Kembali

Grayscale Ajukan Hyperliquid ETF saat Volatilitas Perang Iran Dongkrak Volume DEX

Pilih kami di Google
editor avatar

Diedit oleh
Mohammad Shahid

21 Maret 2026 18.05 WIB
  • Manajer aset Grayscale telah mengajukan aplikasi ke SEC untuk meluncurkan exchange-traded fund (ETF) spot yang terhubung dengan token HYPE milik Hyperliquid.
  • Hyperliquid telah mendapatkan perhatian sebagai tempat trading 24/7 untuk perdagangan komoditas sintetis selama konflik AS-Iran.
  • Langkah ini menunjukkan minat Wall Street yang semakin besar untuk mengubah HYPE menjadi produk yang dapat diinvestasikan setelah kenaikan pesat platform tersebut.
Promo

Grayscale secara resmi telah mengajukan peluncuran exchange-traded fund (ETF) spot yang melacak native token HYPE milik Hyperliquid. Hyperliquid adalah platform decentralized exchange (DEX) yang mencatat volume trading besar pada komoditas sintetis di tengah konflik Amerika Serikat-Iran yang sedang berlangsung.

Langkah dari manajer aset ini bergabung dengan pengajuan serupa yang telah diajukan oleh 21Shares dan Bitwise pada akhir tahun lalu.

Hyperliquid Menjadi Market Sepanjang Waktu

Pada 20 Maret, Grayscale mengajukan Form S-1 ke US Securities and Exchange Commission (SEC). Pengajuan ini mengusulkan listing Grayscale HYPE ETF di Nasdaq dengan ticker GHYP.

“Walaupun investasi dalam Saham bukan merupakan investasi langsung pada HYPE, Saham dirancang untuk memberikan investor cara yang efisien dan praktis untuk mendapatkan eksposur investasi pada HYPE,” terang pengajuan tersebut.

Jika disetujui, trust yang dikelola secara pasif ini akan memberikan investor eksposur tidak langsung pada token HYPE.

Disponsori
Disponsori

Namun, pengajuan ini menjelaskan tujuan tracking yang ketat tanpa leverage atau derivatif, walau tetap mencakup kemungkinan memasukkan reward staking jika SEC menyetujui hal tersebut.

Lomba untuk memonetisasi HYPE menyoroti kekaguman Wall Street yang semakin meningkat terhadap infrastruktur dasar Hyperliquid.

Awalnya merupakan platform decentralized untuk perpetual futures aset kripto, blockchain layer-1 ini dengan cepat berkembang jadi pasar bayangan 24 jam untuk aset tradisional.

Setelah perubahan protokol HIP-3, anggota komunitas mendapatkan kemampuan untuk meluncurkan pasar Futures permissionless untuk aset seperti emas, perak, dan minyak.

Ketika perang Amerika Serikat-Iran menghadirkan volatilitas tinggi di pasar energi dan logam global, trader makin banyak beralih ke Hyperliquid untuk menghindari penutupan pasar komoditas tradisional di akhir pekan.

Kurva adopsi untuk instrumen sintetis baru ini pun sangat curam di seluruh lanskap decentralized finance.

Data dari Flowscan menunjukkan bahwa open interest gabungan untuk produk HIP-3 baru-baru ini telah melampaui rekor US$1,5 miliar, mencerminkan permintaan pasar yang sangat kuat.

Open Interest Produk HIP-3 Hyperliquid.
Open Interest Produk HIP-3 Hyperliquid | Sumber: Flowscan

Pada waktu yang sama, platform Hyperliquid secara keseluruhan memiliki total value locked sebesar US$4,76 miliar dan telah menghasilkan volume derivatif perpetual lebih dari US$193 miliar selama sebulan terakhir.

Native token platform ini juga melonjak tajam, naik sebesar 37% dalam 30 hari terakhir menjadi sekitar US$40. Tokoh industri ternama, termasuk co-founder BitMEX Arthur Hayes, secara terbuka memproyeksikan bahwa aset ini bisa saja menembus US$150 pada tahun depan.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori