Ripple Labs baru saja menandatangani perjanjian kerja sama dengan penyedia kustodian aset digital asal Korea Selatan, BDACS untuk menyediakan layanan kustodian XRP dan stablecoin Ripple, RLUSD bagi investor institusi.
Kemitraan strategis itu digadang akan mendukung pertumbuhan pengembang XRPL dan ekosistemnya, sembari memperluas fungsionalitas RLUSD. Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan sepakat untuk mendorong pasar kustodian tingkat institusi dan meningkatkan peluang teknis juga komersial di Negeri Ginseng.
CEO BDACS, Harry Ryoo mengatakan perusahaan akan menyediakan layanan kustodian yang aman dan andal untuk mendukung inisiatif blockchain Ripple.
“Pada akhirnya, kemitraan ini akan memungkinkan kedua perusahaan untuk mendongkrak dan memperluas ekosistem aset digital,” jelas Ryoo.
Presiden Ripple, Monica Long melalui utas terpisah mengatakan bahwa Korea Selatan bersiap untuk gelombang adopsi kripto institusi. Menurutnya, penting untuk memiliki teknologi kustodian yang aman untuk kelas institusi sebagai persiapan menghadapi melonjaknya minat terhadap aset digital.
Jumlah Aset Kripto di Kustodian Bakal Mencapai US$16 Triliun
Sebagai catatan, skema kerja sama yang terjalin akan membuat BDACS memanfaatkan Ripple Custody untuk menyimpan, mengelola dan mengakses aset digital dengan aman. Dalam prediksi, jumlah aset kripto yang masuk dalam kustodian di tahun 2030 mampu mencapai US$16 triliun.
Selain itu, sebanyak 10% dari produk domestik bruto (PDB) diproyeksi akan ditokenisasi. Kolaborasi ini menjadi penting karena kustodian merupakan fondasi dari setiap bisnis aset digital. Memungkinkan kasus penggunaan baru di seluruh bidang termasuk tokenisasi, manajemen aset, penerbitan stablecoin dan lainnya.
Sebagai catatan, Korea Selatan merupakan salah satu wilayah di Asia yang memiliki kebijakan tegas terhadap kripto. Pertengahan Januari lalu, pemerintah setempat dilaporkan tengah bersiap untuk memperkenalkan fase kedua dari kerangka regulasi kripto.
Rencananya, pada paruh kedua tahun ini aturan tersebut akan mulai rilis untuk bisa mengatur perdagangan dan stablecoin yang lebih ketat. Sehingga bisa meningkatkan transparansi juga perlindungan pengguna.
Hal itu sengaja dikedepankan sebagai salah satu strategi untuk membangun ekosistem aset digital yang positif melalui kejelasan peraturan.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Penyangkalan
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.
