Harga Bitcoin terus mengalami tren penurunan sejak akhir Februari. Aset kripto nomor wahid itu tampak kesulitan untuk menembus level di atas US$85.000.
Meskipun aksi harga terbaru menunjukkan bahwa Bitcoin stabil bertahan di bawah level kritis, investor utama tetap tidak gentar. Mereka terus melakukan HODL, yang menandakan kepercayaan secara jangka panjang terhadap aset tersebut.
Optimisme Investor Bitcoin
Kecepatan Bitcoin, yang mengukur sirkulasi mata uang kripto ini, turun ke level terendah dalam lima bulan minggu lalu. Penurunan kecepatan ini menunjukkan bahwa holder Bitcoin menjadi lebih berhati-hati. Terlihat dengan lebih sedikit token yang ditransaksikan.
Ketika sirkulasi menurun, pertumbuhan harganya sering kali sering kali tertahan dan Bitcoin telah mengalami tren tersebut belum lama ini.
Penurunan kecepatan mencerminkan pergeseran pada sentimen investor, yang umumnya menjadi ragu-ragu di antara pelaku pasar. Akibatnya, pemulihan harga Bitcoin berjalan lambat, dan pendekatan hati-hati ini tercermin dalam perilaku pasar sekarang.

Berbeda dengan sentimen jangka pendek yang hati-hati, holder jangka menengah (holder 3-6 bulan) mengalami peningkatan kekayaan selama periode ini. Para holder ini beralih menjadi holder jangka panjang (LTH). Menunjukkan adanya pergeseran kepercayaan investor.
Selain itu, banyak dari token ini diperoleh saat Bitcoin mencapai harga tertinggi sepanjang masa, dan penuaan yang terus berlanjut menunjukkan keyakinan kuat di antara para investor.
Pengeluaran dari kelompok ini mencapai level terendah sejak pertengahan 2021, menunjukkan bahwa holder jangka panjang cenderung tidak menjual. Bahkan selama periode pasar saat memasuki ketidakpastian sekalipun.
Berkurangnya tekanan jual sejatinya merupakan sinyal positif. Karena artinya investor utama berkomitmen untuk mempertahankan posisinya dan tidak menyerah pada penurunan pasar.

Bisakah Harga BTC Pulih dari Kerugian Terbaru?
Pada saat penulisan, harga Bitcoin berada di US$83.403, tepat di bawah resistance krusial US$85.000.Tetapi di awal minggu ini, Bitcoin sempat melonjak ke US$88.500 namun mengalami penurunan setelah tarif Liberation Day Trump muncul. Kondisi ini menyebabkan penurunan sementara dalam sentimen pasar, namun harga telah stabil di atas US$80.000.
Ke depan, Bitcoin bisa segera pulih jika dukungan dari holder jangka panjang berlanjut. Namun, untuk bisa terjadi, titik US$85.000 harus direbut kembali sebagai support. Pemulihan yang dikonfirmasi akan ditandai dengan Bitcoin melewati US$89.800, menandakan potensi menuju level yang lebih tinggi.

Jika breakout US$85.000 gagal dan sirkulasi tetap rendah, harga Bitcoin bisa kembali ke level support kunci berikutnya di US$80.301. Penurunan seperti itu akan membatalkan prospek bullish dan dapat menyebabkan konsolidasi lebih lanjut atau aksi harga bearish dalam jangka pendek.
Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi harga Bitcoin (BTC) ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Penyangkalan
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.
