Harga Ethereum baru saja berhasil menembus di atas level US$2.100, sebuah langkah signifikan yang langsung menarik perhatian investor. Menariknya, kenaikan ini terjadi tanpa menghadapi resistance besar, yang biasanya menjadi sinyal optimistis.
Meski begitu, perilaku investor justru menunjukkan sikap hati-hati, karena indikator pasar memberikan sinyal beragam terkait arah pergerakan Ethereum ke depannya.
Rasio MVRV Ethereum Memberi Sinyal Waspada
Rasio Market Value to Realized Value (MVRV) Ethereum baru-baru ini masuk ke zona positif. Ini adalah kali pertama dalam satu setengah bulan rasio tersebut kembali naik di atas nol. Biasanya, kenaikan rasio MVRV dipandang sebagai sinyal bullish.
Namun, di kondisi pasar yang bearish, kenaikan ini seringkali menjadi sinyal jual, karena investor berusaha mengamankan keuntungan atau menutup kerugian di masa lalu. Skenario ini bisa saja terjadi pada Ethereum, sebab investor mungkin saja memanfaatkan momen reli harga baru-baru ini untuk menjual, terlebih jika sentimen pasar yang lebih luas ikut berubah.
Ingin wawasan token lebih banyak seperti ini? Daftarkan diri Anda untuk Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya di sini.
Meski kenaikan MVRV pada umumnya dipandang positif, tapi di kondisi pasar saat ini mungkin sinyal ini tidak terlalu bisa diandalkan.
Kenaikan harga Ethereum belakangan ini kemungkinan akan memicu aksi ambil untung, terutama dari holder jangka pendek yang ingin mendapatkan profit dari reli. Jadi, indikator ini memberi sinyal bahwa Ethereum mungkin akan menghadapi tekanan jual dalam waktu dekat, meskipun harga sempat terus naik dalam jangka pendek.
Ethereum LTH Masih Mendukung
Walaupun ada potensi aksi jual dalam jangka pendek, long-term holder Ethereum (LTH) justru menunjukkan gejala akumulasi yang kuat. Indikator perubahan posisi bersih holder mencatat bahwa LTH terus aktif menambah jumlah kepemilikan ETH mereka.
Laju akumulasi yang tajam ini menunjukkan kepercayaan diri investor yang secara finansial kuat menghadapi fluktuasi pasar. Langkah mereka ini bisa mencegah terjadinya penurunan harga signifikan, sebab pandangan jangka panjang para holder ini membuat mereka cenderung tidak akan asal menjual saat volatilitas tinggi dalam jangka pendek.
Dukungan dari para LTH ini bisa menjadi bantalan penting bagi harga Ethereum, khususnya jika pasar global mengalami penurunan. Akumulasi ETH yang mereka lakukan bisa menjadi kekuatan penstabil harga, mencegah aksi jual massal, dan membantu memberikan support di tengah ketidakpastian pasar.
Harga ETH Siap Breakout Resistance
Saat ini, harga Ethereum memang masih berada di fase ketidakpastian, tapi outlook untuk sementara terlihat bullish. Kenaikan tekanan beli akhir-akhir ini, yang tercermin dari Money Flow Index (MFI) yang sudah masuk wilayah positif, mengindikasikan Ethereum bisa lanjut reli dalam jangka pendek. Secara historis, saat MFI melewati batas netral, biasanya ada lonjakan harga singkat yang bisa menopang reli saat ini.
Dengan tekanan beli yang kuat, serta akumulasi dari long-term holder, harga Ethereum berpotensi untuk terus naik. Exponential Moving Average (EMA) 20 hari saat ini menjadi level support utama, yang bisa memperbesar peluang Ethereum menembus US$2.165 dan bahkan bisa saja mencapai US$2.313. Level-level tersebut menjadi titik resistance penting yang jika berhasil dilampaui, bisa memicu momentum kenaikan berikutnya.
Namun, jika momentum bullish Ethereum mulai melemah atau tekanan jual meningkat, maka harga bisa saja terkoreksi. Dalam kondisi ini, Ethereum bisa kembali turun ke support di US$1.902, sehingga membatalkan outlook bullish. Bila terjadi, harga Ethereum mungkin akan bergerak sideways dalam waktu lama, sehingga peluang kenaikan besar menjadi terbatas.