CrowdStrike (CRWD) meluncurkan alat yang memungkinkan perusahaan mematikan AI agent yang bermasalah secara instan. Jim Cramer menyebutnya “GAME CHANGER.” Tapi, sahamnya turun hampir 10% selama seminggu terakhir.
Deutsche Bank baru-baru ini menaikkan target harga untuk saham CrowdStrike. Apakah alat baru ini akan membawa sentimen yang lebih positif?
Apa Fungsi CrowdStrike AI Kill Switch?
AI agent adalah program yang menjalankan tugas sendiri memakai akses dan login milik karyawan. Mereka bisa menyimpang tanpa harus diretas lebih dulu.
CrowdStrike memperkenalkan tombol pemutus ini di Fal.Con Europe, acara konferensi pelanggan mereka di Barcelona. Seorang administrator bisa menghentikan agent yang berjalan, memblokir agar tidak nyala lagi, dan memutus akses jaringannya, menurut pengumuman perusahaan tersebut.
Saat ini, fitur stop ini bekerja di gateway yang dilalui trafik agent. Penutupan langsung di komputer karyawan akan hadir berikutnya.
CrowdStrike juga sepakat mengakuisisi Fiddler AI, yang memantau perilaku agent, dan Dreadnode, yang menguji AI untuk menemukan titik lemah. The Wall Street Journal menyebutkan harga gabungan akuisisi ini sekitar US$495 juta.
“Setiap perusahaan menanyakan hal yang sama soal AI agent: bisakah mereka dihentikan? Sekarang jawabannya adalah ya,” ujar CEO CrowdStrike George Kurtz dalam sebuah unggahan.
Apakah Panggilan Cramer Bisa Mengangkat Saham CRWD?
Cramer, pembawa acara Mad Money di CNBC, membalas unggahan itu dengan “Here we go. GAME CHANGER…” Pada bulan September, dia juga sudah pernah merekomendasikan saham ini sebagai MUST BUY.
Dari 40 analis yang dipantau oleh TipRanks, 34 orang menetapkan rating Beli untuk CRWD dan tidak ada yang menyarankan Jual. Rata-rata target harga mereka di US$267,24 atau sekitar 10,5% di atas harga penutupan hari Senin.

Rata-rata target tersebut masih lebih rendah dari proyeksi analis Deutsche Bank Brad Zelnick, setelah ia menaikkan target 12 bulannya menjadi US$300 dari US$240, dengan alasan “gelombang permintaan siber yang sangat besar.”
Meski begitu, CRWD sudah naik sekitar 107% tahun ini, dan Dan Ives memasukkan saham ini dalam 5 teknologi pilihannya tahun ini.
Analis menilai penurunan di hari Senin karena aksi ambil untung di sektor saham cybersecurity, seperti Fortinet dan Zscaler.
Sementara di saat CrowdStrike mempromosikan AI kill switch, analis Forrester Jeff Pollard berpendapat agent saat ini bisa saja mengatasi solusi tersebut.
“Sayangnya, kebanyakan ‘kill switch’ seolah-olah tugasnya sudah selesai saat agent dimatikan, padahal kenyataannya tidak…. Jadi menemukan cara mengakali kill switch jelas masuk dalam kapabilitas agent produksi masa kini,” ujar dia kepada Forbes.
Menghentikan agent juga tidak bisa membatalkan aksi masa lalunya.
Pesaing seperti Okta dan ServiceNow juga sedang mengembangkan kontrol serupa. Di Washington, rancangan undang-undang House, AI Kill Switch Act, akan mewajibkan pengembang AI menyediakan opsi pematian seperti ini.











