin dalam setelah US Central Command (CENTCOM) mengumumkan blokade untuk “seluruh lalu lintas maritim masuk dan keluar pelabuhan Iran pada 13 April pukul 10 pagi waktu ET.”

Disponsori
Disponsori

Data Pasar BeInCrypto menunjukkan kapitalisasi pasar keseluruhan turun 2,68% dalam 24 jam terakhir. Pada waktu publikasi, BTC diperdagangkan di US$71.125. Ethereum (ETH) sudah turun ke US$2.204.

Sementara itu, pada Senin pagi, pasar tradisional mengonfirmasi apa yang sudah diantisipasi pasar kripto. The Kobeissi Letter menyampaikan, S&P 500 dan Dow Jones masing-masing turun sekitar 1%, sedangkan Nasdaq 100 turun 1,3%.

“US stock market futures open sharply lower as Iran War peace talks end without a deal,” tulis Kobeissi Letter.

Subscribe ke channel YouTube kami untuk menonton para pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan ahli

Harga emas dan perak sama-sama melemah pada jam perdagangan Asia di hari Senin. Harga emas turun 0,75% ke US$4.711 per ons, mundur alih-alih reli meski suasana geopolitik memanas. Harga perak jatuh lebih tajam, anjlok lebih dari 2% ke US$74,20. 

Pelemahan pada logam mulia menunjukkan bahwa biaya energi yang meningkat dan potensi inflasi berkepanjangan lebih besar pengaruhnya ketimbang permintaan aset safe-haven, sebab trader makin memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga tetap lebih lama.

Pada akhirnya, pasar energi juga bereaksi kuat, tapi arahnya justru sebaliknya. Minyak mentah AS melonjak lebih dari 10% melewati US$105 per barel. Minyak mentah Brent internasional naik 8%. Harga grosir bensin melonjak 6%, dan harga minyak pemanas yang menjadi acuan bahan bakar pesawat, naik 9,3%.

Ikuti kami di X untuk mendapat berita terbaru secara langsung

Pola seperti ini sudah mulai sering terjadi. Selama konflik AS-Iran berlangsung berminggu-minggu, kripto terus-menerus memberi sinyal risiko geopolitik sebelum sesi saham dibuka. Dengan tenggat waktu gencatan senjata dua minggu sudah semakin dekat, para trader di kedua pasar kini tetap dihantui ketidakpastian soal apakah diplomasi bisa berjalan secepat potensi eskalasi konflik.


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori