Cina Bantah Persenjatai Iran saat Reli Bitcoin ke US$75.000 Nampaknya Isyaratkan Guncangan Global Lebih Dalam

  • Bitcoin menembus US$74.000 seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Cina terkait senjata Iran.
  • Cina menyebut klaim pasokan senjata dibuat-buat dan memperingatkan tindakan balasan tarif.
  • Analis mengingatkan bahwa volume rendah dan sentimen bullish dapat menandakan risiko penurunan.
Promo

Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan level tertinggi harian di US$74.942 pada hari Selasa setelah Cina membantah memberikan senjata ke Iran dan memperingatkan AS agar tidak meningkatkan tarif.

Pembantahan ini datang setelah ancaman Presiden Trump memberikan tarif 50% pada negara manapun yang memasok senjata ke Teheran, sehingga menambah ketegangan baru di tengah situasi geopolitik dan perdagangan global yang sudah sangat volatile.

Disponsori
Disponsori

Cina Membantah Tuduhan Penjualan Senjata

Juru bicara Guo Jiakun menyampaikan bahwa Beijing “selalu bertindak hati-hati dan bertanggung jawab terhadap ekspor produk militer.” Ia menyebut laporan media mengenai dukungan militer Cina ke Iran sebagai “murni rekayasa” dan berjanji akan ada balasan jika tarif benar-benar diberlakukan.

Pernyataan ini merespons penilaian intelijen AS yang menyebut bahwa Cina sedang bersiap mengirim sistem pertahanan udara ke Iran. Trump pada 12 April memperingatkan bahwa para pemasok akan langsung dikenakan tarif 50% untuk seluruh ekspor ke AS.

“A Country supplying Military Weapons to Iran will be immediately tariffed, on any and all goods sold to the United States of America, 50%, effective immediately. There will be no exclusions or exemptions! President DJT,” Trump wrote in a recent Truth Social post.

Konfrontasi ini menambah daftar perselisihan perdagangan AS-Cina yang sepanjang tahun ini telah berulang kali mengguncang pasar aset kripto. Ancaman tarif 100% pada barang Cina di akhir 2025 lalu bahkan menghapus hampir US$200 miliar dari kapitalisasi pasar aset kripto secara total.

Blokade Selat Hormuz oleh Trump yang diperintahkan setelah perundingan AS-Iran di Islamabad gagal, juga telah mengubah peta posisi perdagangan global.

Disponsori
Disponsori

Trader minyak mentah WTI berubah dari posisi short sebesar 57% menjadi long sebesar 68% hanya dalam sepekan, menurut data dari Capital.com. Posisi long emas mencapai 79%, sementara empat pasangan mata uang utama berbalik ke posisi short mayoritas selama periode sama.

Reli Harga Bitcoin Hadapi Peringatan Sentimen

BTC melonjak lebih dari 5% akhir pekan lalu karena short squeeze yang melikuidasi sekitar US$89 juta di posisi bearish. Dana masuk ke exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot juga menambah sentimen positif, dengan BlackRock IBIT mencatatkan inflow US$269 juta hanya dalam satu hari pada pekan lalu.

Aset kripto pionir ini meneruskan penguatan pekan ini dan diperdagangkan nyaris menembus ambang US$75.000 pada hari Selasa, dengan level tertinggi harian mencapai US$74.942. Pada waktu publikasi, BTC bertukar tangan di harga US$73.141.

Performa Harga Bitcoin.
Performa Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Co-founder Gemini, Cameron Winklevoss, menggambarkan suasana pasar dengan bertanya, “Kenapa harga bitcoin mencapai US$74 ribu? Bukankah bitcoin sudah mati?”

Pernyataan tersebut menyindir narasi yang sudah berulang kali muncul sejak 2010 meskipun harga bitcoin sudah berkali-kali pulih.

Namun, pendiri DeFi Report Michael Nadeau memperingatkan keyakinan yang semakin kuat tentang harga dasar, ditambah dengan volume rendah, menyerupai pola sebelum penurunan lanjutan pada tahun 2022.

Volume Spot Bitcoin di Berbagai Exchange di Bear Market Sebelumnya
Volume Spot Bitcoin di Berbagai Exchange di Bear Market Sebelumnya | Sumber: Glassnode

“BTC tidak akan membentuk harga dasar ketika semua orang berpikir harga dasar sudah tercapai… sentimen menunjukkan investor rata-rata sudah menempatkan dana,” papar dia menegaskan.

Monte Safieddine, Kepala Riset Pasar di Capital.com, menyoroti bahwa selama blokade AS terhadap Selat Hormuz masih berlangsung dan pasar terus mencerna dampaknya terhadap inflasi maupun pertumbuhan, kecenderungan long di indeks saham AS mulai melunak di semua sektor.

“Data Selasa pagi menunjukkan adanya penurunan luas kecenderungan long di indeks pasar saham AS karena kenaikan harga yang didorong optimisme bahwa akhirnya akan ada kesepakatan justru mengejutkan beberapa pembeli sehingga mereka memilih taking profit, dan hal serupa terjadi pada emas. Tapi koreksi harga minyak tidak menggoyahkan posisi long yang terus bertambah, sementara di sisi pasangan mata uang para trader USD/JPY tetap mayoritas di sisi penjualan (short) pada setiap kenaikan harga mendekati garis merah 160,” komentar Safieddine dalam pernyataan kepada BeInCrypto.

Proporsi trader yang long di S&P 500 turun menjadi 61% dari 64% di awal pekan, sedangkan Dow turun ke 60% dari sebelumnya 67%, sehingga keluar dari zona beli berat.

Apakah BTC mampu bertahan di atas US$74.000 sangat bergantung pada seberapa cepat ketegangan Cina-AS ini berubah dari sekadar ancaman menjadi aksi nyata.


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori