Grayscale secara resmi telah mengajukan peluncuran exchange-traded fund (ETF) spot yang melacak native token HYPE milik Hyperliquid. Hyperliquid adalah platform decentralized exchange (DEX) yang mencatat volume trading besar pada komoditas sintetis di tengah konflik Amerika Serikat-Iran yang sedang berlangsung.
Langkah dari manajer aset ini bergabung dengan pengajuan serupa yang telah diajukan oleh 21Shares dan Bitwise pada akhir tahun lalu.
Hyperliquid Menjadi Market Sepanjang Waktu
Pada 20 Maret, Grayscale mengajukan Form S-1 ke US Securities and Exchange Commission (SEC). Pengajuan ini mengusulkan listing Grayscale HYPE ETF di Nasdaq dengan ticker GHYP.
“Walaupun investasi dalam Saham bukan merupakan investasi langsung pada HYPE, Saham dirancang untuk memberikan investor cara yang efisien dan praktis untuk mendapatkan eksposur investasi pada HYPE,” terang pengajuan tersebut.
Jika disetujui, trust yang dikelola secara pasif ini akan memberikan investor eksposur tidak langsung pada token HYPE.
Namun, pengajuan ini menjelaskan tujuan tracking yang ketat tanpa leverage atau derivatif, walau tetap mencakup kemungkinan memasukkan reward staking jika SEC menyetujui hal tersebut.
Lomba untuk memonetisasi HYPE menyoroti kekaguman Wall Street yang semakin meningkat terhadap infrastruktur dasar Hyperliquid.
Awalnya merupakan platform decentralized untuk perpetual futures aset kripto, blockchain layer-1 ini dengan cepat berkembang jadi pasar bayangan 24 jam untuk aset tradisional.
Setelah perubahan protokol HIP-3, anggota komunitas mendapatkan kemampuan untuk meluncurkan pasar Futures permissionless untuk aset seperti emas, perak, dan minyak.
Ketika perang Amerika Serikat-Iran menghadirkan volatilitas tinggi di pasar energi dan logam global, trader makin banyak beralih ke Hyperliquid untuk menghindari penutupan pasar komoditas tradisional di akhir pekan.
Kurva adopsi untuk instrumen sintetis baru ini pun sangat curam di seluruh lanskap decentralized finance.
Data dari Flowscan menunjukkan bahwa open interest gabungan untuk produk HIP-3 baru-baru ini telah melampaui rekor US$1,5 miliar, mencerminkan permintaan pasar yang sangat kuat.
Pada waktu yang sama, platform Hyperliquid secara keseluruhan memiliki total value locked sebesar US$4,76 miliar dan telah menghasilkan volume derivatif perpetual lebih dari US$193 miliar selama sebulan terakhir.
Native token platform ini juga melonjak tajam, naik sebesar 37% dalam 30 hari terakhir menjadi sekitar US$40. Tokoh industri ternama, termasuk co-founder BitMEX Arthur Hayes, secara terbuka memproyeksikan bahwa aset ini bisa saja menembus US$150 pada tahun depan.