Kekhawatiran semakin meningkat di komunitas aset kripto terkait peluncuran NYC token oleh mantan Walikota New York City, Eric Adams, setelah data on-chain menunjukkan penarikan likuiditas besar-besaran tak lama setelah peluncurannya.
Situasi ini membuat sejumlah anggota komunitas berspekulasi tentang kemungkinan adanya rug pull. Tapi, tim proyek menegaskan bahwa pergerakan likuiditas tersebut merupakan bagian dari proses penyeimbangan ulang.
SponsoredApa Itu Token NYC Milik Mantan Wali Kota Eric Adams?
Menurut laporan media, Adams memperkenalkan “NYC Token” dalam acara konferensi pers di Times Square pada hari Senin. Mantan walikota tersebut mengungkapkan bahwa hasil dari altcoin ini akan didistribusikan untuk upaya melawan antisemitisme dan sentimen anti-Amerika. Adams juga mengumumkan peluncuran ini di X (sebelumnya Twitter).
Berdasarkan situs resmi proyek, NYC Token dibuat di atas blockchain Solana. NYC Token memiliki total suplai sebesar 1 miliar token. Pada saat token generation event (TGE), suplai yang beredar mencapai 80 juta token.
Selain itu, proyek ini mengalokasikan 70% dari total suplai ke dalam “NYC Token Reserve,” yang tidak termasuk dalam suplai beredar yang direncanakan.
Sponsored Sponsored“NYCTOKEN ($NYC) dimaksudkan sebagai ekspresi dukungan serta keterlibatan terhadap nilai-nilai dan semangat yang terkandung dalam simbol ‘$NYC’ beserta karya seni terkait, dan tidak bertujuan untuk menjadi, ataupun dijadikan, peluang investasi, kontrak investasi, atau sekuritas dalam bentuk apapun. NYCTOKEN tidak terafiliasi, didukung, atau berhubungan dengan Kota New York, lembaga pemerintah, atau organisasi resmi Kota New York. Proyek ini digerakkan oleh komunitas dan dibuat oleh pengembang independen,” terang situs web tersebut.
Analis Angkat Kekhawatiran di Tengah Debut Token NYC
Berdasarkan data dari GeckoTerminal, token ini sempat mengalami reli kuat tak lama setelah rilis, sehingga kapitalisasi pasarnya melejit lebih dari US$700 juta. Tapi, momentum itu cepat mereda, harga token jatuh drastis dan kapitalisasi pasarnya turun di bawah US$100 juta.
Pada waktu publikasi, NYC berhasil mencatat pemulihan ringan, sehingga kapitalisasi pasarnya kembali sekitar US$128,8 juta.
Menariknya, analis on-chain memperingatkan tentang adanya aktivitas mencurigakan. Penyelidik blockchain, Rune Crypto, mengabarkan ke komunitas bahwa US$3,4 juta telah ditarik dari liquidity pool, sehingga diduga sebagai potensi penipuan.
Sponsored Sponsored“Eric Adams sekarang telah menguras lebih dari US$3.400.000 dari liquidity pool meme coin miliknya: ini sekarang menjadi rug-pull, lucunya kekayaan bersih dia cuma US$2.000.000,” ucap unggahan tersebut.
Bubblemaps juga menyoroti “aktivitas LP mencurigakan” di sekitar NYC. Wallet 9Ty4M, yang terhubung dengan pihak pengembang NYC token, membuat liquidity pool satu sisi di Meteora.
Pada puncak harga token, wallet ini menarik sekitar US$2,5 juta USDC. Kemudian wallet tersebut juga kembali menyuntikkan dana sekitar US$1,5 juta ke pool setelah harga turun kurang lebih 60%.
Platform tersebut menyebutkan bahwa situasi pada token berbasis Solana ini serupa seperti masalah yang terjadi pada token LIBRA. Hal ini memperkuat kekhawatiran tentang transparansi serta perlindungan investor di proyek aset kripto yang terkait politik.
Sponsored“Sayangnya, ini sangat mengingatkan pada peluncuran $LIBRA, di mana likuiditasnya juga dimanipulasi secara besar-besaran,” tulis Bubblemaps .
Selain masalah likuiditas, para analis juga menyoroti sentralisasi ekstrem. Analis kripto Star Platinum memperingatkan struktur proyek yang sangat terpusat dan risiko yang menghantui para holder ritel.
“5 wallet teratas saja: menguasai 92%+ suplai. Jika LP ditarik → langsung rug pull. Banyak token NYC palsu diluncurkan bersamaan → kebingungan memudahkan scammer. Bahkan penjualan 10% dari wallet yang memegang 70% suplai akan membuat grafik anjlok. Distribusi seperti ini tidak wajar. Ini bukan struktur pasar yang aman. Ritel sangat rentan terpapar,” tekan analis tersebut .
Meski demikian, proyek ini telah menanggapi aktivitas on-chain yang mendapat sorotan dengan menyampaikan bahwa pergerakan likuiditas tersebut adalah bagian dari proses penyeimbangan ulang.
Ke depannya, perkembangan NYC Token sepertinya akan bergantung pada kejelasan lebih lanjut seputar pengelolaan likuiditas. Pemantauan on-chain yang berlanjut serta komunikasi transparan dari tim proyek bisa membantu menjawab kekhawatiran komunitas seiring aktivitas pasar token ini berkembang dalam beberapa minggu ke depan.