Biro Investigasi Federal (FBI) menangkap anak dari seorang kontraktor pemerintah AS pada hari Rabu karena diduga mencuri lebih dari US$46 juta aset kripto dari US Marshals Service.
Hasil penangkapan ini berasal dari investigasi pada bulan Januari yang dilakukan oleh investigator kripto ZachXBT.
FBI Tangkap Tersangka Pencuri Aset Kripto Pemerintah di Luar Negeri
Pihak berwenang menangkap John Daghita, yang dikenal secara online sebagai “Lick” di Pulau Saint Martin, Karibia. Kabar ini muncul kurang dari dua bulan setelah berita beredar bahwa Daghita diduga telah mencuri puluhan juta dolar AS dari alamat penyitaan pemerintah AS.
Penelusuran pertama kali diungkap oleh ZachXBT. Dalam unggahan di media sosial awal tahun ini, investigator kripto tersebut membeberkan bahwa ayah Daghita memiliki Command Services & Support (CMDSS), sebuah perusahaan IT yang berbasis di Virginia.
Pada tahun 2024, CMDSS memenangkan kontrak untuk membantu Marshals Service dalam mengelola aset kripto yang disita dan dirampas.
Akses Daghita ke alamat kripto pribadi lewat posisi ayahnya di CMDSS disebut-sebut memudahkan pencurian tersebut. Meski begitu, detail pastinya masih belum jelas.
Pada investigasi aslinya, ZachXBT konon melacak setidaknya US$23 juta ke satu wallet yang terhubung dengan Daghita. Wallet itu sendiri diduga terkait dengan lebih dari US$90 juta dari kasus pencurian yang diduga menimpa pemerintah AS dan korban lain yang belum teridentifikasi sepanjang tahun 2024 dan akhir 2025.
Pencurian yang diduga dilakukan oleh Daghita ini menjadi salah satu pembobolan aset kripto pemerintah paling besar dalam beberapa waktu terakhir.
Setelah pengungkapan pertama, CMDSS menonaktifkan situs web serta seluruh akun media sosialnya.
Perusahaan Kecil Dengan Jangkauan Besar ke Pemerintah Federal
CMDSS bukan pemain kecil di dunia kontraktor IT pemerintah. Selama bertahun-tahun, perusahaan ini terus mendapatkan kontrak aktif dengan Department of Defense dan Department of Justice.
Peristiwa ini pun memicu kekhawatiran soal seberapa banyak informasi sensitif yang mungkin telah diakses Daghita sebelum skandal ini mencuat. Kasus ini juga menyoroti kerentanan berulang dalam penyimpanan aset kripto, bahkan di lingkup pemerintah.
Menurut ZachXBT, Daghita berulang kali memancing investigator tersebut lewat channel Telegram-nya setelah temuan ini dipublikasikan. Sang investigator kripto juga menuduh Daghita telah mentransfer sebagian kecil aset kripto curian ke wallet miliknya yang sudah diketahui publik—teknik seperti ini dikenal sebagai dust attack.
Di sisi lain, Bubblemaps mengungkap bahwa dua hari setelah Daghita diduga melakukan pencurian, ia juga membuat sebuah meme coin bernama LICK di platform Solana Pump.fun.
Hasil investigasi memperlihatkan Daghita menguasai 40% dari total pasokan dan token tersebut pernah menembus nilai lebih dari US$1 juta pada satu waktu.