Hedge fund memegang rekor 7% dari US Treasurys yang bisa diperdagangkan pada akhir 2025, di pasar yang nilainya sekitar US$30 triliun. Regulator memperingatkan bahwa leverage di balik posisi tersebut bisa memperparah gejolak di pasar Treasury.
Office of Financial Research (OFR), salah satu unit Departemen Keuangan AS, mencatat bahwa kepemilikan Treasury tunai mereka mencapai US$2 triliun. Angka ini hampir tiga kali lipat dari lima tahun sebelumnya.
Alasan Hedge Fund Membeli Lebih Banyak Treasury
Pensiun dana selama ini menjadi penyangga permintaan untuk obligasi pemerintah jangka panjang. Di sisi lain, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menyebutkan bahwa minat tersebut kini menurun seiring perubahan skema pembayaran pensiun yang tidak lagi tetap.
Menurut CNBC, hedge fund pun mulai mengambil peran. Data Federal Reserve menunjukkan hedge fund domestik membeli neto US$87 miliar Treasurys pada paruh pertama tahun 2026.
Salah satu strategi utama adalah basis trade antara tunai dan futures. Hedge fund membeli Treasury dan menjual futures yang sesuai, dengan harapan mendapat selisih harga meski tipis dari kedua instrumen itu.
Karena selisihnya sangat tipis, hedge fund biasanya meminjam dana dalam jumlah besar lewat repurchase agreement (repo), yaitu pinjaman jangka pendek yang dijamin oleh Treasury.
Risiko Jika Hedge Fund Menjual Treasury
Don Steinbrugge, pendiri sekaligus CEO Agecroft Partners, menyebutkan basis trade seringkali menggunakan leverage sampai 20 kali bahkan lebih.
“Seperti yang kita lihat pada Maret 2020, saat likuiditas pasar Treasury memburuk drastis, fund yang menggunakan leverage bisa dipaksa untuk membongkar posisi dengan sangat cepat.”
Don Steinbrugge, Agecroft Partners, melalui CNBC
Saat volatilitas meningkat, pemberi pinjaman bisa mengajukan margin call, yaitu permintaan tambahan dana jaminan. Hedge fund bisa saja melakukan dump Treasury, sehingga harga turun dan membuat fund lain ikut terpaksa keluar dari pasar.
Laporan Federal Reserve pada bulan Mei menyatakan leverage hedge fund masih mendekati rekor tertinggi, dan terkonsentrasi pada fund besar. Begitu juga, Bank for International Settlements (BIS) yang menaungi bank sentral dunia, menyampaikan peringatan serupa di awal tahun ini.
Yield 10-tahun di atas 5% mencapai level tertinggi sejak 2007 pada hari Senin. Yield 30-tahun menyentuh level tertinggi sejak 2002 pada hari Selasa.
Meski begitu, Morgan Stanley memperkirakan posisi basis-trade yang memakai leverage telah turun sekitar seperlima tahun ini, menjadi US$1,2 triliun.
Alasan Hedge Fund Tetap Diperlukan di Treasury
Ken Heinz, presiden Hedge Fund Research, menjelaskan bahwa aktivitas trading secara aktif justru menyediakan likuiditas baik saat reli maupun saat sell-off. Hal ini pada akhirnya bisa membuat pergerakan suku bunga lebih stabil, ujar dia.
Fund yang menstabilkan trading di pasar tenang memang bisa menjadi penjual terpaksa saat pasar panik. Kalau yield terus naik, margin call bisa menjadi ujian apakah hedge fund yang sudah terlanjur berleverage bisa tetap bertahan.











