Kembali

CEO Gate Dr. Han soal Perpetual Trading, CeDeFi, dan Perubahan Aset Kripto di 2025

author avatar

Ditulis oleh
Lynn Wang

editor avatar

Diedit oleh
Dmitriy Maiorov

24 Desember 2025 19.00 WIB
Tepercaya

Pada tahun 2025, persaingan antar centralized crypto exchange (CEX) mulai berubah. Kecepatan dan likuiditas memang masih penting, namun kini tidak lagi cukup. Regulator membuat aturan yang semakin ketat di pasar-pasar utama. Trader profesional semakin aktif menggunakan produk derivatif. Sementara itu, platform terdesentralisasi menarik perhatian, volume, serta eksperimen menuju on-chain.

Bagi Gate, salah satu exchange paling lama yang masih beroperasi, tahun ini penuh dengan pencapaian rekor dan eksekusi struktural. Sepanjang 2025, perusahaan menyelesaikan rebranding secara menyeluruh menjadi Gate.com, mengantongi lisensi MiCA melalui entitas di Malta untuk operasional di seluruh Eropa, dan memperoleh lisensi operasional penuh dari VARA Dubai. Seiring pencapaian regulasi tersebut, Gate juga memperluas infrastruktur untuk mendukung workflow trading institusional dan partisipasi on-chain secara bersamaan.

Dalam sebuah wawancara bersama BeInCrypto, pendiri sekaligus CEO Gate, Dr. Han, menceritakan bagaimana keputusan-keputusan itu diambil dalam setahun terakhir, perubahan struktur pasar sejak bull cycle sebelumnya, serta bagaimana perusahaan mempersiapkan fase selanjutnya di tahun 2026.

Dari euforia ritel ke jalur institusi

Pasar aset kripto telah melewati beberapa bull cycle, masing-masing dipengaruhi oleh pelaku pasar yang berbeda. Pada 2021, reli didorong oleh spekulasi para investor ritel. Trader individu membanjiri exchange, berburu token baru dan peluncuran NFT. Keputusan trading sering kali lebih banyak dipicu oleh momentum di media sosial daripada aksi harga itu sendiri.

Sponsored
Sponsored

Empat tahun berlalu, kondisi di cycle saat ini terlihat sangat berbeda. Manajer aset besar mulai masuk lewat ETF yang terkait aset kripto, sementara bank-bank utama menjajaki stablecoin dan penyelesaian transaksi on-chain. Modal kini tidak lagi mengalir hanya lewat aplikasi untuk konsumen, melainkan juga melalui jalur institusi yang lebih mengutamakan eksekusi berkualitas, efisiensi modal, serta keandalan sistem.

Melihat perubahan itu, Gate mulai memperluas infrastrukturnya untuk mendukung lebih banyak variasi perilaku trading. Walaupun platform awalnya didesain agar mudah diakses ritel, di tahun 2025, Gate berinvestasi lebih dalam pada alat yang dirancang bagi workflow profesional dan institusional.

“Trader profesional dan pelanggan institusi sebenarnya butuh trading lewat interface yang lebih profesional, seperti API. Jadi kami menyediakan API untuk mereka,” ujar Dr. Han kepada BeInCrypto. “Mereka juga butuh pilihan lain, seperti koneksi yang lebih cepat, latensi sangat rendah, kecepatan trading yang sangat tinggi, yang kami sebut high frequency trading. Kami harus menyediakan layanan seperti itu untuk mereka.”

Salah satu realisasi nyata dari upaya tersebut adalah peluncuran CrossEx pada Oktober 2025. Dirancang untuk investor profesional, tim kuantitatif, dan klien institusi, CrossEx berfungsi sebagai platform trading dan kliring lintas exchange, sehingga pengguna bisa mengelola eksekusi serta modal di berbagai tempat hanya dengan satu sistem.

Menurut Dr. Han, produk ini dikembangkan menyesuaikan cara kerja trader profesional di lapangan. Banyak dari mereka melakukan trading serempak di berbagai exchange, sehingga harus mengelola saldo serta agunan yang terpecah di beberapa tempat. CrossEx menawarkan interface terpadu dan API terpadu, agar pengguna bisa mengelola aset kripto mereka dengan lebih efisien di berbagai platform.

“Pada saat yang sama, mereka juga bisa mentransfer aset dari berbagai platform secara instan. Mereka tak perlu lagi menarik dan menyetor di platform berbeda seperti sebelumnya,” terang dia.

Kemana Arah Trading Ritel di 2025

Meskipun modal institusi menjadi penggerak utama likuiditas pasar pada tahun 2025, aktivitas ritel tetap berpengaruh besar dalam membentuk perhatian dan narasi pasar. Dr. Han menyoroti beberapa pola yang kentara tahun ini. Selain trading pada aset blue-chip seperti Bitcoin dan Ethereum, meme coin tetap “sangat panas dan aktif”, menurut dia.

Ia menunjuk pada lonjakan meme coin bertema politik di awal tahun, mencontohkan token meme terkait Trump.

“Ingat meme coin Trump? Gara-gara itu, banyak meme coin lain ikut bermunculan. Orang-orang aktif memperdagangkannya. Mereka suka trading meme coin karena meme coin menawarkan lebih banyak ide baru, lebih banyak peluang,” ucap dia.

Sponsored
Sponsored

Tren lain yang ia tekankan adalah meningkatnya popularitas trading perpetual, khususnya di kalangan trader profesional. Dr. Han menyebut tren ini muncul berkat semakin banyaknya alat yang tersedia bagi para trader.

“Ketika mereka trading perps, mereka punya lebih banyak opsi. Mereka bisa menggunakan leverage lebih besar, sehingga asetnya jadi lebih efisien saat trading. Beberapa tahun lalu, kebanyakan pengguna hanya bermain spot karena pilihannya terbatas. Tapi sekarang, pilihannya lebih banyak, layanannya juga lebih banyak,” papar dia.

Dr. Han juga menyoroti semakin banyak pengguna yang beralih dari centralized finance ke platform terdesentralisasi. Selama setahun terakhir, bagian aktivitas trading ritel yang signifikan pindah ke platform decentralized. Platform-platform ini menawarkan akses cepat ke pasar baru, eksposur lebih awal ke token yang baru terbit, sekaligus eksekusi langsung memakai wallet yang dikendalikan pengguna sendiri.

Dengan mencontohkan trading meme coin, ia menyebut bahwa mayoritas volume trading meme coin kini berlangsung di DeFi. Ia juga menambahkan, trading perpetual sendiri tahun ini juga bergerak sangat cepat ke on-chain.

Memperluas Infrastruktur ke Luar Centralized Exchange

Bukannya mengambil pengguna sepenuhnya, kenaikan platform decentralized justru membuka peluang bagi centralized exchange untuk memperluas layanan dan menjaga engagement ritel di kedua ekosistem tersebut. Gate pun melakukan hal yang sama. Selama tahun ini, perusahaan memperbesar fundasi untuk mendukung pengguna yang ingin berinteraksi langsung di pasar on-chain tanpa harus mengorbankan kualitas performa dan keandalan sistem terpusat.

Pada Oktober 2025, Gate meluncurkan Gate Layer, sebuah jaringan layer-2 berbasis Optimism Stack yang kompatibel sepenuhnya dengan EVM. Gate memposisikan jaringan ini sebagai infrastruktur strategi on-chain yang lebih luas, mendukung produk seperti Gate Perp DEX (platform perpetuals on-chain) dan Web3 tools lain seperti Gate Fun, launchpad token tanpa coding di Gate Layer, dalam rangka meraih pengguna baru. Targetnya adalah agar pengguna bisa mengakses decentralized marketplace tanpa harus mengorbankan kecepatan eksekusi, efisiensi biaya, atau kelengkapan pasar.

Merangkum pendekatan tersebut, Dr. Han mengatakan tujuannya adalah mendukung pengguna baik yang terpusat maupun terdesentralisasi dalam satu ekosistem.

Sponsored
Sponsored

“Untuk Gate, kami harus membangun platform yang sangat kuat, baik untuk pengguna CEX maupun DEX. Untuk pengguna CEX, mereka sudah terbiasa dengan platform ini karena ramah pengguna. Di saat yang sama, bagi pengguna yang mencari peluang lebih awal, kami juga bisa menawarkan peluang DEX untuk mereka,” jelas dia.

Membangun Kepercayaan Lewat Cadangan yang Terverifikasi dan Kontrol Pengguna

Seagresif apa pun centralized exchange memperluas produk atau beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah di tahun 2025, keamanan dan transparansi tetap harga mutlak. Industri kripto sudah lama melontarkan frasa “not your keys, not your coins”, namun prinsip tersebut tidak lantas membebaskan platform terpusat dari tanggung jawab menjaga dana pengguna. Ekspektasi ini bahkan semakin kuat setelah berbagai kasus hack yang menarget exchange besar dan – terutama – runtuhnya FTX pada 2022.

Dalam konteks tersebut, proof of reserves menjadi persyaratan dasar, bukan lagi pembeda antar exchange. Namun untuk Gate, hal ini bukan sekadar langkah reaktif. Exchange ini telah menerapkan proof of reserves sejak tahun 2020, jauh sebelum praktik ini ramai dibicarakan di industri.

Sebagai bagian dari kerangka transparansi, Gate menggabungkan verifikasi Merkle tree dengan teknologi zero-knowledge proofs. Cara ini memungkinkan pengguna memverifikasi bahwa aset mereka sepenuhnya dijamin, tanpa membuka informasi akun yang sensitif. Sistem ini juga bersifat open source dan telah diaudit secara eksternal.

“Kami sudah pakai Merkle tree ditambah teknologi zero-knowledge. Kami sudah publikasikan kodenya secara open-source. Di saat yang sama, kami juga lakukan audit. Untuk audit kode sumber, kami bekerjasama dengan Hacken. Kami biarkan orang memastikan bahwa kami sudah melakukan hal ini dengan benar,” ujar Dr. Han.

Pada September 2025, proof of reserves Gate mencakup sekitar US$12,0 miliar dalam bentuk aset.

Selain kerangka proof-of-reserves, exchange ini juga fokus memberikan kontrol lebih ke pengguna atas keamanan aset. Pada awal September, Gate memperkenalkan sistem akun vault yang dirancang untuk aset yang tidak digunakan dalam trading sehari-hari. Dengan teknologi multi-party computation (MPC), vault ini berfungsi sebagai wallet lintas chain, di mana aset tidak bisa dipindahkan tanpa izin eksplisit dari pengguna.

Sponsored
Sponsored

“Ini solusi yang sepenuhnya mandiri. Kami tidak dapat menyentuh aset mereka tanpa persetujuan mereka. Mereka harus menandatangani transaksi dari sisi mereka sendiri sebelum kami dapat memindahkan aset,” terang Dr. Han.

Gate juga menanamkan perlindungan tambahan dalam proses penarikan. Aset yang ada dalam akun vault mengalami jeda waktu sebelum bisa ditarik, sehingga jika akun pengguna diretas, dana tidak dapat langsung disedot habis. Penundaan ini memberi waktu bagi pengguna untuk bertindak, mengamankan akun mereka, atau membatalkan aktivitas yang tidak sah.

Apa yang Gate sedang bangun untuk 2026

Tahun 2025 menjadi masa eksekusi bagi Gate, mencakup kemajuan regulasi, ekspansi produk, dan pengembangan infrastruktur. Tapi, pekerjaan belum selesai. Dr. Han menggambarkan Gate sebagai exchange yang terus “membangun fitur-fitur baru dengan cepat setiap bulan, setiap tahun,” sambil menilai kembali bagaimana pengguna sebenarnya berinteraksi dengan platform terpusat maupun decentralized platform.

Permasalahan utamanya menurutnya bukan kurangnya alat, tetapi gesekan (friksi). Seiring exchange dan ekosistem DeFi menambah lebih banyak produk, tampilan antarmuka jadi makin rumit untuk diakses, terutama bagi pengguna yang tahu tujuannya tapi belum paham langkah-langkah yang harus dilakukan.

Untuk tahun 2026, prioritas Gate adalah membuat pengalaman tersebut jadi lebih simpel, baik di lingkungan CEX maupun DEX. Dr. Han menyoroti kecerdasan buatan sebagai salah satu jalan untuk menurunkan hambatan tersebut.

Dengan meniru cara orang memakai alat AI sekarang, ia menjelaskan bahwa pengguna nantinya tidak perlu lagi menavigasi antarmuka rumit, cukup menyampaikan keinginannya, lalu sistem yang mengeksekusi semuanya.

“Misalnya, pengguna bisa bilang ke kami mereka ingin membeli satu Bitcoin,” tutur dia. “Mereka tidak perlu pasang order atau paham semua alat di baliknya. Kami yang mencari harga terbaik, tempat eksekusi terbaik, dan menyelesaikan tugas dengan biaya serendah mungkin.”

Cara ini, tambahnya, juga bisa diterapkan untuk permintaan yang lebih rumit, mengurangi kebutuhan pengguna untuk memahami setiap mekanisme sebelum bertindak.

“Itulah cara kami memikirkan perubahan di masa depan, baik untuk pengguna maupun industri aset kripto,” papar dia.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori