Harga emas menorehkan angka US$5.000 per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sepanjang Januari saja, harganya sudah melonjak lebih dari US$650. Kenaikan 8,5% pada pekan lalu menjadi lonjakan mingguan terbesar sepanjang sejarah dalam hitungan dolar, sekaligus kenaikan persentase tertinggi sejak kepanikan pandemi Covid pada Maret 2020. Harga perak juga menembus US$100 per ons, naik 44% sejak awal tahun.
Arus deras menuju aset safe haven terjadi ketika pasar bersiap menghadapi tiga ancaman sekaligus: eskalasi tarif AS–Kanada–Cina, potensi intervensi yen, serta meningkatnya peluang shutdown pemerintah AS.
SponsoredReli Emas Mencerminkan Kepercayaan yang Mulai Luntur
Strategist TD Securities, Daniel Ghali mengungkap kepada Wall Street Journal bahwa reli emas berkaitan dengan keraguan pada kepercayaan terhadap sistem keuangan global. Kepercayaan memang terguncang, tapi belum putus, terang dia. Ia menambahkan, jika kepercayaan itu benar-benar putus, momentum naiknya harga emas bisa bertahan jauh lebih lama lagi.
Ada banyak faktor yang mendorong lonjakan emas. Dolar melemah di tengah intervensi Trump di Venezuela, tekanan pada Ketua The Fed Jerome Powell, dan ancaman tarif terkait Greenland. Pemangkasan suku bunga The Fed telah menurunkan imbal hasil obligasi negara dan dana pasar uang, sehingga biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah.
Cina sudah membeli emas selama 14 bulan berturut-turut, sementara bank sentral Polandia baru-baru ini menyetujui pembelian besar. Rasio P/E yang disesuaikan secara siklus menunjukkan valuasi saham kini ada di level tertinggi sejak bubble dot-com tahun 2000. Investor pun beralih ke aset alternatif.
Tiga Risiko yang Kini Pasar Pantau
Selain perburuan emas, ada tiga pemicu khusus yang membuat investor was-was dalam pekan ini.
Benturan Tarif antara AS, Kanada, dan Cina
Presiden Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% ke Kanada jika negara itu tetap melanjutkan kesepakatan dagang bebas dengan Cina. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, langsung membantah dan menegaskan tidak ada rencana FTA dengan Cina.
Sponsored Sponsored“Dalam perjanjian dagang bebas dengan AS dan Meksiko, ada komitmen untuk tidak membuat kesepakatan dagang bebas dengan ekonomi nonpasar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,” ujar Carney. “Kami tidak berniat melakukan itu dengan Cina atau negara ekonomi nonpasar lainnya.”
Hal yang Kanada lakukan hanyalah membuat perjanjian terbatas untuk merespon tarif balasan dari Cina. Pada tahun 2024, Kanada meniru kebijakan AS dengan menerapkan tarif 100% pada kendaraan listrik asal Cina dan 25% pada baja serta aluminium. Cina membalas dengan tarif 100% pada minyak canola Kanada, serta 25% pada daging babi dan makanan laut asal Kanada. Kini, Kanada sudah menurunkan tarif kendaraan listriknya menjadi 6,1% dengan kuota tahunan 49.000 unit—sekitar 3% dari total penjualan mobil di Kanada.
Masalahnya, Trump menyebut ini “salah satu kesepakatan terburuk sepanjang sejarah” dan terus menekan sepanjang akhir pekan. Menteri Keuangan Scott Bessent tampil di ABC dan menyampaikan, “Kita tidak bisa membiarkan Kanada jadi pintu masuk produk murah Cina ke AS”.
Trump juga mengejek Kanada di media sosial dengan menulis, “Cina kini benar-benar dan sepenuhnya mengambil alih negara Kanada yang dulunya besar. Sedih sekali melihatnya. Saya hanya harap mereka tidak menyentuh hoki es!” Pasar khawatir akan ada perlawanan bersama Kanada dan Cina pada hari Senin.
SponsoredAncaman Intervensi Yen
Yen menguat 0,7% ke 154,58 per dolar. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, memperingatkan soal aksi menghadapi “pergerakan tidak wajar,” dan muncul kabar bahwa Federal Reserve Bank of New York menghubungi lembaga keuangan untuk mencari tahu nilai tukar yen. Pasar menilai ini isyarat bahwa AS bisa membantu Jepang melakukan intervensi di pasar valuta asing.
Matt Maley, chief market strategist di Miller Tabak, membagikan kepada Bloomberg bahwa sebagian besar upaya menopang yen pada akhirnya malah mendorong kenaikan suku bunga jangka panjang, sehingga kebijakan Jepang jadi serba sulit tanpa solusi yang jelas.
Yen merupakan mata uang utama pendanaan carry trade. Intervensi sungguhan bisa memicu pembongkaran posisi carry trade yen, sehingga volatilitas di berbagai aset berisiko bisa makin membesar.
Peluang Shutdown Pemerintah AS Meningkat
Kesepakatan anggaran yang berlaku hingga 31 Januari kembali menemui masalah. Pasar prediksi Kalshi menunjukkan peluang shutdown melonjak sampai 78,5%. Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, sudah mengumumkan bahwa Demokrat menolak mendukung rancangan anggaran Department of Homeland Security usai dua penembakan maut oleh agen Immigration and Customs Enforcement di Minnesota.
Enam dari dua belas rancangan pengeluaran tahunan sudah diteken jadi undang-undang, tapi Partai Republik masih butuh dukungan Demokrat untuk mengesahkan sisa enam lainnya sebelum tenggat Jumat. Senator Patty Murray, Demokrat teratas di Komite Anggaran yang sebelumnya mendorong rekan-rekannya mendukung RUU itu, kini berubah sikap dengan mengatakan “agen federal tidak boleh membunuh orang di siang bolong tanpa konsekuensi apa pun”.
Sponsored SponsoredTidak seperti shutdown 43 hari pada Oktober lalu, beberapa departemen kini sudah mendapat pendanaan untuk satu tahun penuh, termasuk Departemen Kehakiman, Perdagangan, Dalam Negeri, dan Pertanian, sehingga shutdown total sepertinya tidak akan terjadi. Tapi tetap saja, sejumlah operasi pemerintah lain bakal terganggu dan Senat belum dijadwalkan kembali hingga Selasa karena badai salju.
Agenda Penting Pekan Ini dan Implikasinya
Keputusan FOMC The Fed sudah dijadwalkan pada 29 Januari. Diperkirakan tidak ada perubahan suku bunga, tapi Trump terus mendesak pemangkasan suku bunga. Pengumuman bahwa dirinya akan segera menunjuk pengganti Powell menambah satu lapisan ketidakpastian baru. Anggaran AS akan habis 31 Januari, sementara Jepang punya pemilu pada 8 Februari. Di sisi lain, laporan kinerja raksasa teknologi seperti Microsoft dan Tesla juga keluar pekan ini.
Lonjakan volume perdagangan Bitcoin sepanjang akhir pekan menandakan investor sudah masuk mode panik. Tiga tekanan besar sudah terjadi bahkan sebelum pasar AS dibuka, sementara ancaman tarif dari Trump kembali mengguncang pasar. Andaikata pola lama terulang, sentimen pasar yang buruk bisa memicu TACO (Tariff Announcement Cancelled/Overruled), namun volatilitas sulit dihindari setidaknya sampai saat itu tiba.
Rekor tertinggi emas dan perak mengirim sinyal jelas: pasar sedang mencari instrumen yang aman.
Bagaimana pendapat Anda tentang aksi harga gemilang emas ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!