Pi Coin berhasil melakukan breakout seperti yang sebelumnya sudah kita bahas, yaitu saat harga menembus neckline pola cup-and-handle di US$0,204. Meski begitu, reli ini langsung menemui resistance berat di sekitar US$0,239, di mana penjual aktif masuk dengan agresif.
Penolakan tersebut mendorong harga Pi Coin turun tajam, bahkan sempat menyeret harga kembali ke area US$0,204 sebelum pembeli mencoba menstabilkan struktur harga. Pada waktu publikasi, Pi Coin bergerak di sekitar US$0,209. Para trader kini menunggu apakah struktur bullish secara keseluruhan masih bisa bertahan dari koreksi terbaru ini.
Bearish Divergence Picu Koreksi PI
Relative Strength Index (RSI) membantu mengukur kekuatan dan kecepatan pergerakan harga. Trader menggunakan RSI untuk menentukan apakah pembeli atau penjual yang mulai menguasai pasar. Di antara 15 Februari hingga 7 Maret, harga Pi Coin membentuk higher high seiring reli PI yang telah diprediksi terus berlangsung.
Namun, di periode yang sama, RSI justru membentuk lower high meskipun masih bergerak di zona overbought.
Formasi ini dikenal sebagai bearish divergence standar.
Divergence ini biasanya muncul saat harga masih naik, namun kekuatan beli yang mendasarinya mulai melemah. Sederhananya, pasar terus naik, tapi dorongan di balik kenaikan ini mulai menghilang. Inilah yang terjadi pada situasi kali ini.
Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar Newsletter Kripto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Meski Pi Coin sempat menanjak ke US$0,239, RSI yang melemah memberikan tanda bahwa pembeli perlahan-lahan kehilangan tenaga. Sinyal ini terbukti pada candle 8 jam berikutnya di 8 Maret yang langsung memicu koreksi tajam sebesar 14% dan menekan harga turun ke area breakout.
Berbeda dengan hidden divergence yang umumnya mendukung kelanjutan tren, bearish divergence standar lebih sering memicu koreksi lebih dalam atau perlambatan tren. Di kasus Pi Coin, tren naik yang terbentuk sejak pertengahan Februari sampai awal Maret hampir saja berbalik arah sebelum pembeli masuk lagi di area neckline.
Indikator Money Flow Konfirmasi Tekanan Beli yang Lemah
Indikator aliran modal sudah lebih dulu memberi sinyal bahwa reli PI mulai kehilangan kekuatan internal sebelum harga jatuh. Chaikin Money Flow (CMF) adalah indikator yang melacak masuk-keluarnya modal dari suatu aset dengan menggabungkan pergerakan harga dan volume transaksi. Trader biasanya menggunakan CMF untuk melihat besarnya arus modal besar yang masuk ke aset.
Antara 5 Maret dan 7 Maret, harga Pi Coin terus naik. Tapi, di saat yang sama, indikator CMF justru membentuk lower high.
Walaupun CMF masih berada di atas garis nol—yang berarti masih ada aliran modal masuk—trennya yang melemah menandakan bahwa arus masuk itu tidak cukup kuat menopang kenaikan harga. Dengan kata lain, pergerakan modal besar mulai melambat walaupun reli masih berlanjut.
Money Flow Index (MFI) juga menunjukan cerita yang serupa.
MFI mengukur tekanan beli dengan menggabungkan harga dan volume transaksi dan sering dianggap sebagai indikator minat membeli saat harga turun. Biasanya, ketika MFI naik, itu menandakan trader agresif membeli di saat harga terkoreksi. Namun, pada 5-7 Maret (periode yang sama dengan pengamatan CMF), MFI justru membentuk lower high meski harga Pi Coin tetap naik.
Kombinasi sinyal tersebut menunjukkan bahwa pembeli saat harga turun belum cukup kuat untuk mendorong Pi Coin saat reli terjadi.
Jika digabungkan, sinyal-sinyal ini menciptakan reaksi berantai yang jelas:
- RSI menunjukkan momentum pembeli mulai melemah
- CMF memperlihatkan arus modal masuk yang melemah
- MFI menunjukan permintaan beli saat koreksi juga mulai berkurang
Karena ketiga indikator mengarah ke arah yang sama, pasar jadi rentan terhadap tekanan jual. Begitu penjual benar-benar aktif masuk di sekitar US$0,239, harga langsung jatuh karena tekanan beli tidak kuat.
Potensi EMA Crossover Masih Bisa Menghidupkan Kembali Reli
Meski sinyal bearish mendominasi, Pi Coin (PI) masih punya satu faktor teknikal yang bisa mendukung pemulihan harga. Di grafik 8 jam, Exponential Moving Average (EMA) periode 50 sudah hampir menyilang ke atas EMA 200, sehingga hampir membentuk bullish crossover. EMA sendiri adalah indikator tren yang lebih menyoroti harga-harga terbaru agar trader bisa mengidentifikasi perubahan arah pasar.
Jika EMA 50 melewati EMA 200 dari bawah ke atas, akan tercipta golden crossover. Pola ini seringkali menandakan penguatan momentum bullish dan biasanya menarik pembeli baru masuk ke pasar.
Jika crossover ini terjadi, kondisi struktur pasar secara umum bisa membaik dengan beberapa cara.
Tekanan beli yang lebih kuat bisa mendorong CMF naik lagi, sehingga memberi sinyal adanya arus modal baru yang masuk. Para pembeli saat harga turun juga bisa kembali masuk dan membantu indikator MFI pulih. Selain itu, momentum yang membaik bisa membatalkan divergensi RSI, sehingga momentum bisa kembali sejalan dengan pergerakan harga.
Meski begitu, golden crossover belum tentu akan menghasilkan reli yang bertahan lama. Walaupun rata-rata pergerakan harga hampir bersinggungan, momentum yang melemah masih bisa membuat sinyal ini tidak berkembang menjadi tren bullish yang kuat.
Level Harga Pi Coin yang Perlu Dipantau Sekarang
Penolakan harga terbaru di kisaran US$0,239 kini telah menjadi level resistance utama bagi Pi Coin. Tekanan jual dari zona tersebut mendorong harga turun hingga ke US$0,204, hampir melakukan retest ke area breakout awal sebelum akhirnya para pembeli berhasil menstabilkan pasar di sekitar US$0,210.
Agar momentum bullish bisa kembali, Pi Coin kini perlu menutup candle 8 jam di atas US$0,224. Level ini akan menunjukkan bahwa para pembeli mulai kembali memegang kendali setelah koreksi terakhir terjadi.
Jika harga mampu menembus di atas US$0,224, maka hambatan utama selanjutnya tetap berada di US$0,239, yaitu level di mana reli terakhir tertahan.
Jika berhasil menembus resistance tersebut, Pi Coin bisa melanjutkan pergerakan sesuai pola cup-and-handle yang diproyeksikan. Target kenaikan penuh dari pola tersebut masih mengarah ke US$0,272, yang menunjukkan porsi sisa dari kurang lebih 33% breakout rally. Tapi, risiko penurunan tetap ada.
Jika Pi Coin turun lagi ke bawah US$0,204, maka struktur breakout akan mulai melemah. Jika terjadi penurunan lebih dalam ke bawah US$0,185, hal ini kemungkinan menjadi tanda bahwa breakout bullish sudah kehilangan momentum dan pasar bisa kembali ke tren turun sebelumnya.
Sampai saat ini, breakout Pi Coin secara teknikal masih valid. Tapi setelah munculnya penolakan yang tajam dan sinyal divergensi momentum, jalur menuju target US$0,272 sangat bergantung pada apakah para pembeli sanggup mengambil alih kendali lagi di atas level resistance yang baru terbentuk.