SEC Memberikan Klarifikasi atas Pertanyaan Penting untuk Kripto Tata Kelola seperti Uniswap (UNI): Apakah Memberikan Hak Suara kepada Ribuan Investor Membuat Token Menjadi Sekuritas?
Staf SEC sekarang menyatakan secara umum tidak, selama jaringan tersebut benar-benar terdesentralisasi. Penjelasan ini bisa menghilangkan salah satu kekhawatiran utama dalam regulasi untuk proyek decentralized finance (DeFi) dan para investornya.
Apa yang Telah Diubah oleh SEC?
Dalam pembaruan tanggal 2 November ini, staf SEC menjelaskan bagaimana token tata kelola masuk dalam kerangka kripto Maret milik lembaga tersebut.
Token tata kelola memungkinkan para holder memberikan suara atas bagaimana sebuah proyek kripto berjalan. Misalnya, para holder UNI dapat memilih perubahan di Uniswap, termasuk bagaimana protokol menggunakan dana mereka.
Sebelumnya, masih ada ketidakpastian apakah ribuan orang yang memberikan suara bersama dapat dianggap sebagai satu kelompok pengendali.
Hal ini penting karena kripto yang beroperasi tanpa kontrol terpusat dapat dikategorikan sebagai komoditas digital, bukan sekuritas, sehingga mungkin menghadapi aturan regulasi yang berbeda.
Staf SEC menjelaskan bahwa para holder independen yang melakukan voting melalui sistem terdesentralisasi pada umumnya tidak dianggap sebagai kelompok pengendali.
Tapi, proyek tetap harus membuktikan bahwa kekuatan voting tersebar luas. Jika satu perusahaan atau kelompok kecil dapat secara mandiri mengubah aturan jaringan, membatasi akses, atau membatalkan keputusan, itu tetap dapat menunjukan adanya kontrol terpusat.
Apa Arti Klarifikasi Ini untuk UNI dan Para Trader Kripto Lain?
Bagi investor, kejelasan ini mengurangi salah satu sumber ketidakpastian yang mengelilingi token tata kelola.
Hal ini bisa membuat exchange dan investor institusional semakin nyaman bertransaksi dengan token yang memenuhi syarat dalam jangka waktu ke depan. Namun, klarifikasi ini tidak secara otomatis mengklasifikasikan UNI atau setiap token tata kelola sebagai komoditas.
Uniswap menjadi sangat relevan karena komunitasnya telah melakukan voting untuk mengadopsi Wyoming DUNA, yaitu struktur hukum yang dirancang khusus untuk organisasi terdesentralisasi.
Namun, ada satu catatan penting. Ini hanyalah panduan staf SEC yang tidak mengikat dan bukan merupakan undang-undang baru. Regulator di masa depan bisa saja menafsirkan isu ini secara berbeda.
Kongres dapat memberikan kepastian yang lebih kuat melalui CLARITY Act, tetapi gagal melaju pada bulan September. Pemilu paruh waktu yang berlangsung hari Selasa akan menentukan Kongres berikutnya yang bertanggung jawab untuk meninjau ulang isu ini.











