Kembali

XRP Kesulitan saat Tekanan On-Chain Meningkat: Apakah Bottom Mulai Terbentuk?

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

23 Februari 2026 13.25 WIB
  • XRP turun lebih dari 30% selama sebulan terakhir di tengah penurunan pasar yang lebih luas.
  • Whale mentransfer 31 juta XRP ke Binance, menandakan potensi tekanan jual.
  • Sinyal kapitulasi dan data MVRV mengindikasikan xrp mungkin mendekati titik bottom.
Promo

XRP (XRP) turun lebih dari 30% dalam sebulan terakhir, karena tekanan dari koreksi pasar yang lebih luas makin intens akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran baru soal tarif.

Pada saat yang sama, kerugian yang terealisasi melonjak, serta arus masuk ke exchange meningkat tajam. Sinyal on-chain ini menunjukkan tekanan pasar yang makin besar untuk altcoin ini. Namun, dengan metrik kapitulasi yang naik, pertanyaannya adalah apakah potensi posisi bottom sedang terbentuk.

Disponsori
Disponsori

XRP Alami Tekanan di Tengah Transfer Holder Besar dan Kenaikan Realized Loss

Aktivitas holder besar meningkatkan kekhawatiran tentang prospek harga XRP dalam jangka pendek. Analis Darkfost mengungkapkan bahwa para holder ini mentransfer lebih dari 31 juta XRP ke Binance dalam satu hari, atau setara sekitar US$45 juta sebagai potensi tekanan jual.

Data on-chain memperlihatkan bahwa mayoritas transfer tersebut berasal dari kelompok holder besar. Wallet whale yang menyimpan lebih dari 1 juta XRP bertanggung jawab atas 14,49 juta XRP dari total arus masuk itu.

Wallet yang memegang antara 100.000 hingga 1 juta XRP menyumbang 14,236 juta XRP. Kelompok yang lebih kecil menyumbang jumlah yang lebih sedikit, termasuk 2,9 juta XRP dari wallet yang menyimpan 10.000 hingga 100.000 token.

Arus Masuk XRP ke Binance
Arus Masuk XRP ke Binance | Sumber: CryptoQuant

Konsentrasi arus masuk di antara holder besar cukup menonjol. Arus masuk exchange sebesar ini biasanya memicu kekhawatiran terkait potensi tekanan jual, sebab transfer ke platform terpusat bisa menandakan bahwa token siap untuk kemungkinan dilikuidasi.

Namun, penting untuk memahami bahwa transfer ke exchange saja tidak langsung memastikan penjualan akan terjadi. Token bisa saja tetap mengendap di platform trading dalam waktu lama, dipakai sebagai jaminan, atau dipindahkan untuk kebutuhan rebalancing internal.

Disponsori
Disponsori

Meskipun arus masuk tersebut meningkatkan risiko volatilitas jangka pendek, tapi hal itu tidak menjamin harga akan langsung turun.

“Secara keseluruhan, ini merupakan potensi tekanan jual mendadak hingga hampir US$45 juta yang perlu diawasi dengan saksama. Jika tekanan jual ini berlanjut, XRP bisa kesulitan pulih dari koreksi yang tengah berlangsung dalam waktu dekat,” tulis sang analis.

Di sisi lain, transfer tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya tekanan di kalangan holder XRP. Data dari Santiment menunjukkan bahwa kerugian terealisasi XRP mencapai level tertinggi sejak 2022.

Lompatan seperti ini biasanya terjadi ketika investor menjual di bawah harga modalnya, mencerminkan kapitulasi atau aksi keluar secara panik di tengah periode volatilitas tinggi.

Disponsori
Disponsori

Menambah sentimen kehati-hatian, permintaan dari institusi nampaknya mulai mereda. Hal ini terbukti dari menurunnya arus masuk ETF XRP.

Walaupun ekspansi strategis dan perkembangan ekosistem terus berjalan, XRP masih kesulitan lepas dari pelemahan pasar yang lebih luas, menandakan kondisi ekonomi makro masih lebih dominan dibanding kemajuan di proyek tersebut.

Apakah XRP Mendekati Titik Bottom? Data On-Chain Menunjukkan Fase Kapitulasi

Meski kerugian terealisasi XRP melonjak, Santiment memaparkan bahwa perkembangan ini merupakan “sinyal harga penting.” Dalam postingan tersebut juga dijelaskan bahwa secara historis, lonjakan seperti ini seringkali muncul saat market mendekati posisi bottom.

Disponsori
Disponsori

Santiment menerangkan bahwa rasa takut ekstrem biasanya mencapai puncak sebelum harga benar-benar turun. Setelah tekanan jual itu mereda, bahkan masuknya permintaan baru dalam jumlah kecil saja bisa mendorong pemulihan harga. Walau hal ini tidak menjamin reli langsung, potensi untuk terjadi relief bounce makin besar.

“Ketika pencapaian tertinggi kerugian terealisasi weekly sebelumnya, yaitu -1,93 miliar, terjadi 39 bulan lalu, $XRP kemudian naik +114% selama 8 bulan berikutnya,” bunyi postingan itu.

Sinyal Potensi Bottom XRP
Sinyal Potensi Bottom XRP | Sumber: Santiment

Selain itu, BeInCrypto baru-baru ini menyoroti bahwa Market Value to Realized Value (MVRV) saat ini menunjukkan pola yang sama seperti yang terjadi pada Juli 2024. Setelahnya, harga sempat reli.

Walau begitu, preseden historis tetap harus disikapi dengan hati-hati. Struktur pasar, likuiditas, dan faktor ekonomi makro bisa berbeda di setiap siklusnya.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori