Futures Gold (XAU) di Binance mencatat hari trading terkuat selama empat bulan terakhir pada hari Jumat. Lonjakan ini terjadi setelah laporan tenaga kerja bulan Juli yang hasilnya di bawah ekspektasi.
Pergerakan ini terjadi bersamaan dengan reli emas yang lebih luas, yang mengakhiri tren penurunan selama empat bulan terakhir. Investor nampaknya mulai kembali ke aset logam mulia setelah tekanan berkepanjangan selama beberapa bulan.
Data Tenaga Kerja Lemah Dongkrak Emas
BeInCrypto melaporkan bahwa nonfarm payrolls (NFP) turun 23.000 pada Juli, padahal sebelumnya diperkirakan akan naik 85.000.
Revisi data Mei dan Juni juga memangkas 103.000 pekerjaan lainnya. Tingkat pengangguran masih turun menjadi 4,1%. namun, penurunan tersebut bukan berarti kondisi perekrutan membaik.
Faktanya, sebanyak 264.000 orang meninggalkan angkatan kerja selama bulan tersebut. Hal ini membuat tingkat partisipasi turun ke 61,4%, yakni level terendah dalam hampir lima setengah tahun terakhir.
Emas merespons cepat data tersebut, menutup sesi hari Jumat dengan naik 2,48%. Sejak awal Agustus, harga emas sudah naik lebih dari 6%.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan update berita terbaru secara langsung
Aktivitas Futures Emas Melejit di Binance
Pasar futures XAU di Binance juga mengalami lonjakan besar. Analis Darkfost menyoroti bahwa futures emas mencatat volume trading lebih dari US$2,5 miliar hanya dalam satu hari, yaitu Jumat.
Ini menjadi salah satu sesi trading terkuat selama empat bulan terakhir. Sejak pertama kali hadir di Binance sekitar sembilan bulan lalu, futures emas sudah melampaui total volume trading sebesar US$200 miliar.
Lonjakan ini menunjukkan permintaan yang makin besar dari trader kripto untuk mendapatkan eksposur terhadap aset safe haven tradisional.
“Minat baru pada emas ini, ditambah dengan data ketenagakerjaan yang melemah, mengonfirmasi bahwa pasar nampaknya sedang memperhitungkan kemungkinan memburuknya kondisi ekonomi,” papar analis .
Pada pasar emas tradisional juga terjadi perubahan serupa. Exchange-traded fund (ETF) emas global menarik arus masuk dana sebesar US$3 miliar pada Juli.
Arus dana ini membalik dua bulan berturut-turut arus keluar. Total nilai aset kelolaan ETF emas juga naik 1% menjadi US$530 miliar. Dana-dana asal Eropa menyumbang sebagian besar arus masuk pada Juli ini.
Data tenaga kerja yang lemah juga mengubah ekspektasi untuk pertemuan The Fed di bulan September. Pasar kini menilai kemungkinan kenaikan suku bunga hanya 44%, turun dari sebelumnya 67%.
Perubahan ini bisa semakin mendukung harga emas jika trader terus memperhitungkan outlook kebijakan moneter yang lebih longgar. Pemicu utama berikutnya adalah rilis data CPI bulan Juli, yang dijadwalkan pada hari Rabu, 12 Agustus.
Langganan channel YouTube kami untuk menonton wawancara para pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli









