Awal Januari 2026 diwarnai dengan perubahan besar dalam dinamika likuiditas di pasar kripto. Terekam arus masuk stablecoin bersih lebih dari US$670 juta ke Binance hanya dalam satu minggu.
Kembalinya modal ke crypto exchange terbesar di dunia berdasarkan volume trading ini mengindikasikan adanya perubahan posisi dari investor. Hal ini terjadi setelah Desember yang penuh tantangan, di mana aversi risiko memuncak di pasar kripto.
SponsoredArus Stablecoin Mencerminkan Perubahan Kepercayaan Pasar
Dalam sebuah posting terbaru, analis on-chain Darkfost mengulas bagaimana pergerakan stablecoin di Binance berubah dalam beberapa bulan terakhir, sehingga memberikan gambaran ihwal perubahan perilaku investor. Menurut sang analis, Oktober menjadi periode yang luar biasa untuk likuiditas. Exchange ini mencatat arus masuk stablecoin bersih lebih dari US$8 miliar.
“Level sebesar ini jarang terlihat, terutama karena crash yang terjadi pada 10 Oktober, yang menciptakan peluang menarik,” terang sang analis.
Meski begitu, momentum ini redup pada November. Arus masuk bersih turun menjadi sekitar US$1,7 miliar. Hal ini menandakan penurunan permintaan dan pendekatan yang lebih berhati-hati dari para pelaku pasar.
Pola ini justru berbalik tajam pada Desember, ketika Binance mencatat arus keluar stablecoin bersih lebih dari US$1,8 miliar. Arus keluar seperti ini biasanya menunjukkan turunnya minat risiko karena investor lebih mengutamakan pelestarian modal alih-alih mengambil posisi baru.
“Binance sendiri mungkin juga berkontribusi pada arus keluar ini, karena melemahnya permintaan bisa saja membuat exchange mengurangi sebagian kepemilikan stablecoin-nya guna menyesuaikan tingkat cadangannya,” papar posting tersebut.
Namun, analis tersebut mengungkapkan bahwa Januari dimulai dengan situasi yang sangat berbeda. Binance menorehkan arus masuk stablecoin bersih lebih dari US$670 juta hanya dalam waktu seminggu.
Sponsored SponsoredDarkfost menilai likuiditas baru yang mengalir masuk ke Binance ini sebagai tanda awal bahwa investor mulai melakukan reposisi. Bisa jadi dalam rangka menyambut peluang trading baru.
“Saat stablecoin mengalir ke exchange, umumnya itu mencerminkan niat untuk membeli atau menyoroti permintaan yang perlu diakomodasi oleh exchange,” jelas sang analis. “Ini menunjukkan bahwa minat perlahan kembali ke platform dengan volume perdagangan tertinggi, dan sebagian likuiditas mulai melakukan reposisi untuk mengantisipasi peluang baru.”
Selain arus masuk baru-baru ini, satu indikator lain juga memberi tanda bahwa modal yang sebelumnya menunggu di pinggir mulai kembali masuk ke pasar. Dalam analisis terpisah, Darkfost menemukan bahwa rasio Bitcoin terhadap stablecoin di Binance mulai naik lagi.
Metode ini biasanya digunakan untuk mengukur seberapa besar daya beli yang tersedia di exchange, dan pergerakannya baru-baru ini menunjuk pada potensi awal deploy likuiditas, bukan dana yang tetap berada di pinggir lapangan.
Sponsored“Rasio ini mulai naik kembali. Pergeseran ini bisa menjadi tanda awal distribusi likuiditas yang sebelumnya menunggu di pinggir, yang mana merupakan sinyal sangat positif bagi pasar,” terang sang analis dalam analisisnya.
Ekosistem Solana Catat Pertumbuhan Stablecoin Tertinggi
Saat arus masuk di Binance menarik perhatian, Solana mengalami lonjakan aktivitas stablecoin yang jauh lebih dramatis. Pasokan stablecoin di jaringan ini naik lebih dari US$900 juta hanya dalam 24 jam, menurut data dari The Kobeissi Letter.
Arus masuk yang sangat cepat ini mengalahkan perubahan di jaringan lain dan bertolak belakang dengan penurunan di platform seperti Tron. Ada dua peristiwa besar yang bertepatan dengan lonjakan pasokan stablecoin di Solana ini.
Jupiter meluncurkan stablecoin miliknya sendiri. Selain itu, Morgan Stanley telah mengajukan dokumen awal untuk tiga produk exchange-traded, termasuk Morgan Stanley Solana Trust, yang menandakan minat institusi besar terhadap Solana.
Sponsored SponsoredSeorang analis menyoroti bahwa biaya sangat rendah dan kecepatan finalitas di jaringan ini membuat likuiditas yang masuk bisa langsung digunakan.
“Secara praktis, makin banyak stablecoin di $SOL berarti makin besar modal yang tersedia untuk trading, settlement, dan aktivitas aplikasi,” ucap MilkRoad di postingannya.
Jadi, konvergensi arus masuk stablecoin di Binance, naiknya pasokan stablecoin di jaringan, dan pertumbuhan kapitalisasi pasar secara umum menunjukkan bahwa ini adalah tahap awal investor kembali beraksi di pasar kripto.
Pertanyaan utamanya, apakah arus masuk ini menandakan perubahan posisi pasar secara berkelanjutan ataukah sekadar penyesuaian taktis jangka pendek di tengah volatilitas pasar yang masih berlangsung.
Bagaimana pendapat Anda tentang arus masuk stablecoin Rp11,26 triliun ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!