Presiden El Salvador, Nayib Bukele, mengisyaratkan kunjungan mendatang ke Presiden AS, Donald Trump, di Gedung Putih. Langkah ini memicu spekulasi tentang kerja sama yang lebih erat antara dua pemimpin pro-Bitcoin tersebut.
Walaupun belum ada agenda resmi yang dirilis, jika dikonfirmasi, pertemuan ini akan menjadikan Bukele sebagai pemimpin dari Belahan Barat pertama yang mengunjungi Trump di Gedung Putih selama masa jabatannya saat ini.
Bisakah Bitcoin Meningkatkan Hubungan Diplomatik Antara AS dan El Salvador?
Pada 28 Maret, Bukele menanggapi sebuah laporan yang mengklaim bahwa Trump berencana mengundangnya ke Washington.
Menanggapi di media sosial, Bukele mengonfirmasi kesediaannya untuk berkunjung dan dengan bercanda mencatat bahwa dia akan membawa “beberapa kaleng Diet Coke” — merujuk pada minuman favorit Trump.
Kedua pemimpin ini menikmati hubungan yang bersahabat sejak Trump kembali menjabat. Mereka dilaporkan berbicara setelah pelantikan, dan Trump kemudian berterima kasih kepada Bukele secara publik, memuji “pemahamannya tentang situasi mengerikan ini” terkait masalah perbatasan AS.
Sementara itu, kunjungan yang mungkin terjadi ini mengikuti penerimaan El Salvador terhadap anggota geng Venezuela yang dideportasi dari AS.
Individu-individu ini ditahan di Pusat Penahanan Terorisme berkeamanan tinggi di negara tersebut. Fasilitas ini baru-baru ini dikunjungi oleh Sekretaris Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem.
Pemerintahan Presiden Bukele mendapatkan pujian — dan kritik — internasional atas sikap tegasnya terhadap kejahatan. Tindakannya terhadap geng telah mengubah El Salvador dari salah satu negara paling berbahaya di dunia menjadi salah satu yang teraman di Amerika Latin.
Sementara itu, spekulasi berkembang di dalam komunitas kripto bahwa Bitcoin mungkin menjadi topik penting dalam diskusi para pemimpin tersebut. Baik Bukele maupun Trump telah secara terbuka mendukung Bitcoin, meskipun pendekatan mereka sedikit berbeda.
Sikap Bukele terhadap Bitcoin sangat proaktif. Pada tahun 2021, dia mempelopori pembentukan cadangan Bitcoin nasional pertama di dunia, yang kini telah tumbuh menjadi 6.130,18 BTC—bernilai lebih dari US$512 juta.

Selain itu, inisiatif pro-Bitcoin-nya telah menarik investasi asing yang substansial, termasuk kemitraan dengan perusahaan kripto terkemuka seperti Tether.
Presiden Trump juga baru-baru ini menjadi lebih mendukung aset kripto teratas ini, membalikkan skeptisisme sebelumnya.
Awal bulan ini, Trump mengizinkan pembentukan Cadangan Bitcoin Nasional AS, dengan pemerintah federal memegang kepemilikan awal sekitar 200.000 BTC.
Penyangkalan
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.
