Co-Founder Twitter Dukung Peringatan AI Open Source: Apa yang Dipertaruhkan?

  • Jack Dorsey mendukung dorongan Chamath Palihapitiya untuk AI open source.
  • AI tertutup bisa membuat perusahaan AS harus membayar US$26 hingga US$56 per satu juta token.
  • David Sacks memperingatkan bahwa pembatasan akses model AI tidak akan berhasil dalam jangka panjang.
Promo

Co-founder Twitter Jack Dorsey secara terbuka mendukung seruan investor ventura Chamath Palihapitiya untuk sepenuhnya mengadopsi kecerdasan buatan (AI) open source.

Dorsey membalas “yes” pada unggahan Palihapitiya yang memperingatkan bahwa pembatasan AS terhadap model open source akan sangat merugikan secara ekonomi.

Palihapitiya berpendapat bahwa jika menutup akses terhadap AI open source, perusahaan Amerika harus membayar US$26 hingga US$56 untuk setiap satu juta token guna mendapatkan kecerdasan, sementara pesaing dari luar negeri bisa mendapatkannya hanya dengan harga US$0,50 sampai US$1. Ia menyebut perbedaan harga itu tidak bisa dipertahankan.

Disponsori
Disponsori

Perbedaan Harga AI di Balik Perdebatan

Argumen Palihapitiya bertumpu pada perbedaan yang makin besar antara biaya dan kemampuan. Model open weight telah menutup banyak celah performa dengan sistem proprietary, namun perbedaan harga masih sangat besar.

Laboratorium dari Cina mendorong perubahan ini. Model terbaru dari Moonshot AI yang berbasis di Beijing, Kimi K3, berhasil menempati puncak tolok ukur coding bulan ini dan mengguncang saham chip AS.

Peluncuran model lain juga menunjukkan gap kemampuan yang kian menyempit antara sistem AI Cina dan Amerika.

Palihapitiya melihat kondisi ini tidak akan bisa dipertahankan jika AI benar-benar jadi fondasi ekonomi masa depan. Sebab, bisnis Amerika akan menghadapi beban biaya yang secara struktural jauh lebih tinggi dibanding para pesaing global.

Ia mengungkapkan dilema itu secara lugas, mengatakan kecerdasan tidak bisa menjadi penggerak ekonomi dan di saat yang sama menjadi barang impor mahal.

Disponsori
Disponsori

Argumen Militer, Bukan Hanya Ekonomi

Palihapitiya juga memperluas argumennya ke ranah pertahanan nasional. Menurutnya, membayar puluhan dolar AS untuk satu juta token demi melindungi sistem AS, sementara lawan bisa menyerang dengan biaya jauh lebih murah, menciptakan ketimpangan yang sama.

David Sacks pun sepakat dengan pandangan itu. Dia sependapat dengan peneliti Sebastian Mallaby bahwa kemampuan berbahaya akan segera menyebar bebas ke mana-mana, apapun kebijakan yang diambil.

Mallaby menyoroti kekhawatiran terkait kemampuan siber level Mythos yang juga sudah muncul pada model Claude Mythos dari Anthropic. Ia menyebut dunia bergerak sangat cepat, dari hampir tidak ada yang menguasai kekuatan itu hingga hampir semua pihak bisa mengaksesnya.

Sacks telah memprediksi bahwa model-model dari Cina akan mencapai kemampuan siber tingkat lanjut dalam hitungan bulan. Ia juga menambahkan bahwa Washington sendiri memperlambat perilisan GPT-5.6 karena alasan keamanan serupa, tapi pembatasan tersebut tetap tidak bisa menahan kemajuan pihak asing. Jawabannya, menurut Sacks, adalah pertahanan siber berbasis AI, bukan pembatasan.

Dilema Pembatasan AI Washington

Pembahasan ini muncul di tengah perdebatan para pembuat kebijakan AS tentang seberapa ketat model-model AI canggih perlu diawasi. Para pejabat sudah menawarkan wacana untuk meninjau model AI sebelum dirilis, dengan harapan tetap bisa mengendalikan risiko keamanan tanpa kehilangan keunggulan dari Cina.

Sacks menuturkan bahwa pendekatan seperti itu tidak akan berhasil jika kemampuan AI yang sebanding bisa diunduh siapa pun di seluruh dunia.

Cara pandang Palihapitiya juga mengarah pada kesimpulan serupa dari sisi ekonomi. Keduanya sama-sama menyoroti bahwa pembatasan, bukan keterbukaan, justru menjadi risiko terbesar bagi daya saing AS.

Dukungan satu kata dari Dorsey sangat bermakna, mengingat Block juga mengembangkan agen AI open source sendiri bernama Goose, yang telah ia dorong secara publik selama bertahun-tahun.

Apakah Washington akan mendengarkan peringatan ini, atau tetap membatasi akses AI, akan sangat menentukan bagaimana perusahaan Amerika bersaing dari sisi biaya tahun ini.

Unggahan Palihapitiya telah dilihat ratusan ribu kali hanya dalam hitungan jam, menandakan perdebatan ini mendapat perhatian luas jauh di luar Silicon Valley.


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori