Kembali

Jim Cramer Jelaskan Kekuatan Tersembunyi di Balik Gejolak Bitcoin setelah US$80.000 Breakout

sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Lockridge Okoth

02 Februari 2026 14.19 WIB
  • Cramer bilang breakdown Bitcoin di US$80.000 membongkar support rapuh dan pertahanan harga yang hanya didorong oleh narasi.
  • Volatilitas akhir pekan menyoroti kelemahan Bitcoin sebagai penyimpan nilai jangka pendek.
  • Pergerakan harga tergantung pada holder utama, sentimen, dan persepsi dibandingkan permintaan organik.
Promo

Pembawa acara CNBC Jim Cramer kembali menyoroti Bitcoin, mempertanyakan stabilitas aset kripto pionir ini serta kesediaan para pendukungnya untuk mempertahankan level harga penting.

Pernyataannya ini muncul setelah terjadi flash crash pada Bitcoin yang anjlok menembus level psikologis US$80.000 di akhir pekan.

Sponsored
Sponsored

Breakout US$80.000 Bitcoin Soroti Support yang Rapuh dan Volatilitas Harga

Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan di angka US$76.511, turun sebesar 2% dalam 24 jam terakhir. Hal ini mengikuti pelemahan pasar kripto secara keseluruhan pada akhir pekan, dengan Ethereum dan altcoin menunjukkan sentimen yang serupa.

Performa Harga Bitcoin (BTC)
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCrypto

Dalam serangkaian unggahannya di X (Twitter) saat akhir pekan, Cramer menyoroti penurunan Bitcoin yang baru-baru ini turun di bawah US$80.000, dan menyebut kejadian ini sebagai bukti volatilitas jangka pendek serta rapuhnya dukungan investor terhadap harga Bitcoin.

Cramer, yang telah lama menjadi holder Bitcoin, mengaitkan kritiknya dengan apa yang dia anggap sebagai permasalahan struktural di pasar saat ini.

“Saya tulis dalam How to Make Money in any Market bahwa kamu harus fokus pada tujuan, yaitu profit, dan bukan bitcoin atau perak atau gangguan apa pun yang kamu sukai,” ujar dia. “Tapi tidak ada yang pernah belajar karena sekarang kita semua berpikir makro…24/7…meski itu salah SETIAP SAAT.”

Pembawa acara CNBC ini menegaskan bahwa meski Bitcoin kerap jadi pemberitaan utama, faktor fundamental seperti pendapatan perusahaan masih menjadi panduan paling dapat diandalkan bagi investor. Pergerakan tajam Bitcoin di akhir pekan pun semakin menguatkan pendapat Cramer.

“Apa yang terjadi pada Bitcoin di akhir pekan menunjukkan kalau Bitcoin sangat tidak bisa diandalkan, setidaknya dalam jangka pendek, sebagai mata uang…Dan saya menulis hal ini sebagai seseorang yang memiliki bitcoin,” terang dia.

Sponsored
Sponsored

Dengan menyoroti pergerakan harga yang begitu cepat, Cramer ingin menunjukkan perbedaan antara persepsi Bitcoin sebagai penyimpan nilai dan perilaku harganya secara langsung di pasar.

Sepanjang unggahannya, Cramer berulang kali menyebut rentang harga US$80.000–US$82.000 sebagai “garis batas,” sambil mengungkapkan keheranannya karena para holder besar dan pendukung Bitcoin yang biasanya vokal tidak mengambil tindakan untuk mempertahankan level tersebut.

Ia juga mempertanyakan waktu dan komitmen para pembela Bitcoin, dengan mencatat bahwa mereka hanya punya waktu singkat untuk mengangkat harga kembali ke US$82.000 dan membentuk apa yang disebut sebagai double bottom.

Sebagai seseorang yang juga memiliki Bitcoin sejak lama, ia ikut menyoroti tidak hadirnya para pendukung Bitcoin ini di saat krusial bagi aset kripto pionir tersebut.

Sponsored
Sponsored

MicroStrategy, Saylor, dan Bitcoin: Pergerakan Jangka Pendek Dipicu oleh Stakeholder dan Narasi

Komentar Cramer juga menyinggung MicroStrategy (sekarang Strategy Inc.) dan executive chairman-nya, Michael Saylor, yang dikenal sebagai pendukung korporat Bitcoin.

Dengan perusahaan tersebut dijadwalkan mengumumkan laporan pendapatannya pada 5 Februari, ia menilai saham perusahaan dan juga Bitcoin bisa saja ditekan secara terkoordinasi oleh para pelaku short selling.

“Saylor akan melapor minggu ini, 5 Februari. Jadi, para short seller mungkin sedang mencoba ‘memecahkan’ dia sebelum itu,” tulis Cramer.

Bahkan, ia secara sarkastis mengusulkan strategi agar Saylor bisa menggerakkan harga Bitcoin demi menciptakan narasi bullish sementara.

Sponsored
Sponsored

Walau Cramer bersikap skeptis, ia juga mengakui ada peluang rebound, dengan mencatat bahwa jika Bitcoin berada di sekitar US$77.000, masuknya pembeli secara tiba-tiba bisa mengangkat harga kembali ke US$82.000.

Kendati demikian, unggahannya menegaskan tema berulang: pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek sangat bergantung pada dukungan dari pihak-pihak kunci dan aksi beli berdasarkan narasi, bukan semata-mata permintaan secara organik.

Ucapan Cramer menyoroti ketegangan antara optimisme investor, psikologi harga, dan realitas pasar.

Pelemahan di bawah US$80.000 bisa menjadi ujian bagi daya tahan Bitcoin dan juga kemauan para pendukungnya untuk bertindak. Ini juga menimbulkan pertanyaan: seberapa besar aksi harga Bitcoin dalam jangka pendek yang benar-benar digerakkan oleh fundamental dibandingkan narasi dan persepsi pasar.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori