Kembali

Kongres Argentina Cabut Hak Pekerja untuk Memilih Deposit di Wallet Digital

Pilih kami di Google
editor avatar

Diedit oleh
Mohammad Shahid

13 Februari 2026 02.39 WIB
  • Kongres Argentina menghapus opsi gaji melalui wallet digital dari rancangan undang-undang reformasi tenaga kerja Milei.
  • Lobi perbankan mempengaruhi keputusan sebelum pemungutan suara di Senat.
  • Kebanyakan warga Argentina mendukung memilih di mana gaji mereka disetorkan.
Promo

Kelompok fintech Argentina sebelumnya menyambut baik peluang bahwa, untuk pertama kalinya, pekerja bisa menyetor gaji mereka ke wallet virtual. Nampaknya, anggota legislatif malah menghapus ketentuan tersebut, sebuah langkah yang secara luas dipandang lebih menguntungkan kepentingan perbankan tradisional.

Selama negosiasi demi mendapatkan dukungan lebih luas untuk rancangan undang-undang ini, partai Presiden Javier Milei sepakat untuk menghapus pasal itu. Padahal, survei menunjukkan sebagian besar warga Argentina ingin bebas memilih di mana mereka ingin menyimpan gajinya.

Sponsored
Sponsored

Ketidakpercayaan Terhadap Bank Dorong Adopsi Wallet

Hukum di Argentina saat ini mewajibkan pekerja menyimpan gajinya di rekening bank tradisional. Meski demikian, adopsi wallet digital di Argentina terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. 

Salah satu faktor pertumbuhan ini adalah akses perbankan yang terbatas. Survei Bank Sentral tahun 2022 menemukan hanya 47% warga Argentina memiliki rekening bank. Kesenjangan ini utamanya terjadi karena ketidakpercayaan lama terhadap sistem konvensional.

Puluhan tahun ketidakstabilan keuangan, termasuk pembekuan deposito “corralito” tahun 2001, inflasi yang terus-menerus, dan pembatasan akses dana yang berulang kali, membuat kepercayaan publik terhadap bank menurun sekaligus mendorong pergeseran ke tabungan tunai serta dolar Amerika Serikat.

Sebagai respons, wallet digital yang dijalankan fintech, dioperasikan oleh penyedia jasa pembayaran non-bank, telah memperluas akses layanan keuangan di seluruh Argentina.

Platform seperti Mercado Pago, Modo, Ualá, dan Lemon kini menjadi aplikasi yang paling banyak digunakan. Banyak pengguna yang tidak punya akses ke rekening bank tradisional memanfaatkan aplikasi tersebut sebagai pintu masuk pertama ke sistem keuangan digital formal.

Itulah sebabnya pemimpin fintech menyambut baik ketentuan yang tadinya akan memungkinkan warga Argentina menyetor gaji langsung ke wallet virtual mereka. Namun, pasal ini justru dihapus dari usulan reformasi tenaga kerja bahkan sebelum sempat dibahas di Kongres.

Sponsored
Sponsored

“Penghapusan Pasal 35 dari reformasi tenaga kerja menghilangkan kemungkinan bagi warga Argentina untuk bebas memilih di mana mereka menerima gaji. Secara praktik, kewajiban menyalurkan gaji melalui bank tradisional tetap dipertahankan karena tekanan kuat dari sektor tersebut.

Namun, warga sudah menunjukkan pilihan mereka: hampir 75% transfer di Argentina dilakukan melalui CVU yang digunakan wallet digital. Jutaan orang menerima gaji di bank hanya karena mengikuti aturan, lalu langsung memindahkan dananya ke fintech demi mencari produk yang lebih baik, biaya lebih rendah, dan hasil lebih tinggi,” terang Maximiliano Raimondi, CFO Lemon, kepada BeInCrypto.

Trade Off Politik Menguntungkan Bank

Asosiasi perbankan memperbarui upaya lobi mereka pekan ini. Mereka mengirim surat kepada para senator kunci berisi penolakan atas usulan penyetoran gaji ke wallet digital.

Mereka menilai wallet digital belum memiliki regulasi yang memadai, berpotensi menyebabkan risiko sistemik, dan bisa memperdalam eksklusi keuangan.

“Mereka tidak memiliki kerangka regulasi, kehati-hatian, ataupun pengawasan yang setara dengan bank. Persetujuannya akan menimbulkan risiko hukum, keuangan, aset, dan sistemik yang secara langsung berdampak pada pekerja serta kinerja sistem keuangan,” papar Banco Provincia, salah satu bank terkemuka Argentina, dalam pernyataan resminya. 

Organisasi fintech menolak argumen itu, dan menyatakan klaim tersebut tidak benar. 

“Seluruh Penyedia Jasa Pembayaran (PSP) sudah diatur dan diawasi oleh Bank Sentral Argentina (BCRA),” ucap Maximiliano Raimondi, CFO Lemon, dalam pernyataannya. “Wallet digital menjadi pintu masuk layanan keuangan bagi jutaan orang yang kini bisa membuka akun virtual dengan mudah dan gratis, serta menikmati solusi keuangan yang lebih baik.”

Sebuah studi dari konsultan Isonomía juga menemukan 9 dari 10 warga Argentina ingin memilih sendiri tempat menyimpan gajinya. Keinginan ini bahkan lebih tinggi di kalangan pekerja independen dan yang bekerja di sektor informal. Laporan tersebut juga mengungkapkan 75% masyarakat Argentina sudah menggunakan wallet digital setiap hari.

Pada akhirnya, sektor perbankanlah yang menang sebelum rancangan undang-undang tersebut dibawa ke pemungutan suara di Senat. Menurut laporan, pemerintah mencabut ketentuan itu agar tidak memperburuk hubungan dengan perbankan dan demi memperbesar kemungkinan lolosnya rancangan aturan baru tersebut.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori