XRP masih kesulitan karena tekanan jual terus menahan token ini dalam tren turun selama sebulan terakhir hingga memasuki Februari. Koreksi tajam yang baru-baru ini terjadi semakin memperkuat sentimen bearish, sehingga menekan pasar spot dan produk investasi terkait.
Kelemahan ini juga berimbas ke exchange-traded fund (ETF) XRP, di mana volatilitas arus keluar masuk dana menunjukkan sikap hati-hati investor yang masih bertahan. Meski begitu, mulai muncul tanda-tanda stabilisasi di balik layar, yang akan menentukan apakah harga XRP akan lanjut turun atau berbalik pulih.
SponsoredETF XRP Masih Belum Tunjukkan Kinerja Lebih Baik
ETF spot XRP mencatat arus keluar bersih sebesar US$404.690 pada hari Senin, meski sebelumnya menutup pekan lalu dengan catatan positif dengan US$16,79 juta pada hari Jumat. Perbaikan arus dana di ETF ini pun berbalik sejak awal pekan, menandakan tekanan jual yang kembali datang.
Perubahan ini menunjukkan bahwa sentimen bearish secara makro belum benar-benar hilang, sebab pada Kamis, 29 Januari, ETF XRP mencatat arus keluar sebesar US$92,92 juta, menjadi yang terbesar sejak peluncuran. Sesi tersebut bersamaan dengan crash pasar secara lebih luas dan penurunan harga XRP sebesar 9% pada hari itu.
Arus dana yang mulai stabil sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan pasar, menjadi syarat utama untuk pemulihan harga XRP. Namun, sentimen secara umum masih rapuh karena keraguan mengenai reli berkelanjutan tetap mempengaruhi pandangan investor.
Kerugian yang Mulai Jenuh Bisa Cegah Aksi Jual
Data on-chain menunjukkan holder jangka pendek sedang mengalami kerugian yang belum terealisasi cukup berat. Saat ini, metrik STH Net Unrealized Profit and Loss berada di -0,38. Ini adalah level rugi terdalam sejak Juli 2022 dan tertinggi dalam tiga setengah tahun terakhir. Hal ini mencerminkan banyaknya capitulation di antara pembeli XRP baru-baru ini.
Meski nampak negatif, meningkatnya kerugian pada holder jangka pendek bisa mengurangi risiko penjualan dalam waktu dekat. Holder jangka pendek secara historis sangat reaktif dan sering memilih jual cepat ketika untung. Saat kerugian semakin dalam, insentif untuk jual ikut melemah.
Dinamika ini bisa sementara menekan suplai, sehingga harga XRP punya ruang untuk stabil dan mencoba pulih, asalkan permintaan membaik.
Sponsored SponsoredHarga XRP Nampaknya Akan Mengalami Bounceback
Harga XRP saat ini bergerak di dekat US$1,62 pada waktu publikasi, berada di bawah resistance US$1,70. Altcoin ini berada dalam tren turun stabil sejak awal Januari. Penurunan sebesar 16% minggu lalu semakin memperkuat struktur bearish, membuat XRP bertahan di bawah rata-rata pergerakan utama dan membatasi potensi kenaikan.
Namun, ada dua faktor yang menunjukkan rebound jangka pendek masih mungkin terjadi. Pertama, kerugian holder jangka pendek sepertinya sudah mencapai puncak, sehingga risiko distribusi bisa turun. Kedua, indikator momentum menunjukkan XRP sedang oversold, sehingga meningkatkan peluang teknikal bounce ke US$1,79.
Saat ini, Money Flow Index juga mendekati batas oversold. Penurunan tegas ke area oversold biasanya mendahului pembalikan arah. Dalam pola serupa sebelumnya, XRP sempat naik 14% hanya dalam 48 jam. Jika kondisi pasar lebih luas tetap mendukung, reaksi seperti itu bisa kembali terjadi dalam upaya pemulihan kali ini.
Walau demikian, risiko penurunan tetap mengancam jika momentum bullish tidak terwujud. Penolakan di bawah US$1,70 bisa membuka kembali tekanan jual bagi XRP. Dalam skenario ini, harganya berpotensi turun ke US$1,54 bahkan US$1,47. Jika level support ini hilang, skenario bullish menjadi tidak valid dan tren penurunan dapat berlanjut lebih jauh.
Bagaimana pendapat Anda tentang peluang rebound XRP ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!