Kembali

Risiko Meningkat untuk Bitcoin, Emas, dan Perak saat Goldman Sachs Peringatkan Penjualan Saham US$80 Miliar

sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Lockridge Okoth

09 Februari 2026 04.13 WIB
  • Goldman menyebut adanya aksi jual yang dipicu CTA yang bisa melepas ekuitas senilai US$80 miliar dalam beberapa minggu.
  • Likuiditas yang menipis dan posisi short-gamma berisiko memperkuat volatilitas di seluruh pasar.
  • Bitcoin, emas, dan perak menghadapi risiko spillover seiring percepatan deleveraging ekuitas.
Promo

Pasar global mungkin akan memasuki fase volatilitas baru setelah Goldman Sachs memperingatkan bahwa dana sistematis bisa melepas puluhan miliar US$ dalam saham selama beberapa minggu ke depan.

Gelombang aksi jual ini dapat berdampak pada Bitcoin, emas, dan perak karena kondisi likuiditas makin memburuk.

Sponsored
Sponsored

Goldman Ingatkan Penjualan CTA Bisa Meningkat saat Likuiditas Menipis

Menurut meja perdagangan Goldman, dana yang mengikuti tren dan dikenal sebagai Commodity Trading Advisers (CTA) sudah memicu sinyal jual di S&P 500. Selain itu, mereka diperkirakan tetap akan menjadi penjual bersih dalam waktu dekat, terlepas dari apakah pasar akan stabil atau justru terus turun.

Bank tersebut memperkirakan sekitar US$33 miliar saham bisa dijual dalam waktu seminggu apabila pasar terus melemah.

Yang lebih penting, model Goldman juga menunjukkan bahwa sebanyak US$80 miliar penjualan sistematis tambahan bisa terjadi dalam sebulan ke depan jika S&P 500 terus merosot atau menembus level teknikal pentingnya.

Kondisi pasar saat ini memang sudah rapuh. Analis Goldman menyoroti bahwa likuiditas telah memburuk dan posisi opsi telah bergeser, sehingga dapat memperkuat fluktuasi harga.

Saat dealer berada pada posisi “short gamma”, mereka sering terpaku untuk menjual saat pasar turun dan membeli ketika pasar naik, memperparah volatilitas serta mempercepat pergerakan harga dalam sehari.

Sponsored
Sponsored

Goldman juga menyoroti bahwa strategi sistematis lain—termasuk dana risk-parity dan volatility-control—masih berpeluang mengurangi eksposur jika volatilitas terus meningkat. Ini artinya, tekanan jual tidak hanya berasal dari CTA saja.

Sentimen investor juga sudah menunjukkan tanda-tanda tekanan. Indeks Panic internal Goldman baru-baru ini mendekati level yang biasanya terkait dengan stres ekstrem.

Indeks Panic Goldman Sachs
Indeks Panic Goldman Sachs | Sumber: Goldman Sachs

Di sisi lain, investor ritel yang selama setahun terakhir rajin membeli saat harga turun, kini mulai menunjukkan kelelahan. Aliran dana terbaru justru menunjukkan aksi jual bersih ketimbang beli.

Sponsored
Sponsored

Risiko Spillover untuk Bitcoin dan Logam Mulia

Walau analisis Goldman berfokus utama pada saham, dampaknya bisa meluas ke luar pasar saham.

Secara historis, aksi jual besar di saham yang dipicu oleh arus dana serta kondisi likuiditas yang ketat meningkatkan volatilitas di berbagai aset yang sensitif terhadap ekonomi makro, termasuk aset kripto.

Bitcoin, yang makin sering bergerak seiring dengan sentimen risiko pasar luas saat terjadi tekanan likuiditas, bisa mengalami volatilitas baru apabila penjualan paksa di saham makin cepat.

Saham terkait kripto dan perdagangan spekulatif favorit ritel sudah menunjukkan kepekaan pada fluktuasi pasar belakangan ini, sehingga posisinya tetap rentan.

Sponsored
Sponsored

Pada saat yang sama, gejolak di pasar saham bisa memicu aliran dana lintas aset yang kompleks. Saat kondisi risk-off menekan komoditas, logam mulia seperti emas dan perak juga dapat menarik minat sebagai aset safe-haven di masa ketidakpastian tinggi, sehingga menyebabkan pergerakan tajam baik naik maupun turun, tergantung pada tren likuiditas global dan kekuatan dolar AS.

Performa Harga Emas, Bitcoin, dan Perak
Performa Harga Emas, Bitcoin, dan Perak | Sumber: TradingView

Sementara itu, variabel terpenting tetap pada likuiditas. Dengan dana sistematis melakukan deleveraging, volatilitas yang meningkat, serta kelemahan musiman di pasar saham, kondisi pasar kemungkinan tetap labil dalam beberapa minggu ke depan.

Jika prediksi Goldman terjadi, sebulan ke depan bisa menjadi ujian berat untuk saham, dengan efek berantai bagi Bitcoin maupun logam mulia.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori