Harga Ethereum mengalami tekanan baru setelah peristiwa on-chain besar mengguncang pasar. Sejak 6 Maret, ETH telah turun hampir 8%, meski penurunan dalam 24 jam terakhir hanya sekitar 1,4%.
Kelemahan ini terjadi setelah co-founder Ethereum, Jeffrey Wilcke, melakukan transfer ETH senilai US$157 juta, kemungkinan untuk melakukan dump. Tapi, data on-chain yang lebih dalam kini menunjukkan bahwa beberapa crypto whale justru nampaknya berupaya menyerap tekanan jual tersebut.
Transfer US$157 Juta Co-Founder Mungkin Disalahartikan sebagai Crypto Whale Menjual
Kelemahan harga Ethereum belakangan ini bermula saat Jeffrey Wilcke, salah satu co-founder jaringan Ethereum, memindahkan 79.176 ETH ke exchange Kraken, yang nilainya sekitar US$157 juta pada harga saat ini. Transfer besar ke exchange biasanya menandakan potensi aksi jual dan dapat memengaruhi sentimen pasar secara signifikan. Tak lama setelah transfer ini muncul, metrik crypto whale standar juga menunjukkan penurunan kepemilikan ETH dalam jumlah besar.
Data yang melacak pasokan Ethereum yang dipegang oleh crypto whale di luar exchange turun sekitar 80.000 ETH, hampir sama dengan jumlah transfer Wilcke. Ini adalah detail penting.
Karena metrik crypto whale mengelompokkan banyak wallet besar menjadi satu, pergerakan besar dari satu wallet kadang terlihat sebagai aksi jual crypto whale secara luas. Dalam kasus ini, penurunan 80.000 ETH sangat mirip dengan deposit dari Wilcke, sehingga transfer dari sang co-founder kemungkinan tercermin pada metrik whale tersebut.
Ingin insight token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Dengan kata lain, apa yang awalnya nampak seperti distribusi whale secara luas, ternyata bisa saja hanya transfer besar dari satu pendiri yang tercatat dalam data agregat. Karena itu, analisa detail dari klaster whale menjadi penting.
Klaster Whale Memang Sedang Akumulasi
Saat data whale diteliti lebih dalam memakai metrik klaster yang berimbang, narasinya jadi berbeda. Dua kelompok besar crypto whale di Ethereum ternyata menambah kepemilikan mereka dalam periode yang sama.
Kelompok pertama adalah wallet yang memegang antara 1 juta hingga 10 juta ETH. Klaster ini mulai melakukan akumulasi sejak 5 Maret, menambah jumlah dari 6,28 juta ETH menjadi sekitar 6,40 juta ETH.
Itu berarti kenaikan sekitar 120.000 ETH dengan nilai sekitar US$234 juta pada harga saat ini.
Klaster lainnya, yakni wallet dengan saldo antara 100.000 hingga 1 juta ETH, juga mulai menambah akumulasi. Sejak 6 Maret, jumlah mereka naik dari 11,48 juta ETH menjadi sekitar 11,57 juta ETH. Artinya, mereka menambah hampir 90.000 ETH dengan nilai sekitar US$175 juta.
Akumulasi ini menunjukkan sejumlah investor besar mungkin masuk untuk menyerap pasokan yang masuk ke pasar, sehingga mengimbangi tekanan jual. Hal ini juga menerangkan mengapa metrik whale secara umum tadi awalnya terlihat bearish, meski sebenarnya kelompok whale tertentu justru menambah eksposur mereka.
Sinyal Momentum dan Rising Channel Flag: Pergerakan yang Bertolak Belakang
Bahkan sebelum transfer dari co-founder muncul, grafik harga Ethereum sudah menampilkan tanda-tanda peringatan. Pada grafik 8 jam, ETH membentuk hidden bearish divergence antara tanggal 14 Februari hingga 6 Maret. Selama periode itu, harga Ethereum membentuk lower high, sementara Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum, membentuk higher high.
Hidden bearish divergence biasanya muncul saat tren turun dan jadi sinyal tekanan jual masih tetap ada meskipun sempat terjadi rebound. Tak lama setelah sinyal ini tampak, Ethereum melemah dan akhirnya turun hampir 8%, diperparah oleh kemungkinan transfer dari Co-Founder.
Di saat yang sama, ETH masih bergerak dalam channel naik sejak 24 Februari, yang menandakan buyer masih mencoba membangun struktur bullish jangka pendek. Channel ini juga bisa menerangkan alasan beberapa klaster whale terus melakukan akumulasi.
struktur bullish tersebut kini mendapat tekanan. Jika Ethereum turun di bawah batas bawah channel naik ini, momentum bearish yang ditunjukkan oleh divergence pada RSI bisa semakin kuat. Tapi, whale bukan satu-satunya klaster yang optimistis.
Holder Jangka Panjang Terus Akumulasi saat Risiko Harga Ethereum US$1.800 Muncul
Meski ada tekanan jual belakangan ini, holder jangka panjang Ethereum tetap menambah akumulasi ETH. Data dari Glassnode memperlihatkan Holder Net Position Change 30-hari, yang melacak wallet yang memegang ETH selama 155 hari atau lebih, terus mengalami kenaikan.
Pada 24 Februari, holder jangka panjang telah mengakumulasi sekitar 9.454 ETH. Sejak saat itu, angka tersebut melonjak tajam. Pada waktu publikasi, metrik ini meningkat menjadi kurang lebih 442.646 ETH, menandakan keyakinan yang tetap kuat di antara investor jangka panjang. Ini berarti kenaikan lebih dari 4.500% hanya dalam waktu kurang dari dua minggu.
Menariknya, tren akumulasi ini mulai terjadi hampir bersamaan saat Ethereum memasuki channel naik jangka pendek (mulai berkembang pada 24 Februari), sehingga holder ini sepertinya masih percaya struktur utama belum rusak. Nampaknya, sikap optimistis ini tetap mengandung risiko.
Dari sisi teknikal, Ethereum harus bisa merebut kembali level US$2.050, yang menjadi area retracement Fibonacci 0,618. Jika harga berhasil menutup candle 8 jam di atas US$2.050, maka peluang naik ke US$2.180 akan terbuka.
Di sisi bawahnya, support kunci berada di sekitar US$1.910. Jika Ethereum menembus level ini ke bawah, maka konfirmasi terjadinya breakdown channel naik sudah terjadi. Kondisi ini bisa mendorong ETH turun ke area US$1.830 (zona psikologis US$1.800).
Saat ini, pasar Ethereum berada di antara dua kekuatan yang saling bertolak belakang. Penjualan oleh founder dan lemahnya aspek teknikal menekan harga ke bawah, sedangkan akumulasi whale dan keyakinan holder jangka panjang masih memberi dukungan harga. Apakah ETH bisa bertahan di atas channel atau justru turun ke zona US$1.800, bisa menjadi penentu fase selanjutnya di pasar.