Errol Musk, ayah dari pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk, mengatakan tidak ada keraguan bahwa aset kripto adalah masa depan keuangan.
Dalam wawancara eksklusif bersama Pemimpin Redaksi BeInCrypto, Vladimir Arkhireysky, insinyur asal Afrika Selatan ini menyebut model lama sudah “berakhir.” Komentar tersebut muncul bersamaan dengan pengakuan tentang kepemilikan Bitcoin (BTC) anak-anaknya dan pengalamannya sendiri dalam menggunakan pembayaran aset kripto.
Ayah Elon Musk Mendukung Crypto
Errol Musk sangat yakin tentang arah masa depan keuangan global.
“Saya tidak ragu bahwa aset kripto akan menjadi masa depan keuangan. Model lama sudah melewati masanya, ini sudah selesai,” ujar dia. “Bentuk baru dari pengelolaan uang jelas adalah kripto.”
Insinyur berusia 79 tahun ini mendasarkan keyakinannya pada pengalaman pribadi. Ia menceritakan bahwa mengirim uang antar negara melalui bank itu “hampir mustahil,” sedangkan transfer kripto bisa terjadi secara instan.
“Ini bentuk perpindahan uang yang luar biasa. Misalnya, kalau saya di Afrika Selatan dan ingin membawa uang dari Amerika lewat bank, itu mustahil. Mereka membuatnya sangat sulit lewat bank. Tapi kalau saya ke teman-teman saya di kripto, mereka langsung melakukannya, tidak ada masalah,” tutur Errol kepada BeInCrypto.
Ia juga mengungkap bahwa ia pernah bertemu dengan pendiri Binance, Changpeng “CZ” Zhao, serta pendiri Bybit, dan ia pernah menerima aset kripto secara langsung tanpa melalui jalur perbankan tradisional.
Meski sangat yakin, Errol mengaku dirinya pribadi tidak memiliki aset digital. Ia menggambarkan dirinya sebagai orang “kuno,” meski ia mengatakan ingin belajar lebih banyak tentang kripto.
“Yang saya ketahui soal kripto masih sedikit, tapi ini adalah hal besar. Saya masih kuno. Saya masih punya kartu bank,” ucapnya. “Secara keseluruhan, saya bukan ahli, tapi jelas ini sesuatu yang menarik.”
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Menengok Paparan Crypto Keluarga Musk
Errol juga memberikan gambaran langka soal kepemilikan aset kripto keluarga Musk.
“Saya tahu ini terdengar luar biasa. Elon dan Kimbal, dua anak saya, memiliki 23.400 Bitcoin,” terang dia.
Jika angka tersebut benar, jumlahnya sangat besar. Berdasarkan data terbaru dari BitsoinTreasuries, perusahaan mobil listrik milik Elon Musk, Tesla memegang 11.509 BTC, dan menempati urutan ke-12 di antara perusahaan terbuka terbesar dalam hal jumlah kepemilikan. Selain itu, SpaceX memegang 8.285 Bitcoin.
Keluarga ini juga pernah bertransaksi menggunakan token lain. Errol mengungkap bahwa mereka pernah menerima pembayaran dalam bentuk Solana (SOL), jumlah yang ia sebut “sedikit lebih dari satu juta rubel.”
“Ini pengalaman yang aneh buat saya menerima pembayaran pakai kripto. Dulu kita menerima Solana, saat itu nilainya jauh lebih tinggi, dan kita keluar di puncak,” papar dia.
Errol Musk adalah seorang insinyur, pilot, dan pebisnis asal Afrika Selatan. Lahir pada 1946. Ayah dari Elon Musk, pendiri Tesla dan SpaceX, serta Kimbal Musk, pengusaha dan filantropis.
Pada awal kariernya, ia bekerja di bidang properti dan teknik listrik dan terlibat dalam berbagai proyek pertambangan di Afrika. Ia dikenal sebagai sosok yang blak-blakan dalam berkomentar mengenai prestasi anak-anaknya maupun tren global.





