Grayscale Research menyebut Aave (AAVE) sebagai calon “nama besar,” dengan mendeskripsikan protokol pinjaman Decentralized Finance (DeFi) ini sebagai “bank tanpa banker” dalam blog terbarunya.
“Aave memang belum menjadi nama besar, namun kami yakin suatu saat nanti akan menjadi seperti itu. Aave pada dasarnya adalah bank tanpa banker—sebuah marketplace pinjaman terdesentralisasi di Ethereum dan blockchain lain yang menerima simpanan serta memberi pinjaman tanpa operator manusia,” tulis Kepala Riset Grayscale, Zach Pandl.
Pandl menyoroti laporan dari Bank of Canada. Para peneliti menemukan, Aave beroperasi dengan net interest margin (NIM) yang jauh lebih rendah dibandingkan bank-bank terdepan di AS dan Kanada, terutama berkat biaya intermediasi yang lebih murah.
“Bank of Canada menyimpulkan bahwa ‘pinjaman tanpa perantara tradisional secara teknis dan operasional memang layak dilakukan,’ serta bahwa Aave ‘beroperasi secara terus-menerus, transparan, dan dengan beban operasional minimal, sehingga menunjukkan potensi pasar kredit berbasis protokol.’ Gabungan dari biaya operasional yang lebih rendah, suku bunga menarik, dan layanan perbankan ‘selalu aktif’ bisa jadi kombinasi yang kuat untuk adopsi dan pertumbuhan jangka panjang,” tambah blog tersebut.
Pandl menerangkan bahwa Aave masih “belia” dan belum menangani tantangan rumit seperti credit scoring serta pinjaman tanpa agunan. Tapi, tidak ada sistem pinjaman yang sempurna, seperti yang diperlihatkan oleh gejolak di pasar kredit privat baru-baru ini.
“Kami percaya bahwa Aave, platform peminjaman onchain terdepan, serta native token AAVE, siap untuk pertumbuhan jangka panjang,” pungkasnya.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Analis Nick menyoroti kekuatan protokol ini dalam unggahan terbaru. Aave menghasilkan sekitar US$142 juta pendapatan bersih di tahun 2025, sementara volume pinjaman kumulatifnya telah menembus US$1 triliun. Biaya transaksi mencapai lebih dari US$885 juta, membuat Aave berada di jalur pertumbuhan kuat menuju tahun 2026.
Data Token Terminal menunjukkan total value locked (TVL) Aave menurun sejak akhir 2025 hingga mencapai US$42,6 miliar pada April. meski begitu, Aave tetap menjadi protokol peminjaman terbesar dengan menguasai sekitar 50% pangsa pasar.
“Aave mulai menjadi lapisan kredit onchain yang mampu bertahan melewati berbagai siklus dan menarik modal dunia nyata menurut saya,” tutur dirinya.
namun, data on-chain menggambarkan kondisi yang lebih hati-hati. Cadangan AAVE di exchange melonjak hingga 2,23 juta token, membalikkan tren penurunan selama satu tahun terakhir, serta menandakan potensi tekanan jual.
Para whale juga terus melepas token AAVE sepanjang tahun ini, di saat kepergian beberapa kontributor baru-baru ini ikut mempengaruhi kepercayaan investor. Harga AAVE kini berada di kisaran US$90, turun sekitar 5% dalam satu hari terakhir seiring penurunan pasar yang lebih luas.
Apakah tesis jangka panjang Grayscale benar-benar terwujud mungkin akan lebih bergantung pada sentimen pasar yang mampu menyamai fundamental, bukan hanya pada metrik protokol saja.
Langganan channel YouTube kami untuk melihat wawasan dari para pemimpin dan jurnalis ahli di bidangnya





