XRP mencatat kenaikan 5% dalam 48 jam terakhir, sebuah pergerakan yang mungkin terlihat kecil jika dibandingkan dengan pasar yang lebih luas. Namun, bagi para trader dan investor XRP, lonjakan ini punya arti lebih besar dari sekadar angka.
Reli ini menandai berakhirnya fase konsolidasi yang telah membelenggu altcoin ini selama lebih dari tiga minggu, sehingga membangkitkan kembali optimisme hati-hati di kalangan komunitas XRP.
Holder XRP Aman dari Kerugian
Indikator Net Unrealized Profit and Loss (NUPL) sudah keluar dari zona kapitulasi dan kembali menembus batas nol. Pemulihan NUPL ini mengonfirmasi bahwa holder XRP kini berada pada posisi laba bersih, meskipun tipis. Keluar dari wilayah kapitulasi termasuk tonggak penting secara teknikal, karena dalam sejarahnya selalu menjadi pendahulu dari pemulihan harga yang lebih berkelanjutan.
Pergeseran NUPL ini memiliki arti penting. Ketika para holder berubah dari rugi bersih menjadi untung, dinamika psikologis pasar juga ikut berubah secara signifikan. Tekanan jual yang dipicu rasa takut biasanya mulai mereda saat investor kembali yakin pada posisi mereka, sehingga permintaan jadi lebih stabil dan mendukung pergerakan harga naik yang terus berlanjut.
Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar ke Daily Crypto Newsletter Editor Harsh Notariya di sini.
Meski sudah kembali ke posisi untung, para holder XRP tidak terburu-buru untuk melikuidasi kepemilikan mereka. Data saldo exchange menunjukkan arus masuk XRP ke platform perdagangan masih dalam kisaran normal, tidak ada tanda-tanda aksi jual panik maupun aksi ambil untung besar-besaran. Sikap hati-hati ini menjadi sinyal yang baik buat kestabilan harga jangka pendek.
Sentimen HODLing yang kuat dari investor XRP turut memberi warna positif pada narasi pemulihan ini. Ketika holder memilih untuk menahan posisi dan tidak menjual saat harga naik, pasokan XRP yang tersedia di exchange jadi ketat. Tekanan jual pun berkurang, ditambah permintaan yang menguat, sehingga menciptakan kondisi ideal bagi XRP untuk mempertahankan serta memperpanjang momentum breakout saat ini.
Resistance yang Perlu Diperhatikan
Peta panas CBD mengidentifikasi dua area resistance klaster yang perlu diperhatikan oleh XRP. Resistance pertama ada di US$1,58, tempat para investor sebelumnya mengakumulasi sekitar 1,03 miliar XRP. Sementara klaster resistance kedua, yang lebih besar, terletak di US$1,72, yang menjadi area pembelian sekitar 1,82 miliar XRP secara historis.
Zona permintaan ini akan berubah menjadi supply zone ketika harga mendekatinya, sehingga bisa memperlambat laju kenaikan XRP di tiap titik tersebut. Tapi sebelum harga menyentuh US$1,58, prospek teknikalnya tetap cukup bersih dari hambatan besar. Jalur ini membuat XRP punya peluang untuk membangun momentum sebelum menghadapi resistance supply-side yang utama.
Harga XRP Breakout
Harga XRP saat ini berada di US$1,47, bertahan di atas level support US$1,43 setelah berhasil menembus zona konsolidasi dalam tiga minggu terakhir. Breakout di rentang US$1,43 sampai US$1,33 sudah terkonfirmasi secara teknikal, sehingga area tersebut berubah dari resistance menjadi support. Pergeseran struktur ini membangun fondasi kuat bagi kenaikan harga selanjutnya.
Target terdekat ada di US$1,51. Jika mampu menembusnya, jalur menuju US$1,58—level tertinggi bulanan—akan terbuka. Kenaikan XRP kemungkinan besar bakal diuji di resistance ini, sebab aktivitas beli yang cukup signifikan terkonsentrasi di sana.
Pergeseran mendadak ke aksi jual bisa mengganggu breakout yang berlangsung saat ini. Jika investor mengubah sikapnya minggu ini, XRP berisiko tertahan di bawah US$1,51 atau bahkan turun di bawah support US$1,43, sehingga melemahkan struktur bullish yang baru saja terbentuk.