The Ether Machine dan Dynamix Corporation (NASDAQ: ETHM) sepakat untuk mengakhiri perjanjian kombinasi bisnis mereka secara bersama, efektif mulai 8 April 2026.
Dalam sebuah unggahan di X, perusahaan tersebut menyampaikan bahwa kesepakatan ini batal karena kondisi pasar yang tidak mendukung.
Ether Machine Menyebut “Kondisi Pasar yang Tidak Mendukung” Sebagai Alasan Gagalnya Merger SPAC
The Ether Machine pertama kali mengumumkan rencana untuk melantai di bursa pada Juli 2025, dengan target lebih dari US$1,5 miliar modal penuh yang sudah terkumpul serta kas awal lebih dari 400.000 ETH.
Rencana kesepakatan ini mendapat dukungan dari pemain besar industri, termasuk Pantera Capital, Kraken, dan Blockchain.com.
Meski begitu, kesepakatan ini tidak berhasil terlaksana.
“The Ether Machine, sebuah perusahaan publik yang direncanakan menyusul kombinasi bisnis dengan Dynamix Corporation (Nasdaq: ETHM) dan The Ether Reserve LLC, bersama beberapa pihak lain yang terlibat, hari ini mengumumkan bahwa mereka sepakat secara bersama untuk mengakhiri Perjanjian Kombinasi Bisnis yang telah diumumkan sebelumnya, efektif seketika, karena kondisi pasar yang tidak mendukung,” demikian isi unggahan tersebut.
Pengakhiran ini terjadi karena pasar aset kripto masih menghadapi tekanan berat. Harga aset mengalami penurunan tajam sejak Oktober, dan kuartal pertama 2026 membuat tekanan semakin besar.
Sementara ketegangan geopolitik sempat mendorong harga Ethereum, aset ini tetap berada sekitar 55% di bawah rekor tertingginya pada Agustus 2025.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh The Ether Machine. BitMine, pemegang ETH korporasi terbesar, kini menanggung kerugian belum terealisasi sekitar US$6,5 miliar, sedangkan harga sahamnya turun 31,7% sepanjang tahun ini.
Langganan channel YouTube kami untuk menonton para pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli
Pola tekanan ini bahkan meluas ke luar ETH. Perusahaan treasury Bitcoin juga mendapat tekanan, dengan beberapa di antaranya mulai melikuidasi kepemilikan mereka.
Biaya Pemutusan US$50 Juta dan Ketentuan Indemnifikasi
Berdasarkan dokumen pengajuan 8-K ke SEC, perjanjian pemutusan ini mencakup klausul pembebasan bersama, janji untuk tidak menggugat, dan larangan saling mencemarkan nama baik. “Payor” yang ditunjuk juga harus membayar US$50 juta ke Dynamix dalam waktu 15 hari sejak tanggal efektif perjanjian.
“Perjanjian Pemutusan tersebut juga mengatur bahwa Payor akan memberikan ganti rugi kepada Dynamix, Sponsor beserta afiliasi dan pihak Berns atas kerugian tertentu yang timbul atau disebabkan oleh atau berdasarkan tindakan tertentu yang dilakukan oleh investor ETHM kecuali investor ETHM yang juga adalah SPAC Releasing Party. Sementara itu, Dynamix akan memberikan ganti rugi kepada Pubco, Perusahaan, Penjual, Payor beserta afiliasi dan pihak Berns atas kerugian tertentu yang timbul atau disebabkan oleh atau berdasarkan tindakan tertentu dari pemegang saham Dynamix, dalam kapasitasnya sebagai pemegang saham, yang bukan merupakan investor ETHM,” demikian isi dokumen tersebut.
Dynamix memiliki waktu hingga 22 November 2026 untuk menyelesaikan kombinasi bisnis, atau jika tidak, akan dibubarkan. Apabila tidak ada kesepakatan yang tercapai, pemegang saham publik akan menerima penebusan secara proporsional dari rekening trust.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real time