Kembali

Perak Cetak All-Time High, tapi Apa Sinyal untuk Pergerakan Bitcoin Selanjutnya?

author avatar

Ditulis oleh
Mohammad Shahid

editor avatar

Diedit oleh
Bey

24 Januari 2026 12.03 WIB
  • Silver mencapai harga tertinggi sepanjang masa di US$100 saat investor berbondong-bondong masuk ke aset safe-haven di tengah risiko geopolitik, spekulasi pemangkasan suku bunga, dan keterbatasan pasokan.
  • Bitcoin belum mengikuti, karena modal masih memilih aset defensif tradisional seperti emas dan perak di fase risk-off ini.
  • Secara historis, Bitcoin cenderung tertinggal dari logam mulia, artinya reli silver bisa membuka jalan bagi pergerakan BTC yang tertunda jika tekanan ekonomi makro berlanjut.
Promo

Harga perak melesat ke rekor tertinggi baru hari ini di US$101. Reli ini sudah berlangsung selama beberapa bulan dan melonjak tajam di Januari 2026. Saat ini, perak sudah melampaui emas sebagai aset dengan kinerja terbaik di tengah kondisi ekonomi makro saat ini.

Bitcoin, sebaliknya, belum mengikuti jalur yang sama — setidaknya untuk saat ini. Perbedaan ini menimbulkan satu pertanyaan penting bagi pasar kripto: apa arti breakout perak terhadap arah Bitcoin berikutnya?

Mengapa Harga Silver Sedang Reli

Reli perak tidak hanya digerakkan oleh spekulasi saja. Hal ini mencerminkan perubahan besar dalam posisi modal global di tengah ketidakpastian yang meningkat.

Grafik Harga Perak Januari 2026 | Sumber: TradingView Indonesia
Sponsored
Sponsored

1. Permintaan Risk-Off Mendominasi Pasar

Dalam beberapa bulan terakhir, dan terutama di bulan Januari, investor makin banyak mengalihkan asetnya ke aset defensif.

Pendorong utamanya meliputi:

  • Meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk kembali memanasnya perang dagang dan konflik yang belum terselesaikan di Eropa Timur dan Timur Tengah.
  • Kekhawatiran atas keberlanjutan fiskal AS serta meningkatnya utang pemerintah.
  • Rasa was-was yang bertambah terkait tarif dan fragmentasi perdagangan global.

Dalam situasi seperti ini, modal biasanya mengalir terlebih dahulu ke aset keras yang dianggap sebagai penyimpan nilai yang stabil, di mana emas dan perak secara historis berada di posisi teratas.

Level tertinggi sepanjang masa pada harga perak mencerminkan posisi defensif tersebut.

2. Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Riil Mendukung Logam

Pasar memperkirakan akan ada beberapa pemangkasan suku bunga The Fed di AS pada akhir 2026. Ekspektasi itu telah menekan yield riil turun dan melemahkan dolar AS.

Bagi logam mulia, ini menjadi angin segar. Perak tidak memberikan bunga, sehingga penurunan suku bunga riil mengurangi biaya peluang saat memilikinya.

Selain itu, dolar yang lebih lemah membuat harga logam yang dihitung dalam dolar jadi lebih murah untuk pembeli internasional. Faktor ini menjadi salah satu pendorong utama reli perak di bulan Januari.

Dominasi Dolar AS Terus Turun di Januari 2026 | Sumber: TradingView Indonesia
Sponsored
Sponsored

3. Cerita Supply Struktural Sedang Memperkuat Reli

Tidak seperti emas, perak menghadapi kendala pasokan nyata.

Pasar perak telah mengalami defisit struktural selama beberapa tahun berturut-turut. Sebagian besar produksi perak berasal sebagai produk sampingan dari penambangan logam lain, sehingga fleksibilitas pasokan sangat terbatas.

Pemerintah AS baru-baru ini menetapkan perak sebagai mineral kritis, yang memicu penimbunan strategis dan membuat stok jadi makin ketat.

Seiring dengan naiknya permintaan, pasokan yang tersedia tidak mampu mengikuti — akhirnya harga pun naik lebih cepat.

Ketidakseimbangan Permintaan dan Pasokan Perak Selama Satu Dekade Terakhir | Sumber: Visual Capitalist

4. Permintaan Industri Menambah Lapisan Strategis

Peran perak dalam transisi energi global makin signifikan. Logam ini sangat penting untuk kebutuhan panel surya, kendaraan listrik, jaringan listrik, data center, dan elektronik canggih.

Kegunaan industri perak ini membuatnya menjadi safe haven sekaligus komoditas strategis, sehingga daya tariknya makin kuat di tengah fokus global pada keamanan energi dan ketahanan infrastruktur.

Sponsored
Sponsored

Mengapa Bitcoin Tidak Reli Bersama Silver

Meski sama-sama mendapat angin segar dari faktor makro, Bitcoin masih tertinggal dibanding kenaikan perak. Selisih ini sebenarnya tidak aneh — dan secara historis juga konsisten.

Walaupun Bitcoin semakin banyak dipandang sebagai “emas digital”, pasar masih memperlakukannya berbeda di periode yang penuh tekanan.

Ketika ketidakpastian meningkat, modal akan beralih lebih dulu ke safe haven tradisional (emas dan perak). Bitcoin biasanya bergerak sideways karena investor mengurangi eksposur risiko.

Secara historis, Bitcoin biasanya bergerak belakangan, ketika rasa takut berubah menjadi kekhawatiran tentang debasement mata uang dan ekspansi likuiditas.

Januari 2026 nampaknya benar-benar berada di fase pertama dari siklus tersebut.

Grafik Harga Bitcoin pada Januari 2026 | Sumber: CoinGecko

Apa Sinyal All-Time High Silver untuk Bitcoin

Breakout harga perak masih bermakna untuk Bitcoin — hanya saja belum langsung bullish. Jika Bitcoin hanya merespon kekuatan yang sama seperti yang mendorong harga perak:

  • Modal akan tetap lebih mengutamakan logam dibanding aset berisiko.
  • Bitcoin akan tetap bergerak sideways.
  • Uji penurunan menuju zona support utama masih bisa terjadi.

Ini karena arus modal selalu memilih keamanan terlebih dahulu.

Sponsored
Sponsored

Secara historis, kekuatan harga perak yang konsisten sering kali mendahului reli Bitcoin — bukan terjadi bersamaan.

Jika perak terus menarik modal defensif, maka narasi biasanya bergeser dari menghindari risiko menjadi perlindungan dari debasement moneter.

Di sinilah Bitcoin secara historis justru biasanya tampil paling baik.

Pada siklus sebelumnya, Bitcoin bergerak mengikuti emas dan perak dengan jeda beberapa minggu hingga bulan, setelah ekspektasi likuiditas menggantikan ketakutan sesaat.

Pemicu Utama yang Perlu Diperhatikan untuk Breakout Bitcoin

Agar Bitcoin benar-benar berbalik bullish berdasarkan sinyal harga perak, salah satu hal berikut perlu terjadi:

  • Pemotongan suku bunga The Fed yang nyata, bukan hanya ekspektasinya.
  • Penurunan dolar AS yang berkelanjutan.
  • Tekanan keuangan yang terus meningkat hingga membuat Bitcoin dipandang sebagai lindung nilai moneter, bukan sekadar aset berisiko.

Harga perak yang mencapai level tertinggi sepanjang masa mengindikasikan kondisi ini sedang terbentuk. Tapi, faktor-faktor tersebut belum sepenuhnya tercermin di harga Bitcoin saat ini.

Sekali lagi, secara historis, emas dan perak menyerap gelombang modal defensif pertama. Bitcoin biasanya mengikuti belakangan, setelah ketakutan berubah menjadi kekhawatiran terhadap debasement mata uang dan ekspansi likuiditas.

Harga perak yang mencetak rekor tertinggi baru mungkin belum menjadi penanda breakout Bitcoin, tapi bisa jadi diam-diam mempersiapkan panggung untuk itu.

Bagaimana pendapat Anda tentang pergerakan harga perak dan bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori