Laporan baru tentang kemungkinan gencatan senjata antara AS dan Iran menambah ketidakpastian baru di pasar global. Media Israel menyebut Washington sedang mendorong jeda pertempuran selama satu bulan. Namun, Iran sebelumnya membantah adanya negosiasi, menyebut laporan tersebut tidak benar.
Sinyal berbeda-beda ini membuat pasar bereaksi pada berita utama daripada perkembangan yang sudah pasti. Saham naik dan harga minyak turun setelah laporan awal muncul. Bitcoin juga sempat melonjak dalam jangka pendek, mengikuti sentimen risiko secara umum.
Tapi, inti ceritanya adalah bagaimana Iran merespons situasi ini.
Pasar Sekarang Bereaksi pada Narasi, Bukan Hanya Perang
Para analis berpendapat konflik ini sudah memasuki fase baru. Pengaruh Iran sekarang tidak lagi hanya dari aksi militer, tapi makin banyak dari kemampuannya mempengaruhi ekspektasi pasar.
Ketika pasar percaya akan terjadi perdamaian, harga minyak turun dan imbal hasil obligasi juga menurun.
Penurunan ini mengurangi tekanan inflasi dan mendukung saham serta aset berisiko seperti Bitcoin. Pada saat yang sama, hal ini justru melemahkan posisi Iran. Harga minyak yang lebih rendah secara langsung mengurangi tekanan ekonomi yang bisa diberikan Iran pada dunia.
Jadi, menolak narasi perdamaian bisa membantu Iran tetap menjaga pengaruhnya.
Mengapa Respons Iran Penting untuk Bitcoin
Bitcoin sekarang bergerak di antara dua kekuatan. Di satu sisi, meredanya ketegangan mendukung minat risiko. Hal ini mendorong modal kembali ke saham dan aset kripto, sehingga membantu pergerakan harga Bitcoin naik.
Namun di sisi lain, jika konflik terus berlanjut, risiko inflasi tetap tinggi. Kondisi finansial menjadi lebih ketat dan potensi kenaikan di aset berisiko jadi terbatas. Situasi ini membuat pasar sangat rentan.
Jika gencatan senjata benar-benar terjadi dan pasar mulai stabil, Bitcoin bisa masuk ke fase reli yang lebih kuat.
Tetapi jika Iran masih menolak pembicaraan dan menjaga ketegangan tetap tinggi, pergerakan harga yang berfluktuasi kemungkinan tetap berlanjut.
Perang Menuju Fase Akhir
Walau secara terbuka membantah, tanda-tanda adanya diplomasi di belakang layar makin terlihat. Beberapa pihak ketiga dilaporkan terlibat, dan berbagai usulan sudah mulai beredar.
Ini memberi sinyal bahwa konflik mungkin sudah mendekati akhir daripada baru mulai.
Di Polymarket, para trader sebagian besar memasang taruhan bahwa perang akan berakhir sebelum Juni 2026.
Untuk saat ini, pasar tetap sangat sensitif terhadap setiap berita utama. Langkah Iran berikutnya mungkin akan sangat menentukan apakah Bitcoin masih kesulitan atau mulai pulih secara berkelanjutan.