Kembali

Goldman Sachs Prediksi Imbal Hasil Ekuitas Global 11% di 2026: Apa Artinya untuk Kripto?

author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Zummia Fakhriani

14 Januari 2026 16.53 WIB
  • Goldman Sachs memproyeksikan imbal hasil saham global 11% pada 2026, didorong pertumbuhan laba.
  • Perusahaan melihat ekspansi lintas wilayah, pelonggaran kebijakan The Fed, dan risiko penurunan terbatas tanpa resesi.
  • Bitcoin menunjukkan pelemahan korelasi dengan pasar saham, memunculkan pertanyaan soal jalur independen kripto.
Promo

Goldman Sachs memprediksi bahwa ekuitas global akan terus merangkak naik pada 2026, dengan proyeksi imbal hasil sebesar 11%, termasuk dividen, dalam 12 bulan ke depan. Reli ini akan didukung oleh pertumbuhan laba dan ekspansi ekonomi yang meluas.

Ketika pasar tradisional terus menanjak, muncul satu pertanyaan krusial: apakah aset digital akan bergerak sejalan dengan ekuitas, atau justru memilih jalur yang berbeda?

Sponsored
Sponsored

Goldman Sachs Bagikan Prediksi Saham Global untuk 2026

Prospek ekuitas global 2026 dari Goldman Sachs menunjukkan masih adanya ruang kenaikan untuk indeks utama. Menurut laporan itu, ekonomi global diperkirakan akan tumbuh di semua wilayah pada tahun depan, dengan proyeksi pertumbuhan PDB global sebesar 2,8%.

The Fed di Amerika Serikat juga diproyeksikan akan melakukan pelonggaran kebijakan lanjutan tahun ini meski bersifat moderat, sehingga mendukung situasi ekonomi makro yang kondusif. Dengan latar belakang tersebut, Peter Oppenheimer, kepala analis strategi ekuitas global di Goldman Sachs Research, menilai bahwa penurunan tajam di pasar ekuitas masih kecil kemungkinannya selama tidak ada resesi.

“Kami pikir imbal hasil di 2026 kemungkinan akan lebih banyak didorong oleh pertumbuhan laba fundamental daripada kenaikan valuasi. Proyeksi global 12 bulan dari para analis kami menunjukkan harga ekuitas, yang bobotnya berdasarkan market cap regional, diperkirakan naik 9% dan mencapai imbal hasil 11% termasuk dividen dalam dolar AS (per 6 Januari 2026). Mayoritas imbal hasil itu didorong oleh laba,” tulis Oppenheimer.

Meski begitu, Goldman Sachs menambahkan, kenaikan ekuitas pada 2026 nampaknya tidak akan setajam reli yang terjadi pada 2025. Hal ini mengindikasikan bahwa ke depan, tempo pertumbuhan imbal hasil akan lebih hati-hati.

“Walaupun saham-saham mencatat performa kuat pada 2025… kenaikannya tidak terjadi secara lurus. Ekuitas sempat melemah di awal tahun, di mana S&P 500 terkoreksi hampir 20% dari pertengahan Februari hingga April, sebelum kembali pulih. Reli kokoh ekuitas global telah membawa valuasi ke level historis tinggi di semua kawasan—bukan hanya di AS, namun juga di Jepang, Eropa, serta pasar berkembang,” tertulis dalam laporan tersebut.

Sponsored
Sponsored

Laporan tersebut mengungkap target 7.600 untuk S&P 500 (yang berarti imbal hasil total 11%), 625 untuk STOXX 600 (imbal hasil 7%), 3.600 untuk TOPIX Jepang (imbal hasil 4%), dan 825 untuk MSCI Asia Pacific ex-Japan (imbal hasil 12%).

Goldman Sachs' Global Equities Forecast
Prediksi Ekuitas Global Goldman Sachs | Sumber: X/Goldman Sachs

Analisis tersebut menyebutkan bahwa saham-saham saat ini berada di fase optimistis dari siklus pasar—yang bermula dari bear market saat pandemi COVID-19 pada 2020. Tim analis memaparkan, fase optimistis di siklus akhir ini biasanya berkaitan dengan kenaikan valuasi, sehingga masih ada potensi kenaikan lebih lanjut di luar proyeksi utama mereka.

Laporan itu juga menyoroti meningkatnya perhatian pada saham-saham berbasis AI. Para analis memaparkan bahwa fokus pasar terhadap artificial intelligence tetap solid, namun menegaskan bahwa kondisi ini tidak secara otomatis menandakan adanya bubble AI.

Sponsored
Sponsored

Apakah Bitcoin Masih Berkorelasi dengan S&P 500 di Awal 2026?

Ketika ekuitas tradisional memasuki 2026 dengan ekspektasi pertumbuhan yang berkelanjutan, perhatian mulai beralih pada performa pasar kripto. Bitcoin, aset kripto terbesar, umumnya menunjukkan korelasi positif dengan S&P 500, walau terkadang juga menampilkan periode independensi yang jelas.

Berdasarkan data setahun terakhir, CryptoQuant mengungkap bahwa korelasi BTC dengan S&P 500 sebagian besar tetap positif. Walau demikian, korelasinya sempat berubah negatif pada September–Oktober, lalu kejadian serupa terulang di November, dan dua kali pada Desember.

“Pada paruh kedua 2025, korelasi Bitcoin dengan S&P 500 turun drastis. Ini bukanlah penyimpangan sementara, melainkan dampak dari terjadinya perubahan struktural pada perilaku pasar,” tutur seorang analis.

Sponsored
Sponsored

Sang analis mengaitkan hal ini dengan beberapa faktor utama:

  • Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot menggeser permintaan dari trading jangka pendek ke arus masuk berbasis alokasi.
  • Risiko leverage melandai sebab pasar derivatif memangkas eksposur berbasis BTC dalam jumlah besar.
  • Likuiditas makro berputar ke komoditas dan logam mulia, melewati kripto.
  • Trader ekuitas jangka pendek keluar dari pasar, sehingga menyisakan basis holder jangka panjang.
  • Pergerakan harga Bitcoin kini lebih terpengaruh oleh dinamika suplai internal alih-alih sentimen pasar ekuitas.

Mengacu data terbaru dari CryptoQuant, korelasi Bitcoin dengan S&P 500 kembali negatif dan kini nangkring di -0,02 pada waktu publikasi. Ini artinya di awal 2026, Bitcoin tidak bergerak sebagai proxy ekuitas berisiko.

Bitcoin's Correlation with S&P 500
Korelasi Bitcoin dengan S&P 500 | Sumber: CryptoQuant

Kendati begitu, pola korelasi ini sudah terbukti tidak stabil pada siklus sebelumnya, sehingga masih ada kemungkinan Bitcoin kembali bergerak seirama dengan saham. Dalam situasi seperti itu, reli saham yang berkelanjutan bisa kembali menjadi angin segar bagi Bitcoin, sehingga aset ini dapat ikut merasakan sentimen risk-on yang lebih luas.

Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi reli ekuitas oleh Goldman Sachs serta efeknya ke pasar kripto ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori