Kembali

Israel Langgar Jeda Iran oleh Trump, Bitcoin dan Saham Ikut Merasakan Dampaknya

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Mohammad Shahid

28 Maret 2026 18.58 WIB
  • Bitcoin turun menuju US$66.000 karena pasar kehilangan kepercayaan terhadap jeda Iran dari Trump.
  • Laporan mengenai serangan Israel yang berlanjut memperkuat kekhawatiran bahwa eskalasi belum berakhir.
  • Saham mencapai level terendah enam bulan sementara imbal hasil yang naik dan ketidakpastian menekan aset berisiko.
Promo

Bitcoin terus melemah pada 28 Maret, diperdagangkan di kisaran US$66.200, karena pasar merespons keraguan yang meningkat seputar de-eskalasi antara AS dan Iran. Jeda serangan energi selama 10 hari oleh Presiden Donald Trump belum juga meyakinkan investor, apalagi setelah laporan bahwa Israel masih melanjutkan serangan selama periode tersebut.

Reaksi ini terlihat di seluruh pasar.

S&P 500 juga turun secara konsisten sepanjang minggu ini, jatuh ke level terendah dalam enam bulan terakhir. 

Disponsori
Disponsori

Pelemahan besar-besaran ini menandakan adanya perubahan sikap investor yang kini beralih ke aset yang lebih aman, karena ketidakpastian geopolitik dan ekonomi makro semakin tinggi.

Pasar aset kripto pun mengikuti pola yang sama.

S&P 500 Akhiri Maret di Titik Terendah 6 Bulan | Sumber: Google Finance

Pergerakan harga Bitcoin masih menunjukkan kelemahan, di mana rebound intraday tidak mampu bertahan. Ini mencerminkan masalah yang lebih dalam.

Pasar tidak menanggapi jeda yang dilakukan Trump sebagai langkah menuju perdamaian, melainkan hanya sebagai penundaan eskalasi. Laporan serangan yang tetap berlanjut makin memperkuat pandangan tersebut.

Pada saat yang sama, yield Treasury yang meningkat turut memperketat kondisi keuangan. Yield yang lebih tinggi mengurangi likuiditas dan membuat biaya modal lebih mahal, yang biasanya memberi tekanan pada aset berisiko seperti saham dan aset kripto.

Akibatnya, Bitcoin saat ini diperdagangkan lebih seperti saham teknologi ketimbang aset lindung nilai.

Harga Bitcoin Terus Turun | Sumber: CoinGecko

Pada siklus-siklus sebelumnya, ketegangan geopolitik kadang bisa menopang harga Bitcoin. Tapi, sekarang kondisinya berbeda. Risiko inflasi, harga minyak yang tinggi, dan harapan turunnya suku bunga yang memudar, justru menjadi penggerak utama pasar saat ini.

Saat ini, pesannya sudah jelas.

Sampai ada kemajuan nyata menuju de-eskalasi dan yield kembali stabil, pasar aset kripto sepertinya masih akan mengalami tekanan, dengan risiko penurunan yang dominan dalam jangka pendek.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori