Dunia investasi saat ini sedang menyaksikan fenomena langka di pasar komoditas. Keberhasilan perak menyentuh level US$ 99 per troy ons pada hari ini memicu spekulasi kuat bahwa target US$ 300 bukan lagi sekadar mimpi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membedah faktor utama di balik reli historis ini.
Berikut adalah faktor utama di balik reli historis ini, didukung oleh pandangan para pakar pasar
SponsoredKrisis Geopolitik dan Kebijakan Tarif AS
Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump dengan Uni Eropa telah memicu kepanikan pasar. Kebijakan proteksionisme ini memaksa investor mencari perlindungan di aset keras.
“Perak saat ini bukan lagi sekadar komoditas; ia adalah asuransi terhadap kekacauan geopolitik. Akibatnya, ketika perang tarif mengancam stabilitas mata uang fiat, perak menjadi benteng terakhir bagi investor ritel,” ujar Peter Schiff, Kepala Strategi Global di Euro Pacific Asset Management.
- Baca Juga: Mengapa Pasar Aset Kripto Naik Hari Ini?
Fenomena Short Squeeze Masif
Di bursa berjangka, banyak institusi besar terjepit dalam posisi short (jual). Namun, ketika harga menembus US$ 95 dan terus melaju ke US$ 99, mereka terpaksa melakukan pembelian balik secara besar-besaran untuk menutup kerugian.
Mario Nawfal, pengamat pasar dan pengusaha terkemuka, mencatat melalui akun media sosialnya:
Sponsored“Kita sedang melihat salah satu transfer kekayaan terbesar dalam sejarah komoditas. Para bankir yang bertaruh melawan perak sekarang dipaksa untuk membeli kembali di harga berapa pun. Ini adalah bahan bakar roket yang akan membawa kita jauh melampaui US$ 100.”
Kelangkaan Fisik untuk Industri Teknologi
Permintaan untuk komponen panel surya dan kendaraan listrik (EV) terus menguras stok perak dunia. Dengan defisit pasokan yang nyata, perak kini menjadi komoditas “rebutan” antara investor finansial dan raksasa industri teknologi.
Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad yang sudah lama memprediksi lonjakan ini, memberikan komentar tajamnya hari ini:
“Emas adalah uang para Dewa, tapi perak adalah uang rakyat. Masalahnya, perak juga merupakan bahan bakar bagi masa depan teknologi. Saat stok fisik habis, harga tidak akan sekadar naik—harga akan meledak. Jangan tunggu sampai US$ 300 untuk mulai menyadari nilai aslinya.”
Mengapa US$ 300 Menjadi Target Realistis?
Analis teknikal melihat bahwa secara historis, perak selalu bergerak lebih liar dibandingkan emas. Jika rasio emas terhadap perak terus menyempit ke level normal historisnya di tengah kondisi inflasi global, angka US$ 300 hanyalah masalah waktu.
Analis dari Bank of America dalam memo terbarunya menyebutkan:
“Dengan fundamental permintaan industri yang tidak elastis dan tekanan pada posisi jual di bursa, kita sedang memasuki wilayah harga yang belum pernah terpetakan sebelumnya. Target US$ 300 adalah proyeksi konservatif jika defisit fisik berlanjut hingga akhir 2026.”
Kombinasi antara kepanikan geopolitik, tekanan teknikal di bursa, dan kebutuhan industri yang mendesak menciptakan “badai sempurna” bagi kenaikan perak. Dengan harga yang sudah bertengger di US$ 99, dunia kini bersiap menyambut era baru perak sebagai primadona investasi dunia.
Bagaimana pendapat Anda tentang kenaikan harga perak antam hari ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!