Investor institusional menyumbang rekor 72% dari volume trading spot di desk over-the-counter (OTC) Wintermute pada paruh pertama tahun 2026, naik dari 59% pada tahun sebelumnya. Perubahan ini menjadi tanda paling jelas bahwa sekarang Wall Street, bukan trader ritel, yang mengendalikan ritme pasar aset kripto.
Laporan arus OTC dari Wintermute mengaitkan perubahan ini dengan bear market yang berkepanjangan sehingga banyak trader ritel beralih ke saham. Ketiadaan trader ritel tersebut membuat arus institusional semakin besar dalam membentuk harga.
Jejak Kripto Wall Street yang Semakin Besar
Hedge fund, digital asset treasury (DAT), manajer aset, dan family office mendorong porsi 72% tersebut. Wintermute menyebut ini adalah level tertinggi sepanjang sejarah.
Angka tersebut naik dibanding 61% di paruh kedua 2025 dan 59% pada paruh pertama tahun itu.
“Dengan tiga perempat dari volume, arus institusional menentukan struktur pasar.”
Wintermute secara langsung mengaitkan dominasi itu dengan turunnya volatilitas. Volatilitas terealisasi Bitcoin (BTC) sekarang turun drastis di berbagai siklus pasar, dari sekitar 70% menjadi 45%.
Institusi semakin banyak yang bertahan di tengah fluktuasi harga daripada mengejarnya, dan kesabaran inilah yang turut menjelaskan penurunan volatilitas tersebut.
Konsentrasi ini memperkuat tren yang sebelumnya sudah BeInCrypto amati. Taruhan institusi di kripto semakin mengerucut ke Bitcoin, Ethereum, dan beberapa nama DeFi terpilih, daripada menyebar ke banyak token kecil lainnya.
Institusi Bergerak Lebih Cepat daripada Ritel di Kripto
Institusi dan trader ritel memang sama-sama masuk ke sebuah token saat volume dan harganya naik. Tapi, perbedaannya terletak pada seberapa lama masing-masing pihak bertahan.
Aktivitas institusi biasanya memudar dalam satu hari setelah reli. Trader ritel masih aktif sekitar tiga hari.
Sekarang, porsi ritel semakin kecil di pasar secara keseluruhan. Ketidakseimbangan ini berarti momentum altcoin bisa lebih cepat melemah dibanding siklus sebelumnya.
Derivatif dan Tokenisasi Mengisi Kekosongan
Aktivitas institusi tidak hanya berhenti di trading spot saja. Volume opsi altcoin di desk OTC Wintermute naik sekitar 3,4 kali lipat selama setahun terakhir. Kenaikan ini terjadi sejak paruh kedua 2025 hingga paruh pertama 2026.
Tren ini awalnya muncul sebagai upaya mencari imbal hasil pada token besar seperti Bitcoin dan Ethereum (ETH). Namun sekarang sudah masuk ke altcoin.
Arus pencari imbal hasil biasanya justru menahan fluktuasi harga daripada memperbesarnya. Wintermute menyampaikan efek tersebut, yang sebelumnya hanya terlihat di Bitcoin dan Ethereum, kini merambah ke altcoin juga.
Sementara itu, aset dunia nyata yang ditokenisasi (RWA) adalah token kripto yang mewakili kepemilikan atas aset di luar chain, seperti obligasi atau properti. Sektor ini tumbuh hampir 50% menjadi US$31 miliar pada paruh pertama 2026.
Hal ini sejalan dengan tren yang lebih luas. Aset yang ditokenisasi kini menjadi satu dari sedikit sektor yang tumbuh pesat, meski volume trading di tempat lain justru menurun.
Maknanya bagi Altcoin Season
Wintermute merangkum pergeseran ini secara sederhana. Pasar kini semakin mencerminkan pelaku dominannya. Pasar menjadi lebih sabar, selektif dalam memilih token, dan cenderung memilih instrumen derivatif daripada spot trading.
Trader ritel masih mendistribusikan aktivitasnya ke lebih banyak aset dibanding institusi. Jika arus institusi terus menentukan arah pasar, reli berikutnya mungkin hanya memberi keuntungan untuk lebih sedikit pemenang dibanding siklus sebelumnya.











